Indonesiandaily.com – Politeknik Unisma (Polisma) menggelar Workshop Mikrotik yang diikuti oleh puluhan peserta dari kalangan mahasiswa hingga siswa SMK. Kegiatan ini digelar sebagai respons terhadap kebutuhan jaringan internet yang semakin vital di era digital.
Direktur Polisma Muhammad Sulhan menyebut, workshop ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan akademik dengan kebutuhan industri. Guna hal itu, pihaknya menggandeng PT Naratel, penyedia layanan internet, sebagai mitra industri.
“Kami tidak hanya ingin memberikan skill kepada mahasiswa, tetapi juga ke mitra kami dari SMA dan SMK. Kami ingin berbagi ilmu dengan mereka,” ungkap Sulhan, Senin (25/5/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan industri menjadi penting agar materi yang disampaikan tervalidasi dan sesuai kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, materi yang disampaikan di akademik jangan sampai tidak link and match dengan dunia industri.
Workshop Mikrotik ini sengaja dibatasi hanya 50 peserta saja, pembatasan lantaran pelatihan ini bersifat praktis, bukan sekadar teori. Dengan banyak materi prakteknya maka sengaja dibuat dengan peserta terbatas, mengingat keterbatasan perangkat pula.
Kegiatan ini rencananya akan berlanjut ke level intermediate, advanced, hingga sertifikasi kompetensi yang diakui BNSP.
“Ke depannya, peserta tidak hanya punya skill, tapi juga integritas dan bukti kompetensi lewat sertifikat profesi,” ujar Sulhan.
Direktur Naratel Tekankan Pentingnya Mikrotik
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Marketing Naratel, Ferdy Fauzi, menambahkan bahwa pentingnya penguasaan sistem Mikrotik sebagai fondasi utama infrastruktur digital.
“Kami membagikan ilmu membangun jaringan tangguh melalui Mikrotik. Ilmu ini krusial namun mulai ditinggalkan generasi muda,” ujar Ferdy.
Menurutnya, sinergi industri dan pendidikan adalah kunci melahirkan talenta digital berkualitas. Polisma dinilai unggul karena menggabungkan teori dengan praktik nyata bersama dunia usaha.
“Lulusan Polisma memiliki integritas dan mental berjuang yang kuat, serta semangat belajar tinggi. Ini kelebihan yang langka di generasi sekarang,” puji Ferdy.
Naratel dan Polisma berencana membuka kelas spesial yang akan menjadi prototipe rekrutmen. Dengan ekspansi jaringan ke Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto pada Agustus mendatang, kebutuhan SDM digital diprediksi melonjak tinggi.
Dengan prediksi tersebut, pihak Naratel akan banyak membuka lowongan pekerjaan untuk direkrut. Utamanya lulusan Polisma yang sudah dikenal integritasnya.
