Indonesiandaily.com – Bursa kerja biasanya identik dengan antrean panjang, tumpukan CV, dan pencari kerja yang harus berpindah dari satu stan perusahaan ke stan lainnya. Politeknik Negeri Malang (Polinema) mencoba mengubah pola tersebut.
Untuk pertama kalinya, Polinema menggelar bursa kerja sepenuhnya secara virtual melalui Polinema Virtual Career Fair 2026 (Campus-Company Fit & Hiring Program 3) pada 17–18 September 2026.
Bukan sekadar memindahkan job fair ke layar komputer, skema ini dirancang agar lulusan dan mahasiswa tingkat akhir bisa bertemu perusahaan tanpa harus datang ke kampus.
Sebanyak 36 perusahaan nasional dan multinasional ambil bagian. Dari sisi pencari kerja, lebih dari 1.380 lulusan dan mahasiswa tingkat akhir Polinema tercatat mengikuti kegiatan tersebut.
Angka itu bahkan melampaui perkiraan awal penyelenggara yang sebelumnya memproyeksikan peserta tidak sampai 1.000 orang.
Tak Perlu Pulang ke Kampus
Wakil Direktur III Polinema, Ir. Pipit Wahyu Nugroho, M.T., mengatakan format virtual lahir dari evaluasi pelaksanaan bursa kerja sebelumnya, terutama masukan dari alumni dan perusahaan.
Menurut dia, persoalan jarak menjadi salah satu alasan utama perubahan format tersebut. Alumni yang sudah bekerja atau mahasiswa tingkat akhir yang tengah menyelesaikan tugas akhir di daerah asal tetap bisa mengikuti proses rekrutmen.
“Keunggulan utama sistem virtual ini adalah efisiensi pembiayaan dan waktu,” ujar Pipit.
Kondisi tersebut juga memberi ruang bagi mahasiswa dari sejumlah wilayah, termasuk PSDKU Kediri, Lumajang, dan Madura. Khususnya untuk mengikuti rekrutmen tanpa perlu mengalokasikan waktu dan biaya perjalanan menuju Malang.
Bagi perusahaan, format ini sekaligus memangkas kebutuhan penyelenggaraan booth fisik dan mobilitas tim rekrutmen.
Booth Perusahaan Pindah ke Ruang Virtual
Dalam pelaksanaannya, Polinema menggandeng penyedia platform digital seemesol. Konsep booth virtual dibuat interaktif sehingga pencari kerja tetap dapat mengenali profil perusahaan. Termasuk pula posisi yang tersedia sebelum mengajukan lamaran.
Sejumlah perusahaan besar turut membuka akses rekrutmen, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Santos Jaya Abadi, Sinar Mas Agribusiness and Food. Juga ada Ecogreen Oleochemicals, PT Mayora Indah Tbk, PT Beiersdorf Indonesia, serta PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Pencari kerja dapat mengunggah CV secara digital, menjelajahi booth perusahaan. Hingga mengikuti wawancara secara langsung melalui ruang temu virtual atau breakout room.
Sementara itu, rekruter perusahaan dapat mengakses basis data kandidat yang telah terdaftar. Termasuk dengan melakukan penyaringan calon tenaga kerja dari platform yang sama.
Model tersebut membuat proses yang biasanya berlangsung dalam antrean fisik. Kini berubah menjadi rangkaian seleksi berbasis data dan pertemuan daring.
Lebih Banyak Peserta, Lebih Tepat Waktu
Pipit menyebut jumlah peserta menjadi salah satu catatan penting dalam uji coba perdana tersebut. Target awal yang berada di bawah 1.000 pendaftar justru terlampaui dengan lebih dari 1.380 peserta.
Bukan hanya jumlah peserta yang menjadi perhatian. Dari sisi penyelenggaraan, sistem virtual juga dinilai membantu menjaga ketepatan waktu setiap agenda.
“Dari sisi teknis pelaksanaan, kegiatan secara daring ini juga terbukti jauh lebih tepat waktu,” katanya.
Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Polinema memasukkan agenda penguatan kemampuan nonteknis melalui webinar karier.
Pembekalan soft skill tersebut menghadirkan praktisi profesional dari ONE Indonesia dan PT Cakrawala Indah Group. Dua perusahaan ini akan memberikan bekal tambahan kepada peserta sebelum memasuki proses rekrutmen.
Polinema Belum Mengunci Format Berikutnya
Keberhasilan uji coba virtual belum otomatis membuat Polinema menetapkan format yang sama untuk bursa kerja berikutnya.
Manajemen kampus akan mengevaluasi keseluruhan pelaksanaan. Termasuk respons peserta, perusahaan, serta efektivitas proses rekrutmen.
Untuk gelombang keempat, Polinema menyiapkan tiga kemungkinan. Bursa kerja dapat kembali digelar secara luring, diteruskan sepenuhnya secara virtual. Kemungkinan lain ialah menggunakan format hybrid yang menggabungkan pertemuan fisik dan daring.
“Untuk job fair gelombang keempat mendatang, kami menyiapkan tiga opsi evaluasi,” kata Pipit.
Bagi Polinema, pengalaman dua hari tersebut menjadi semacam pengujian bahwa bursa kerja tidak selalu harus berlangsung di gedung kampus. Dimana yang akan menentukan format berikutnya bukan lagi sekadar kebiasaan, melainkan hasil evaluasi dan kebutuhan pencari kerja serta industri.



