Prodi Keperawatan UMM Gelar Guest Lecture, Hadirkan Pakar dari Thailand Kupas Gagal Ginjal Kronis

Prodi Keperawatan UMM Gelar Guest Lecture, Hadirkan Pakar dari Thailand Kupas Gagal Ginjal Kronis

Indonesiandaily.com – Tren peningkatan angka penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi. Menyikapi hal tersebut, Program Studi (Prodi) Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Guest Lecture atau kuliah tamu bertaraf internasional.

Acara yang berlangsung secara daring dan luring ini berhasil menjaring antusiasme tinggi dari 350 peserta yang terdiri dari mahasiswa Keperawatan dan mahasiswa Profesi Ners FIKES UMM. Tidak tanggung-tanggung, Prodi Keperawatan UMM menghadirkan dua narasumber utama, yakni praktisi dari dalam negeri serta pakar dari Thailand untuk mengupas tuntas penanganan pasien gagal ginjal kronis.

 

Visi Global untuk Penyakit Tak Menular

Ketua Prodi Keperawatan UMM, Nur Aini, M.Kep., Ph.D.q, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi visi misi prodi untuk berkontribusi secara nyata dalam penanganan PTM.

“Jumlah penderita penyakit tidak menular, khususnya gagal ginjal kronis, saat ini melonjak drastis. Oleh karena itu, kami rutin menggelar kuliah tamu ini agar mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan wawasan langsung dari para pakar,” ujar Nur Aini dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/5/2026).

Greeting Lebaran Rddy Wahyono

Ia menambahkan, kuliah tamu ini menjadi salah satu jembatan bagi mahasiswa untuk memiliki wawasan global. “Kami selalu berupaya menghadirkan narasumber nasional dan internasional. Tujuannya, setelah lulus, mahasiswa kami siap bersaing di kancah global,” tegasnya.

 

Belajar dari Dua Pakar Sekaligus

Dalam kesempatan tersebut, Prodi Keperawatan UMM menghadirkan Ketua Pengurus Pusat Ikatan Perawatan Dialisis Indonesia (IPDI), Syamsul Bahri, M.Kep., serta akademisi dari Thailand, Dr. Surachal Maninet, RN.

Keduanya membawakan tema besar bertajuk “Chronic Kidney Disease: A Continuum of Care from Lifestyle to Dialysis Strengthening the Role of Nursing Care.” Tema ini dipilih untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa tentang pentingnya perawatan berkelanjutan, mulai dari perubahan gaya hidup hingga tindakan dialisis.

Para narasumber berbagi pengalaman klinis dan pendekatan terkini dalam merawat pasien gagal ginjal kronis, baik dari perspektif nasional maupun global. Dengan adanya sesi tanya jawab interaktif, mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dan solutif terhadap berbagai tantangan di lapangan.

 

Tak Sekadar Ilmu, tapi Juga Empati

Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, kuliah tamu ini diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa yang humanis. Nur Aini menekankan bahwa perkembangan teknologi yang pesat harus dibarengi dengan peningkatan empati dan kepedulian.

“Dengan belajar langsung dari Ketua Perawatan Hemodialisis, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga diharapkan mampu merawat pasien dengan penuh ketulusan. Perawatan yang mengedepankan humanis dan pendekatan holistik sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien,” jelasnya.

Pasalnya, lanjut Nur Aini, merawat pasien gagal ginjal kronis membutuhkan sentuhan yang komprehensif, baik secara fisik maupun psikologis. “Kami ingin lulusan kami menjadi perawat yang profesional, berwawasan global, dan memiliki hati yang peka terhadap penderitaan pasien,” pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Prodi Keperawatan UMM optimis dapat terus mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki perspektif global dan kepedulian sosial yang tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *