Indonesiandaily.com – Inovasi paket herbal pengentasan anemia sekaligus penurun residu mikroplastik karya Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., menjadi salah satu magnet dalam pameran Studentpreneur Bootcamp 2026. Produk yang dikembangkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (P3 Halal) UMM itu dipamerkan di Hall GKB IV Lantai 9 UMM.
Inovasi berbasis bahan baku lokal tersebut bahkan mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. Menurutnya, hilirisasi hasil riset yang memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia menjadi solusi nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.
“Wah, ini joss sekali inovasinya! Pemanfaatan bahan lokal seperti mawar dan bayam merah untuk mengatasi anemia. Sekaligus membersihkan tubuh dari mikroplastik adalah langkah cerdas yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Amran saat mengunjungi stan pameran.
Dikembangkan Lewat Riset Senilai Rp318 Juta
Prof Elfi menjelaskan, inovasi tersebut lahir melalui pendanaan riset terapan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) senilai Rp318 juta. Penanganan anemia dilakukan melalui dua pendekatan sekaligus, yakni meningkatkan sistem imun menggunakan ekstrak mawar dan jahe merah. Serta meningkatkan kadar zat besi (Fe) melalui kombinasi bubuk mawar dan bayam merah.
Menurutnya, pendekatan ganda tersebut dirancang agar proses pemulihan penderita anemia berlangsung lebih efektif.
“Saya menggunakan dua jalur untuk mengatasi anemia. Pertama meningkatkan imunitas, kemudian kapsul yang berisi bubuk mawar dan bayam merah sebagai sumber Fe untuk meningkatkan hemoglobin,” jelasnya.
Tiga produk yang menjadi satu paket terapi tersebut terdiri atas Suplemen Zat Besi+ Antioksidan. Juga minuman Roseit, serta Elvibers Go-Herbal Mawar Plus Jahe Merah.
Uji Klinis Tunjukkan Hasil Positif
Prof Elfi mengungkapkan, hasil uji klinis terhadap 33 pasien anemia sedang hingga berat menunjukkan hasil yang menggembirakan. Setelah mengonsumsi paket herbal selama empat minggu, sebagian besar pasien mengalami peningkatan kadar hemoglobin hingga kembali ke batas normal.
“Alhamdulillah, setelah mengonsumsi tiga paket ini selama empat minggu, 85 persen penderita anemia kadar hemoglobinnya kembali normal,” katanya.
Tidak hanya itu, penelitian lanjutan yang dilakukan pada tahun ini menemukan manfaat tambahan dari suplemen herbal tersebut. Produk itu diklaim mampu membantu menurunkan residu mikroplastik dalam tubuh sekaligus menjaga kesehatan organ vital.
“Tahun ini saya meriset kembali. Ternyata suplemen ini juga bisa menurunkan residu mikroplastik. Serta membantu mencegah kerusakan hati dan ginjal,” ungkapnya.
Perkuat Hilirisasi Riset dan Industri Halal
Selain produk herbal berbasis mawar, P3 Halal UMM juga menampilkan sejumlah inovasi pangan fungsional lainnya. Di antaranya kopi rempah, beras analog tinggi protein untuk balita stunting, hingga beras analog kaya kalsium bagi ibu hamil.
Beragam inovasi tersebut menjadi bukti komitmen UMM dalam mendorong hilirisasi hasil riset agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ke depan, produk-produk inovatif itu diharapkan dapat diproduksi secara massal bersama industri. Sehingga mendukung ketahanan pangan bergizi sekaligus memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia.
