Indonesiandaily.com – Waktu latihan hanya tiga hari tak menyurutkan semangat 14 mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk bersaing di lapangan rugby. Mewakili Kota Malang, mereka berhasil meraih juara tiga kategori 10’s dalam kejuaraan Surabaya Rising Champion di Surabaya, Rabu (7/10/2026).
Pencapaian ini menjadi pengalaman berharga bagi tim yang masih harus beradaptasi dengan aturan dan teknik dasar rugby. Minimnya jam terbang justru menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk belajar, membangun kekompakan, dan menguji kemampuan dalam kompetisi tingkat Jawa Timur.
Salah satu pemain, Nakhlah Nauval, mengatakan tim baru menjalani persiapan pada Minggu hingga Selasa sebelum pertandingan. Pada hari pertama, mereka masih mengenal karakter permainan rugby. Latihan kemudian ditingkatkan dengan mempelajari teknik mengoper, merebut bola, hingga memahami cara mencetak poin.
“Latihannya sebentar banget, cuma Minggu, Senin, dan Selasa. Hari pertama masih pengenalan, sedangkan Senin dan Selasa mulai latihan intensif,” ungkapnya.
Kekompakan Jadi Modal di Lapangan
Di tengah keterbatasan waktu, para pemain mengandalkan kedekatan yang telah terbangun melalui aktivitas perkuliahan dan olahraga bersama. Kebiasaan bermain, berlatih mengoper bola, serta melakukan evaluasi sederhana membantu mereka membangun koordinasi ketika pertandingan berlangsung.
Dalam kompetisi yang diikuti 10 tim tersebut, perwakilan Kota Malang menjalani sejumlah pertandingan pada fase grup sebelum mengamankan posisi ketiga. Mereka memastikan capaian itu setelah mengalahkan tim Surabaya dalam laga perebutan tempat ketiga.
Nauval mengakui, pertandingan pertama menjadi tantangan karena para pemain masih beradaptasi dengan aturan dan situasi permainan. Namun, pengalaman bertanding membantu mereka memahami alur permainan dan memperbaiki penerapan strategi.
“Awalnya kami masih bingung dengan beberapa aturan saat pertandingan berlangsung. Namun, kami belajar langsung di lapangan,” jelasnya.
Prestasi Menjadi Awal Pembinaan Rugby
Selain mengandalkan kekompakan, tim mendapat dukungan kampus berupa fasilitas latihan tanpa biaya pelatih, konsumsi, serta bantuan kebutuhan selama mengikuti kejuaraan. Dukungan tersebut membantu mahasiswa menjalani persiapan hingga menyelesaikan pertandingan.
Ketua Program Studi PKO UMM, Frendy Aru Fantiro, M.Pd., mengapresiasi perjuangan mahasiswa yang membawa nama Kota Malang dalam kompetisi tersebut.
Ia berharap capaian ini tidak berhenti sebagai prestasi di satu kejuaraan, tetapi menjadi awal pembinaan rugby yang berkelanjutan. Mahasiswa juga diharapkan dapat mengenalkan olahraga tersebut kepada generasi muda di daerah asal masing-masing.
Dengan begitu, pengalaman bertanding tidak hanya menambah kemampuan para pemain, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya atlet rugby baru. Bagi tim PKO UMM, podium ketiga menjadi pijakan awal untuk memperkuat kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.



