Fakultas Teknik UB Terjunkan 1.216 Mahasiswa untuk Kemah Kerja ke Desa Donowarih

Fakultas Teknik UB Terjunkan 1.216 Mahasiswa untuk Kemah Kerja ke Desa Donowarih

Indonesiandaily.com – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) menerjunkan sebanyak 1.216 mahasiswa untuk mengikuti program Kemah Kerja Mahasiswa (KKM). Mereka diterjunkan di kawasan UB Forest, Desa Donowarih, Dusun Sumberwangi, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Program pengabdian masyarakat tahunan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memadukan ilmu keteknikan dengan realitas sosial di desa.

Pemberangkatan dan Pembukaan
Pemberangkatan mahasiswa dilaksanakan pada Sabtu (24/1/2026) dari Kampus Universitas Brawijaya menuju lokasi KKM. Sementara itu, pembukaan resmi digelar pada Minggu (25/1/2026) dan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UB, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., Dekan FTUB Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., jajaran pimpinan dekanat dan departemen FTUB, serta Kepala Desa Donowarih, Sudjoko, yang menyambut langsung kedatangan para mahasiswa di wilayahnya.

Dalam laporan pembukaan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FTUB, Ir. L. Tri Wijaya N. Kusuma, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa KKM FTUB telah menjadi tradisi panjang sejak pertama kali digelar pada tahun 1977. Selama hampir lima dekade, KKM telah menjangkau berbagai desa di wilayah Kabupaten Malang, kecuali dua tahun terhenti akibat pandemi.

“KKM tahun ini diikuti oleh 1.216 mahasiswa, terdiri atas 747 mahasiswa putra dan 469 mahasiswa putri. Ini menunjukkan semangat luar biasa mahasiswa baru untuk terjun langsung mengabdi kepada masyarakat sejak awal masa studi”, ujar L. Tri Wijaya dalam laporannya.

Greeting Lebaran Rddy Wahyono

Proyek-proyek Strategis KKM XLVI
Ia menjelaskan, KKM XLVI mengusung sejumlah proyek strategis yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat desa. Proyek-proyek tersebut meliputi perbaikan jalan desa, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU), pembuatan sistem hidroponik berbasis Internet of Things (IoT), perbaikan irigasi dan drainase, medical check-up gratis bagi warga, serta penanaman pohon di kawasan UB Forest sebagai bagian dari pelestarian lingkungan.

Dalam sambutannya, Dekan FTUB Prof. Ir. Hadi Suyono menegaskan bahwa KKM bukan sekadar program rutin, melainkan wahana pembentukan karakter calon sarjana teknik masa depan. Menurutnya, KKM merupakan wujud kebersamaan dan sarana menambah pengetahuan tentang persoalan nyata di masyarakat.

“Dari sinilah mahasiswa belajar menjadi seorang engineer yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga peka secara sosial”, tegasnya.

Fokus Pembentukan Karakter dan Kepedulian Lingkungan
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, menyoroti dimensi pembentukan karakter dan kepedulian lingkungan dalam KKM. Dalam pandangannya, KKM FTUB tidak hanya membangun desa, tetapi juga menanamkan kesadaran menjaga alam bagi generasi mendatang.

“Melalui KKM ini, mahasiswa belajar mencintai dan menjaga lingkungan agar dapat dinikmati anak cucu kelak. Kegiatan seperti ini membentuk kekompakan dan kerja sama tim, yang dampaknya terlihat dari banyaknya mahasiswa FTUB meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional”, ujarnya.

Pesan serupa disampaikan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Dr. Unti Ludigdo, yang secara resmi membuka KKM XLVI. Ia mengingatkan mahasiswa untuk menjaga etika, menjalin hubungan baik dengan masyarakat, serta menjadikan KKM sebagai sarana pembentukan karakter.

“Jaga sikap, bersosialisasilah dengan baik, dan jadikan kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat”, pesannya.

Pelaksanaan Program: Aktivitas dan Gotong Royong
Usai pembukaan, para mahasiswa langsung bergerak melaksanakan proyek-proyek utama. Fokus awal diarahkan pada perbaikan jalan sepanjang 400 meter, pemasangan PJU di titik-titik strategis, serta pembersihan dan pembangunan drainase di sepanjang akses utama desa. Aktivitas ini dilakukan secara bergotong royong bersama warga setempat.

Kepala Desa Donowarih, Sudjoko, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa FTUB di wilayahnya. Ia berharap program KKM tidak hanya membawa manfaat infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat desa. Khususnya dalam pengelolaan kawasan yang berbatasan langsung dengan hutan UB Forest.

KKM XLVI FTUB ini dijadwalkan akan ditutup pada Selasa (27/1/2026). Dengan skala peserta yang besar dan ragam proyek yang dikerjakan. KKM tahun ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membentuk generasi insinyur yang berkarakter, berintegritas, dan siap membangun Indonesia dari desa.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *