Indonesiandaily.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) bukan sekadar kampus yang mengukir prestasi akademik. Namanya kini melambung hingga ke benua Afrika setelah pemerintah Nigeria resmi menunjuk UNISMA Malang sebagai mitra strategis dalam pengembangan komoditas singkong.
Penunjukan ini bukan sekadar proyek bantuan teknis. Lebih dari itu, UNISMA Malang dipercaya untuk menjadi pusat alih teknologi, mulai dari hulu (pembibitan) hingga hilir (pengolahan industri). Ini adalah puncak dari reputasi global yang sudah dibangun Kampus Hijau ini bertahun-tahun.
Mengapa Nigeria “Melirik” UNISMA Malang?
Nigeria adalah produsen singkong terbesar di dunia, dengan produksi mencapai lebih dari 60 juta ton per tahun. Ironisnya, negara itu masih bergantung pada impor tapioka dan gandum karena keterbatasan teknologi pengolahan dan produktivitas lahan yang rendah.
Di sinilah UNISMA masuk. Kampus yang berbasis di Kota Malang ini memiliki rekam jejak panjang dalam riset singkong tahan kekeringan dan sistem agroforestri di lahan kritis Indonesia.
“Kami tidak hanya dianggap sebagai akademisi, tetapi sebagai problem solver,” ujar Rektor UNISMA Malanh Prof Junaidi PhD,
Apa Saja yang Diajarkan UNISMA ke Nigeria
Kepercayaan ini diwujudkan melalui program komprehensif yang mencakup beberapa bidang utama:
Pertama, Alih Teknologi Bibit Unggul UNISMA memperkenalkan varietas singkong unggul hasil riset internal yang tahan hama dan kekeringan, cocok untuk lahan marginal di Nigeria.
Kemudian Digital Farming dan Demplot, Kampus ini membangun lahan percontohan (demplot) di Negara Bagian Oyo dan Kogi. Lahan ini dilengkapi sistem irigasi hemat air dan sensor IoT (Internet of Things) untuk memantau nutrisi tanaman secara real-time.
Ketiga, Hilirisasi Industri: Inilah kunci utamanya. UNISMA Malang tidak hanya mengajari cara menanam, tetapi juga mengolah singkong menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti Modified Cassava Flour (MOCAF) sebagai pengganti gandum, bioetanol, pakan ternak, hingga plastik biodegradable.
“Kami bawa konsep bioindustri. Petani Nigeria tidak hanya jual umbi mentah, tetapi bisa memproduksi tepung sendiri,” tambahnya.
Bukan Sekadar Proyek, Ini Diplomasi Riset
Penunjukkan UNISMA Malang oleh Nigeria juga merupakan buah dari jaringan internasional yang telah dibangun kampus tersebut. Kampus Hijau ini memiliki afiliasi dengan Federation of the Universities of the Islamic World (FUIW), serta menjalin riset bersama dengan Wageningen University (Belanda) dan Universitas Hiroshima (Jepang) dalam bidang biosains pertanian.
“Kepercayaan dari Nigeria ini adalah bukti bahwa UNISMA Malang siap menjadi pusat unggulan dunia dalam riset rantai nilai singkong,” kata Rektor.
Dampak untuk Indonesia dan Afrika
Keberhasilan UNISMA Malang di Nigeria diharapkan membuka peluang lebih besar bagi produk riset dan teknologi Indonesia untuk ditembakkan ke pasar Afrika. Kerja sama ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi Selatan-Selatan (South-South Cooperation).
Ke depan, UNISMA Malang berencana memperluas program ini ke sektor energi terbarukan dari limbah singkong dan pengembangan kawasan food estate terintegrasi di beberapa negara Afrika lainnya.
