FIKSFAR UMM Helat Konfrensi Internasional  Kupas Cara Pencegahan dan Perawatan Penyakit Kanker

FIKSFAR UMM Helat Konfrensi Internasional  Kupas Cara Pencegahan dan Perawatan Penyakit Kanker

Indonesiandaily.com – Fakultas Ilmu Kesehatan dan Farmasi (FIKSFAR) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan konferensi internasional. Kali ini bekerjasama dengan Indonesian Society Cancer and Chemoprevention (ISCC). Dengan mengupas mengenai pencegahan, pengobatan, dan perawatan untuk Kanker serta penyakit kronis.

Dijelaskan oleh Dekan FIKSFAR UMM Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., bahwa konferensi internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan profesional kesehatan. Khususnya untuk membahas inovasi serta perkembangan riset di dunia medis dan kesehatan dari berbagai negara dan latar belakang akademis.

Slider Ucapan HUT RI

“Kegiatan ini untuk mendorong sivitas akademika dalam penanganan serta pencegahan penyakit kronis dan kanker,” ungkap Hidajah Rachmawati, Jum’at (28/08).

Perhelatan akbar ini digelar di Auditorium Gedung Kuliah Bersama (GKB) V UMM. Diikuti diikuti sekitar 200 peserta secara hybrid, baik yang hadir langsung maupun lewat Zoom Meeting.

Sedangkan peserta terdiri dari mahasiswa jenjang S1 hingga tiga profesi sekaligus. Mulai dari Perawat, Apoteker, dan Fisioterapis, juga peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Serta perwakilan berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.

Menurut Dekan FIKSFAR, konfrensi internasional ini juga menjadi momentum membangun jejaring antar institusi. Ia meyakini pertemuan peneliti dan akademisi dari berbagai negara dapat membuka peluang lahirnya kerja sama baru. Termasuk pengembangan riset bersama dan publikasi ilmiah.

“Yang pasti mereka bisa bertukar informasi dan menjalin kerja sama karena antar-institusi bertemu di sini,” tuturnya.

Senada, Ketua Panitia seminar internasional ini Apt. Nailis Syifa’, S.Farm., M.Sc., PhD menambahkan, jika kolaborasi dengan ISCC juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. ISCC merupakan organisasi yang beranggotakan peneliti dengan konsentrasi pada bidang kanker.

Dalam pandangannya, keterlibatan organisasi tersebut diharapkan memberikan penguatan terhadap agenda riset kanker yang dikembangkan UMM.

Nailis menyebut, forum ini bukan kegiatan pertama yang membahas kanker di lingkungan perguruan tinggi. Namun, kehadiran jejaring khusus peneliti kanker memberikan nilai tambah dalam memperluas kolaborasi.

Sedangkan Presiden ISCC, Prof. apt. Muchtaridi, Ph.D., mengungkapkan untuk menekan tingginya angka penderita kanker di Indonesia. Maka organisasi yang dipimpinnya mendorong perbaikan gaya hidup yang mudah diterapkan di masyarakat.

“Diantaranya dengan membatasi konsumsi gula tinggi terutama pada buah-buahan yang mengandung kadar gula tinggi,” tukasnya.

Prof Muchtaridi juga mendorong anggota ISCC untuk terus mengeksplorasi potensi tanaman lokal. Seperti ekstrak kunyit dan kulit manggis  sebagai upayah pencegah kanker.

Ia berharap lewat forum ilmiah ini yang dibarengi dengan edukasi publik yang berkesinambungan. Hal ini dapat membantu menurunkan angka penderita kanker di tanah air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *