Polinema Dampingi POS PAUD Asparaga Susun Safety Plan, Perkuat Keselamatan Lingkungan Belajar

Polinema Dampingi POS PAUD Asparaga Susun Safety Plan, Perkuat Keselamatan Lingkungan Belajar

Indonesiandaily.com – Keselamatan lingkungan belajar menjadi perhatian tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Malang (Polinema). Tim memberikan pendampingan kepada pengelola dan tenaga pendidik POS PAUD Asparaga RW 06 Merjosari, Kota Malang, untuk membangun sistem keselamatan yang lebih terstruktur.

Tim PkM Polinema terdiri atas Moch. Khamim sebagai ketua pelaksana, dibantu Mohamad Zenurianto, RA. Mariyana, dan Roland Gasenda Suryaningrat.

Pendampingan tersebut diarahkan pada penyusunan Safety Plan yang disesuaikan dengan kondisi gedung, area bermain, serta aktivitas pembelajaran di POS PAUD Asparaga.

Slider Ucapan HUT RI

Langkah ini dinilai penting karena lingkungan pendidikan anak usia dini memiliki karakteristik risiko yang berbeda. Anak-anak membutuhkan ruang belajar dan bermain yang tidak hanya nyaman, tetapi juga aman dari berbagai potensi bahaya.

Petakan Potensi Bahaya

Berdasarkan pengamatan awal, tim PkM masih menemukan sejumlah potensi risiko keselamatan di lingkungan POS PAUD Asparaga.

Di dalam gedung, misalnya, terdapat lantai licin, sudut tajam pada sejumlah perabot, serta penataan peralatan belajar yang belum sepenuhnya mempertimbangkan aspek keselamatan anak.

Keterbatasan rambu keselamatan juga menjadi salah satu perhatian. Sementara di area luar ruang, ditemukan permukaan tanah yang tidak rata dan peralatan bermain yang belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan.

Pembatasan area aman bagi anak juga dinilai masih perlu dioptimalkan. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi tim PkM untuk menyusun langkah pengendalian risiko secara lebih sistematis.

Selain kondisi fisik, kesiapsiagaan pengelola dan tenaga pendidik turut menjadi perhatian. Sebelum pendampingan, POS PAUD Asparaga belum memiliki dokumen Safety Plan tertulis dan terstruktur.

Pemahaman mengenai identifikasi bahaya, penilaian risiko, hingga prosedur menghadapi keadaan darurat masih banyak mengandalkan pengalaman lapangan.

Padahal, kesiapan tersebut sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai kondisi darurat. Mulai dari kecelakaan ringan, kebakaran, hingga potensi bencana lingkungan.

Libatkan Pengelola dan Pendidik

Tim PkM Polinema menggunakan pendekatan Participatory Action Learning dalam kegiatan tersebut. Pendekatan ini memadukan penyuluhan, bimbingan teknis, pendampingan, praktik penyusunan dokumen, simulasi, dan evaluasi.

Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis. Mereka juga dilibatkan secara langsung untuk menyusun Safety Plan berdasarkan kondisi nyata di lingkungan POS PAUD Asparaga.

Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pengelola. Selanjutnya, tim melakukan survei lapangan dengan mengamati ruang kelas, area bermain, akses keluar-masuk bangunan, instalasi listrik, ventilasi, dan pencahayaan.

Tim juga memeriksa ketersediaan sarana keselamatan. Di antaranya Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), rambu keselamatan, serta jalur evakuasi.

Hasil observasi kemudian digunakan untuk melakukan identifikasi potensi bahaya atau hazard identification yang dapat mengancam peserta didik, tenaga pendidik, maupun pengunjung.

Dari Identifikasi Risiko hingga Simulasi

Bimbingan teknis dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan demonstrasi. Materinya mencakup konsep dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hingga penerapan budaya keselamatan di satuan pendidikan anak usia dini.

Peserta juga mendapatkan pemahaman tentang identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta pengendalian risiko berdasarkan hierarki pengendalian.

Materi lainnya meliputi prosedur tanggap darurat, penyusunan jalur evakuasi dan titik kumpul, penggunaan APAR dan peralatan P3K, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) keadaan darurat.

Pendampingan penyusunan dokumen menjadi bagian utama kegiatan. Tim membantu pengelola dan tenaga pendidik menyusun Safety Plan berdasarkan hasil identifikasi kondisi bangunan dan aktivitas pembelajaran.

Dokumen tersebut mencakup profil bangunan dan lingkungan, kebijakan keselamatan, struktur organisasi tanggap darurat, identifikasi potensi bahaya, serta analisis tingkat risiko menggunakan matriks risiko.

Safety Plan juga memuat pengendalian risiko, prosedur keadaan darurat, jalur evakuasi, titik kumpul, rambu keselamatan, prosedur penggunaan APAR, pertolongan pertama, hingga daftar peralatan keselamatan.

Bangun Budaya Keselamatan

Melalui proses tersebut, tim PkM Polinema mendorong pemahaman bahwa keselamatan bukan sekadar menyediakan APAR atau kotak P3K.

Keselamatan membutuhkan sistem yang jelas, prosedur yang mudah dipahami, pembagian tanggung jawab, serta kesiapsiagaan seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pendidikan.

Efektivitas kegiatan kemudian dievaluasi melalui analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil pre-test dan post-test digunakan untuk melihat peningkatan pemahaman peserta.

Sementara hasil observasi dan wawancara menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan pendampingan.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi POS PAUD Asparaga dalam membangun budaya keselamatan secara berkelanjutan.

Dengan tersusunnya Safety Plan sesuai kondisi lingkungan, pengelola dan tenaga pendidik memiliki pedoman untuk mengidentifikasi serta mengendalikan risiko.

Lebih jauh, sistem tersebut diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Lingkungan belajar pun dapat menjadi lebih aman, nyaman, dan kondusif.

Pada akhirnya, penerapan Safety Plan diharapkan memberikan perlindungan lebih baik bagi anak-anak saat belajar dan bermain di POS PAUD Asparaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *