Indonesiandaily.com – Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Universitas Islam Malang (UNISMA) memperluas kontribusinya kepada masyarakat melalui sejumlah program pengabdian di Dusun Boro Kidul dan Boro Jabung Kabupaten Malang.
Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Surya Sari Faradiba, S.Si., M.Pd., mahasiswa Program Studi Peternakan tersebut menjalankan kegiatan yang menyentuh berbagai sektor. Mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial budaya, lingkungan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Rangkaian kegiatan itu menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Program tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan untuk membantu kebutuhan warga secara praktis.
Bantu Pelayanan Posyandu
Pada bidang kesehatan, mahasiswa KSM-T UNISMA terlibat dalam pendampingan kegiatan Posyandu di kediaman Ibu Ngatita, wilayah RW 6.
Kegiatan tersebut melayani pemeriksaan kesehatan balita dan lansia. Mahasiswa membantu kader dalam berbagai kebutuhan administrasi pelayanan.
Tugas yang dilakukan antara lain mencatat kehadiran warga, membantu pengisian buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta merekap data hasil pemeriksaan fisik.
Kehadiran mahasiswa membantu mengurangi beban kerja kader Posyandu. Alur pelayanan pun dapat berlangsung lebih tertib, cepat, dan efisien.
Gunakan Storytelling dalam Pembelajaran SKI
Kontribusi mahasiswa juga menyasar pendidikan formal. M. Atho Murtadho mengampu mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MI Roudotul Jannah, Boro Kidul RW 7.
Dalam proses pembelajaran, ia menggunakan metode storytelling agar materi sejarah lebih mudah dipahami siswa.
Salah satu materi yang disampaikan adalah perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW yang penuh tantangan dan rintangan.
Melalui metode tersebut, pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman sejarah. Siswa juga diajak mengambil nilai keteladanan dari sifat Rasulullah, seperti pantang menyerah, sabar, dan teguh dalam menjalankan keyakinan.
Perdalam Tajwid di TPQ
Pengabdian di bidang pendidikan berlanjut di sektor keagamaan nonformal. Mahasiswa turut mengajar di TPQ Al Ikhsan yang diasuh Ibu Ika.
Pembelajaran difokuskan pada pendalaman ilmu tajwid. Salah satu materi yang diberikan adalah hukum bacaan Idgham Bilaghunnah.
Metode pembelajaran memadukan teori dengan praktik langsung melalui talaqqi. Mahasiswa menjelaskan kaidah bacaan, memberikan contoh pelafalan, kemudian mengarahkan santri untuk menirukannya secara berulang.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk membantu santri memahami hukum bacaan sekaligus memperbaiki ketepatan makharijul huruf.
Baur dengan Warga Lewat Hadrah Al Banjari
Di luar ruang pendidikan, mahasiswa KSM-T juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan sosial dan budaya.
Mahasiswa terlibat dalam latihan kesenian hadrah Al Banjari bersama pemuda, santri, dan warga setempat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Keterlibatan sebagai penabuh rebana menjadi cara mahasiswa membaur dengan masyarakat. Interaksi tersebut sekaligus membuka ruang silaturahmi dengan pemuda, tokoh masyarakat, dan warga Dusun Boro Jabung.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan budaya Islami yang berkembang di tengah masyarakat.
Siapkan Percontohan Pupuk Kompos
Kepedulian terhadap lingkungan turut menjadi bagian dari program KSM-T. Mahasiswa terlibat dalam pembuatan sampel pupuk kompos organik sebagai bahan percontohan bagi masyarakat.
Proses pembuatan kompos dilakukan melalui pengadukan rutin setiap pekan menggunakan cangkul pada tumpukan bahan baku.
Pengadukan menjadi tahap penting dalam proses pengomposan. Langkah tersebut membantu menjaga sirkulasi udara dan kelembapan sehingga proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme dapat berlangsung lebih optimal.
Sampel pupuk selanjutnya dipersiapkan untuk diperkenalkan dalam kegiatan penyuluhan pertanian.
Melalui percontohan tersebut, warga diharapkan dapat memahami proses pembuatan pupuk organik dan menerapkannya secara mandiri.
Bantu Promosi UMKM Lokal
Upaya penguatan ekonomi masyarakat juga mendapat perhatian. M. Atho Murtadho membantu salah satu pelaku UMKM kuliner lokal melalui pembuatan dan pemasangan media promosi berupa banner.
Banner tersebut berfungsi sebagai penunjuk arah sekaligus identitas usaha. Pemasangannya diharapkan membuat lokasi usaha lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.
Langkah tersebut menjadi bagian awal penguatan identitas fisik UMKM sebelum pengembangan pemasaran diarahkan ke kanal digital.
Pengabdian yang Menyentuh Banyak Sektor
Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan pendekatan KSM-T UNISMA yang tidak terpaku pada satu bidang pengabdian.
Mahasiswa hadir membantu pelayanan kesehatan, mendukung proses pendidikan, melestarikan budaya, mengembangkan kepedulian lingkungan, hingga memperkuat keberadaan UMKM lokal.
Melalui program lintas sektor tersebut, KSM-T UNISMA berupaya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Dusun Boro Kidul dan Boro Jabung.
Lebih dari sekadar menjalankan tugas akademik, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar memahami kebutuhan masyarakat sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga.
Kolaborasi antara mahasiswa, lembaga pendidikan, kader, pemuda, pelaku UMKM, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan pembangunan desa secara berkelanjutan.
