Indonesiandaily.com ā Sebanyak 40 remaja Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, mengikuti penyuluhan pencegahan penyalahgunaan NAPZA melalui pendekatan Refusal Skill. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat SAFE-Teens yang digelar di Balai Desa Toyomarto pada Minggu, 26 April 2026.
Penyuluhan ini menghadirkan Muhammad Ari Arifianto, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.J, dosen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai pemateri. Kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Toyomarto Sumito, SH, Sekretaris Desa Anas, serta penanggung jawab remaja desa, Kak Irgi.
Dalam sesi penyuluhan, Muhammad Ari Arifianto memberikan pemahaman mendalam mengenai NAPZA, mulai dari pengertian, jenis-jenis, dampak yang ditimbulkan, hingga tanda-tanda dan gejala penggunaannya.
Ia juga menjelaskan metode, modul, serta tahapan yang biasanya terjadi dalam penyalahgunaan NAPZA pada kalangan remaja.
āPengetahuan saja tidak cukup. Remaja harus memiliki keterampilan untuk menolak tawaran NAPZA,ā ujar Ari Arifianto.
Puncak materi adalah penjelasan dan praktik Refusal Skill atau keterampilan menolak. Peserta diajak melakukan role play simulasi situasi nyata agar mereka mampu menolak ajakan teman atau lingkungan dengan tegas namun tetap sopan.
Antusiasme remaja terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Penyuluhan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para remaja untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan NAPZA.

Program SAFE-Teens (Supportive, Aware, Free from Excess) ini merupakan intervensi kesehatan jiwa berbasis kelompok inklusif yang diharapkan dapat membentuk generasi muda Toyomarto yang lebih tangguh menghadapi tantangan kesehatan jiwa, termasuk bahaya NAPZA.
