UM Perkuat Peran Kampus Global Lewat UMiCamp 2026, Hadirkan 66 Peserta dari 29 Negara

UM Perkuat Peran Kampus Global Lewat UMiCamp 2026, Hadirkan 66 Peserta dari 29 Negara

Indonesiandaily.com – Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi berwawasan global melalui UM International Camp (UMiCamp) 2026.

Program internasional tersebut mempertemukan 66 peserta dari 29 negara dalam rangkaian kegiatan budaya, sosial, dan interaksi lintas budaya selama sepekan.

UMiCamp 2026 ditutup melalui Closing Ceremony di Graha Cakrawala UM, Minggu (23/8/2026). Program ini menjadi salah satu ruang bagi UM untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus memperluas jejaring internasional.

Slider Ucapan HUT RI

Melalui UMiCamp, UM menghadirkan pengalaman belajar yang tidak terbatas di ruang kelas. Peserta diajak berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengenal budaya lokal, serta bertukar perspektif dengan peserta dari berbagai negara.

Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., menegaskan UMiCamp tidak dirancang sebagai kegiatan wisata semata.

Menurutnya, UM menjadikan program tersebut sebagai ruang untuk membangun koneksi lintas budaya secara nyata. Peserta didorong untuk saling mengenal dan memahami perbedaan melalui pengalaman bersama.

“UM Summer Camp selalu lebih dari sekadar program musim panas atau pariwisata. Ini adalah ruang untuk membangun koneksi lintas budaya yang nyata,” ujar Prof. Munjin.

UM Bangun Pengalaman Belajar Global

Selama UMiCamp 2026, UM mengemas berbagai aktivitas yang mempertemukan peserta dengan budaya dan kehidupan masyarakat Malang.

Peserta tidak hanya mengenal budaya Indonesia. Mereka juga mendapatkan kesempatan berbagi cerita, tradisi, pengalaman, dan perspektif dari negara masing-masing.

Konsep tersebut membuat UMiCamp menjadi bagian dari upaya UM menghadirkan pembelajaran lintas budaya. Perbedaan latar belakang justru menjadi kekuatan untuk memperluas wawasan peserta.

Salah satu peserta asal Suriname, Silsyano Soerianto Modiwirijo, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti program yang diselenggarakan UM tersebut.

Kegiatan beach clean-up menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan. Aktivitas tersebut mengajarkan pentingnya kerja sama sekaligus memperlihatkan bahwa interaksi lintas budaya dapat dibangun melalui kegiatan sederhana.

Menurut Silsyano, perbedaan bahasa dan budaya tidak menghalangi peserta untuk berinteraksi.

“Kita tidak membutuhkan banyak hal untuk bersenang-senang bersama. Meskipun ada peserta dari Jepang, Tiongkok, negara-negara Arab, dan berbagai negara lainnya, kami tetap bisa memahami satu sama lain, bahkan hanya dengan menari bersama,” ungkapnya.

UM Perluas Jejaring Internasional

Peserta asal Ethiopia, Moh. Ibrahim, juga merasakan pengalaman berbeda selama mengikuti UMiCamp 2026.

Ia awalnya mengira program tersebut hanya menjadi kegiatan selama tujuh hari. Namun, rangkaian kegiatan yang disiapkan UM membuatnya memperoleh pengalaman lebih mendalam.

Ibrahim mengikuti berbagai aktivitas budaya, mulai dari membatik hingga mengenal makanan tradisional Indonesia. Ia juga mendapat kesempatan tinggal bersama keluarga masyarakat lokal.

Pengalaman tersebut membuat Ibrahim dapat melihat kehidupan masyarakat Malang secara lebih dekat. Menurutnya, pengalaman tersebut sulit diperoleh jika hanya berkunjung sebagai wisatawan.

“Bahasa bukanlah penghalang. Yang terpenting adalah keterbukaan untuk belajar dan kesediaan untuk saling memahami,” jelas Ibrahim.

Melalui UMiCamp, UM tidak hanya memperkenalkan kampus dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. Program ini sekaligus menjadi strategi memperluas jejaring akademik dan hubungan antarmasyarakat dari berbagai negara.

Kehadiran 66 peserta dari 29 negara menunjukkan semakin terbukanya UM sebagai ruang perjumpaan internasional. Interaksi yang terbangun selama program diharapkan dapat berkembang menjadi jejaring dan kolaborasi di masa mendatang.

Selaras dengan SDGs

UMiCamp 2026 juga mendukung komitmen UM terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Program ini sejalan dengan SDGs poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran lintas budaya dan pengayaan pengalaman peserta.

Selain itu, UMiCamp mendukung SDGs poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring, pertukaran budaya, dan kolaborasi internasional.

Bagi UM, UMiCamp menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kampus yang semakin terbuka terhadap dunia internasional.

Lebih dari sekadar program musim panas, UMiCamp menjadi ruang bagi UM untuk mempertemukan keberagaman, memperkuat jejaring global, serta menghadirkan pengalaman pendidikan yang kolaboratif dan inklusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *