UM Kembangkan S2 Sains Data dan AI, Mahasiswa Disiapkan Pecahkan Persoalan Nyata

UM Kembangkan S2 Sains Data dan AI, Mahasiswa Disiapkan Pecahkan Persoalan Nyata

Indonesiandaily.com – Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan Program Studi S2 Sains Data dan Kecerdasan Buatan (AI) untuk menyiapkan tenaga ahli yang mampu mengolah data menjadi solusi atas berbagai persoalan nyata. Mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga diarahkan mengembangkan riset yang relevan dengan kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan industri.

Program studi di bawah Departemen Teknik Elektro dan Informatika (DTEI) UM tersebut telah memulai perkuliahan angkatan pertama. Pengembangannya difokuskan pada penguatan kompetensi analisis data, kecerdasan buatan, pemodelan, serta kemampuan penelitian.

Ketua Program Studi S2 Sains Data dan Kecerdasan Buatan UM, Dr. Eng. Ir. Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T., mengatakan penguasaan teknologi perlu disertai kemampuan memahami masalah dan menghasilkan analisis yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

“ Kita membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu mengolah dan menganalisis data, tetapi juga menghasilkan wawasan untuk mendukung pengambilan keputusan,” ujar Didik dalam wawancara di Fakultas Teknik UM, Kamis (15/10).

Riset AI Diarahkan ke Persoalan Nyata

UM menempatkan pendidikan, kesehatan, dan industri sebagai tiga bidang utama penerapan sains data dan kecerdasan buatan. Ketiganya dipilih sebagai ruang pengembangan riset agar mahasiswa dapat menghubungkan metode ilmiah dengan kebutuhan di lapangan.

Di sektor pendidikan, misalnya, analisis data dapat digunakan untuk membaca pola belajar siswa dan mengidentifikasi kebutuhan dukungan pembelajaran. Di bidang kesehatan, data biomedis dan klinis berpotensi mendukung penelitian serta pengembangan layanan kesehatan.

Sementara itu, sektor industri membuka peluang pemanfaatan AI dan analisis data untuk meningkatkan efisiensi operasional hingga mengoptimalkan rantai pasok.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu merumuskan persoalan penelitian, memilih metode yang sesuai, dan mengembangkan solusi berdasarkan karakteristik data serta kebutuhan pengguna. Publikasi ilmiah juga menjadi salah satu luaran yang didorong dalam kegiatan penelitian.

Gabungkan Informatika, Matematika, dan Statistika

Untuk membangun kemampuan tersebut, kurikulum S2 Sains Data dan Kecerdasan Buatan UM mengintegrasikan tiga bidang keilmuan, yakni informatika, matematika, dan statistika.

Informatika menjadi dasar komputasi dan pengembangan algoritma. Matematika mendukung pemodelan serta optimasi, sedangkan statistika membantu mahasiswa menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengukur ketidakpastian.

Integrasi ketiganya diperlukan agar mahasiswa tidak hanya mampu menjalankan perangkat AI, tetapi juga memahami proses di balik model yang digunakan serta menilai hasil analisis secara ilmiah.

Penguatan kompetensi itu turut didukung pengembangan jejaring akademik dan kerja sama dengan dunia industri. Program studi tersebut telah menginisiasi kolaborasi dengan sejumlah institusi dalam negeri serta menjajaki kemitraan dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM), terutama untuk riset dan pertukaran dosen.

“Kami ingin membangun ekosistem pembelajaran dan penelitian yang terhubung dengan perguruan tinggi lain serta dunia industri,” kata Didik.

Siapkan Dukungan Komputasi untuk Penelitian

Selain kurikulum dan kolaborasi, UM juga memperkuat dukungan teknologi untuk menunjang kegiatan akademik. Saat ini, mahasiswa dan peneliti memanfaatkan layanan komputasi awan untuk pengolahan data serta pengembangan model kecerdasan buatan.

Ke depan, pengadaan server komputasi mandiri direncanakan untuk melengkapi sumber daya yang tersedia. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan penelitian seiring berkembangnya kompleksitas pengolahan data dan pengembangan model AI.

Penguatan fasilitas menjadi salah satu bagian dari upaya membangun lingkungan riset yang memadai. Terlebih, penelitian sains data dan kecerdasan buatan membutuhkan dukungan komputasi yang sesuai dengan karakteristik data serta metode yang digunakan.

Lulusan program ini diharapkan memiliki peluang berkarier sebagai peneliti, akademisi, maupun tenaga ahli di sektor industri. Bekal tersebut juga membuka jalan bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral.

Pengembangan program studi ini sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Ke depan, UM akan memfokuskan pengembangan pada peningkatan mutu pembelajaran, penyesuaian kurikulum terhadap kemajuan AI, serta perluasan jejaring riset. Melalui langkah tersebut, UM berupaya menyiapkan talenta yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan solusi berbasis data bagi kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *