UNISMA Malang Dorong Siswa SMA Jadi Entrepreneur Lewat Budidaya Microgreen

UNISMA Malang Dorong Siswa SMA Jadi Entrepreneur Lewat Budidaya Microgreen

Indonesiandaily.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) terus berupaya meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia melalui program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar pelajar sekolah menengah.

Program tersebut digagas Prof. Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P., melalui hibah institusi UNISMA Malang dan dilaksanakan di SMA Islam Al Maarif Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan mengusung tema Membangun Generasi Cerdas Berjiwa Entrepreneur melalui Pengenalan Pendidikan Tinggi dan Teknologi Budidaya Microgreen.

Slider Ucapan HUT RI

Istirochah menjelaskan, pemilihan SMA Islam Al Maarif didasarkan pada adanya penurunan minat lulusan untuk melanjutkan studi, padahal sekolah tersebut selama ini termasuk penyumbang mahasiswa UNISMA Malang.

Dalam kegiatan itu, siswa tidak hanya diperkenalkan dengan dunia perguruan tinggi, tetapi juga dibekali keterampilan berwirausaha melalui budidaya microgreen.

Microgreen dipilih karena mudah dibudidayakan, tidak membutuhkan lahan luas, dan dapat ditanam di rumah dengan modal relatif kecil.

Tanaman ini dapat dipanen dalam waktu 7–14 hari dan memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibanding tanaman dewasanya.

Berbagai jenis tanaman seperti bayam, kangkung, dan kacang-kacangan dapat dibudidayakan sebagai microgreen, kecuali kelompok tanaman seperti tomat, cabai, dan terong.

Menurut Istirochah, modal awal budidaya juga cukup terjangkau, mulai dari tray seharga sekitar Rp14 ribu hingga benih yang dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp5 ribuan.

Ia menilai budidaya microgreen berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi siswa sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.

Antusiasme siswa pun tinggi. Awalnya hanya ditargetkan terbentuk satu kelompok budidaya, namun ternyata muncul empat kelompok yang siap menjadi pilot project.

Selain pelatihan teknis, Istirochah juga membagikan kisah perjuangannya menempuh pendidikan hingga menjadi profesor meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Ia pernah bekerja sebagai buruh cuci pakaian untuk membiayai kuliah sebelum akhirnya mendapatkan berbagai beasiswa hingga jenjang doktor.

Pengalaman tersebut dibagikan untuk memotivasi siswa agar tidak menjadikan kondisi ekonomi sebagai penghalang melanjutkan pendidikan.

Kegiatan juga menghadirkan mahasiswa penerima beasiswa UNISMA Malang yang berbagi pengalaman mengenai peluang studi dan berbagai program bantuan pendidikan.

Program pengabdian ini sekaligus menghasilkan kerja sama antara UNISMA Malang dan SMA Islam Al Maarif dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian, serta pengembangan sumber daya manusia.

Didukung hibah sebesar Rp9 juta, program tersebut juga menargetkan publikasi ilmiah dan penguatan jejaring kelembagaan antara sekolah dan perguruan tinggi.

Istirochah berharap kegiatan ini mampu mendorong lahirnya generasi muda yang berpendidikan, mandiri secara ekonomi, dan tertarik melanjutkan studi ke UNISMA Malang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *