UM Perkuat Kompetensi Guru Sekolah Indonesia Davao Filipina Lewat Deep Learning dan PjBL

UM Perkuat Kompetensi Guru Sekolah Indonesia Davao Filipina Lewat Deep Learning dan PjBL

Indonesiandaily.com – Penguatan kompetensi guru menjadi perhatian Universitas Negeri Malang (UM) hingga ke sekolah Indonesia di luar negeri. Melalui tim dosen Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG), UM menggelar pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran berbasis Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning di Sekolah Indonesia Davao (SID), Filipina.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional tersebut berlangsung Jumat, 25 September 2026. Para guru SID Davao mengikuti pelatihan yang merupakan bagian dari Hibah Pengabdian PPG UM Tahun 2026 tersebut secara aktif.

Pelatihan tidak hanya berisi penyampaian materi. Guru juga diajak mempraktikkan langsung penyusunan perangkat pembelajaran agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan sesuai kebutuhan siswa di kelas.

Membawa Pembelajaran Lebih Dekat dengan Dunia Nyata 

Kepala Sekolah Indonesia Davao, Dr. Siti Maspupah, M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, akses terhadap informasi mengenai pembelajaran mendalam di Davao masih belum sebanyak di Indonesia.

Kehadiran dosen PPG UM, kata dia, menjadi kesempatan bagi para guru untuk memperoleh pembaruan wawasan sekaligus bertukar pengalaman mengenai strategi pembelajaran.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperluas akses pengembangan profesional guru Indonesia yang bertugas di luar negeri.

Salah satu materi disampaikan Dr. Muhammad Alfan, S.Pd., M.Pd., mengenai konsep dasar Deep Learning dalam pengembangan kompetensi siswa.

Ia menjelaskan bahwa Deep Learning tidak sebatas aktivitas menghafal materi. Pendekatan tersebut mendorong siswa memahami persoalan, menganalisis informasi, serta menghasilkan solusi terhadap permasalahan nyata.

Guru juga diajak merancang pertanyaan pemantik dan aktivitas yang dapat mengembangkan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Dengan cara tersebut, siswa diharapkan tidak hanya menerima informasi, tetapi aktif berpikir dan mengolah pengetahuan.

Guru Berlatih Menyusun Pembelajaran Berbasis Proyek 

Materi berikutnya disampaikan Fatiya Rosyida, S.Pd., M.Pd., mengenai penyusunan perangkat pembelajaran berbasis Project-Based Learning atau PjBL.

Dalam pendekatan ini, siswa ditempatkan sebagai subjek aktif yang belajar melalui proses pengerjaan proyek hingga menghasilkan karya atau produk.

Para guru berlatih menyusun tahapan PjBL, mulai dari menentukan pertanyaan esensial, merancang aktivitas proyek, membuat jadwal, hingga menyiapkan instrumen penilaian autentik.

Pemilihan proyek juga diarahkan agar berkaitan dengan kehidupan nyata siswa. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi memiliki hubungan dengan persoalan dan pengalaman yang mereka temui sehari-hari.

Pelatihan kemudian diperkuat dengan materi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang disampaikan Dedi Prestiadi, S.Pd.I., M.Pd.

AI diperkenalkan sebagai alat bantu yang dapat digunakan guru untuk mempercepat sejumlah pekerjaan pembelajaran, seperti menyusun modul ajar, membuat soal berbasis HOTS, hingga menyiapkan bahan presentasi.

Namun, AI tetap ditempatkan sebagai alat bantu. Guru tetap menjadi pihak yang menentukan tujuan pembelajaran, menilai kesesuaian materi, serta memastikan hasil yang dihasilkan teknologi sesuai dengan kebutuhan pedagogis siswa.

Dari Materi Langsung Dipraktikkan 

Setelah sesi materi, para guru tidak berhenti pada diskusi. Mereka langsung mempraktikkan penyusunan perangkat pembelajaran dengan menggabungkan konsep Deep Learning, PjBL, dan pemanfaatan AI sesuai mata pelajaran masing-masing.

Sesi tersebut dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu Mochammad Rizal Ramadhan, S.Pd.I., M.Pd. Para peserta berbagi pengalaman sekaligus membahas kendala yang mungkin muncul ketika strategi pembelajaran tersebut diterapkan di kelas.

Proses praktik dan diskusi menjadi ruang bagi guru untuk menguji kembali pemahaman mereka. Masukan dari peserta lain juga membantu memperkaya alternatif penyelesaian terhadap persoalan pembelajaran.

Kegiatan ditutup dengan refleksi dan self-assessment. Para guru memetakan pemahaman yang diperoleh sekaligus menyusun langkah tindak lanjut yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.

Dengan pola tersebut, pelatihan diarahkan tidak sekadar menghasilkan pemahaman baru, tetapi juga mendorong perubahan pada praktik pembelajaran di kelas.

Memperkuat Pendidikan Indonesia di Luar Negeri 

Pengabdian internasional UM di Sekolah Indonesia Davao juga memiliki kaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui peningkatan kapasitas guru, kegiatan ini mendukung penguatan pengetahuan dan keterampilan pendidik dalam merancang pembelajaran yang bermakna dan kontekstual.

Kolaborasi UM dan SID Davao sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan Indonesia di luar negeri.

Bagi UM, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan kapasitas pendidik. Sementara bagi SID Davao, kolaborasi tersebut memberikan akses terhadap wawasan dan praktik pembelajaran yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan sekolah.

Kerja sama lintas negara ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Penguatan kompetensi guru dan pertukaran praktik pembelajaran menjadi modal penting untuk menghadirkan pendidikan Indonesia yang terus berkembang, termasuk bagi siswa Indonesia yang belajar di Filipina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *