Tim Tapak Suci Mahasiswa UMM Raih Juara 1 di Kompetisi Internasional Pencak Silat

Tim Tapak Suci Mahasiswa UMM Raih Juara 1 di Kompetisi Internasional Pencak Silat

Indonesiandaily.com – Tim Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memborong delapan gelar juara pertama dalam ajang 4th International Indonesia Open 2026. Delapan mahasiswa UMM berhasil menempati posisi tertinggi di kategori seni dan tanding. Dalam kompetisi pencak silat internasional yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, pada 16–22 September 2026.

Prestasi tersebut diraih setelah para atlet menjalani latihan intensif sejak akhir Juli 2026. Persiapan meliputi penguatan teknik, ketahanan fisik, kemampuan aerobik. Hingga kesiapan mental untuk menghadapi pesilat dari berbagai daerah dan latar belakang kemampuan.

Salah satu atlet UMM, Kelvin Putra Mahendra, mengungkapkan bahwa tim menjalani latihan rutin dua kali sehari dengan intensitas tinggi. Latihan tanding juga dilakukan untuk mengukur kemampuan sekaligus membangun keberanian menghadapi lawan.

“Latihan sudah dimulai sejak akhir Juli 2026 untuk mengasah kemampuan fisik maupun aerobik atlet,” ujar Kelvin.

Delapan Mahasiswa UMM Kuasai Kategori Seni dan Tanding 

Delapan gelar juara pertama tersebut diraih melalui penampilan mahasiswa di dua kategori pertandingan. Pada kategori seni, Nurmalita Aulia menjadi juara pertama seni tunggal putri.

Sementara itu, Balqies Al Mulkiyah dan Rosydatul Hasanah meraih juara pertama seni ganda putri. Gelar serupa di sektor seni ganda putra diraih M. Azwin Kurniawan dan Muhammad Allam Imaddudin Zaki.

Pada kategori tanding, Nurdin Doni Tupen Al-Rusli meraih juara pertama kelas F putra. Kelvin Putra Mahendra menjadi yang terbaik di kelas G putra, sedangkan Jeryfer Rinda Salshabilla meraih juara pertama kelas D putri.

Capaian ini menunjukkan kontribusi mahasiswa UMM dalam dua aspek pencak silat. Yakni keterampilan seni yang menuntut ketepatan gerak dan kekompakan. Serta pertandingan tanding yang menguji teknik, fisik, dan strategi.

Persaingan Internasional Menguji Mental Atlet 

Ajang 4th International Indonesia Open diselenggarakan oleh PERSILAT bersama Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Kompetisi ini diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia dini hingga dewasa, dengan kategori festival, seni, dan tanding.

Bagi Kelvin, bertanding di ajang internasional bukan sekadar mengejar gelar juara. Kehadiran pesilat dengan kemampuan yang beragam menjadi tantangan untuk menjaga konsentrasi, menyesuaikan strategi, dan mengatasi tekanan selama pertandingan.

“Banyak atlet yang keren dan jago. Saya juga harus menyesuaikan diri dari segi mental dan berani menerobos rintangan,” katanya.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan atlet, terutama dalam membangun kepercayaan diri dan kesiapan menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang berbeda.

Dukungan Kampus untuk Prestasi Mahasiswa

Keberhasilan tim Tapak Suci UMM juga mendapat dukungan dari kampus, baik secara moral maupun material. Kepala Biro Kemahasiswaan UMM, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., IPM., bahkan hadir langsung di Jakarta untuk memberikan semangat kepada para atlet.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan di luar kegiatan akademik. Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengasah keterampilan olahraga, membangun kedisiplinan, dan menguji kemampuan melalui kompetisi.

Delapan gelar juara pertama di ajang internasional ini diharapkan menjadi motivasi bagi anggota Tapak Suci UMM untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengikuti kejuaraan berikutnya. Prestasi tersebut sekaligus menambah kontribusi mahasiswa UMM dalam membawa nama kampus melalui olahraga pencak silat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *