Magang di Daihatsu Kyushu, Mahasiswa UMM Kenali Teknologi Manufaktur Jepang

Magang di Daihatsu Kyushu, Mahasiswa UMM Kenali Teknologi Manufaktur Jepang

Indonesiandaily.com – Sepuluh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapat kesempatan mempelajari teknologi manufaktur otomotif Jepang melalui program magang selama satu tahun di Daihatsu Kyushu. Mereka tidak hanya mengenal proses produksi kendaraan, tetapi juga mempelajari standar kerja, kedisiplinan, dan budaya industri di Negeri Sakura.

Peserta program Daihatsu Kyushu Jepang Batch 2 ini merupakan mahasiswa angkatan 2023 yang terdiri atas lima mahasiswa Program Studi Teknik Mesin dan lima mahasiswa Teknik Industri. Mereka diberangkatkan pada 22 Juni untuk menjalani pengalaman kerja langsung di lingkungan industri otomotif internasional.

Program ini memberi mahasiswa kesempatan memahami proses manufaktur dari dekat, mulai dari pengelasan kerangka mobil hingga perakitan komponen dan pengecatan bodi kendaraan.

Mengenal Teknologi Produksi Mobil Jepang

Selama magang, sepuluh mahasiswa UMM ditempatkan di tiga divisi utama, yakni welding (pengelasan), assembly (perakitan), dan painting (pengecatan).

Di divisi welding, mahasiswa mengenal proses pengelasan kerangka mobil yang telah menggunakan teknologi robotik. Mereka membantu menyiapkan penempatan komponen serta memastikan ketersediaan stok produksi.

Sementara itu, divisi assembly menangani proses perakitan komponen kendaraan. Adapun divisi painting berfokus pada tahap pengecatan bodi mobil.

Pengalaman tersebut membantu mahasiswa memahami keterkaitan setiap tahapan produksi dalam industri otomotif. Mereka juga dapat melihat bagaimana teknologi, ketepatan prosedur, dan koordinasi antardivisi mendukung kelancaran proses manufaktur.

Salah satu peserta dari Program Studi Teknik Mesin, Naufal Zuhdi ‘Athallah, mengatakan keinginannya merasakan langsung lingkungan kerja internasional menjadi alasan utama mengikuti program tersebut.

Informasi mengenai kesempatan magang itu pertama kali diperolehnya melalui brosur yang dibagikan pihak jurusan.

“Kalau saya pribadi, motivasi utamanya adalah mencari pengalaman baru, terutama merasakan langsung bagaimana bekerja di luar negeri,” ungkap Naufal.

Pelatihan Sebelum Terjun ke Lini Produksi

Sebelum menjalankan tugas di masing-masing divisi, para peserta mengikuti orientasi dan pelatihan selama dua hingga tiga minggu. Kegiatan ini memadukan pembelajaran di kelas dengan praktik langsung di lapangan.

Tahap persiapan tersebut membantu mahasiswa mengenali standar operasional perusahaan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja manufaktur.

Dari sisi akademik, UMM memberikan pendampingan dosen untuk mendukung proses pembelajaran serta konversi satuan kredit semester (SKS). Adapun pengurusan dokumen keberangkatan difasilitasi oleh lembaga pendamping program.

Dukungan ini menjadi bagian penting agar pengalaman kerja di luar negeri tetap terhubung dengan proses pembelajaran mahasiswa di perguruan tinggi.

Bahasa Jepang dan Etos Kerja Jadi Bekal

Selain keterampilan teknis, kemampuan berbahasa Jepang menjadi bekal penting bagi mahasiswa selama menjalani magang. Komunikasi yang baik diperlukan untuk memahami instruksi atasan, berkoordinasi dengan rekan kerja, serta mengikuti prosedur keselamatan.

Naufal menilai, penguasaan bahasa membantu mahasiswa menjalankan tugas dengan tepat dan mengurangi risiko kesalahan saat bekerja.

“Kemampuan bahasa Jepang sangat penting agar kami bisa memahami instruksi atasan dengan tepat dan tidak melakukan kesalahan saat bekerja,” jelasnya.

Bagi Naufal, pengalaman magang di Jepang bukan sekadar kesempatan mengenal industri otomotif di luar negeri. Program ini juga menjadi proses belajar membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja yang berbeda.

Ia pun mengajak mahasiswa lain agar tidak ragu mengambil kesempatan untuk mengembangkan kompetensi di tingkat internasional.

“Jangan pernah takut mencoba hal baru. Magang di Jepang bukan sekadar bekerja, tetapi juga proses belajar membangun kedisiplinan, tanggung jawab, cara menghargai waktu, serta memahami etos kerja yang berbeda dari Indonesia,” pungkasnya.

Pengalaman di Daihatsu Kyushu diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa UMM untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif, baik di industri nasional maupun internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *