Indonesia Mental Health Summit 2026: Mencetak Generasi Inspiratif Menuju 2045

Indonesia Mental Health Summit 2026: Mencetak Generasi Inspiratif Menuju 2045

Indonesiandaily.com – Upaya melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kesehatan mental terus digelorakan melalui ajang Inspirational Icon 2026.

Founder Today Group sekaligus psikolog, Ade Laressa, S.Psi., M.Psi., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Mental Health Summit 2026. Ajang ini dirancang untuk menemukan sosok-sosok inspiratif dari berbagai kelompok usia dan latar belakang.

“Harapannya kita bisa menggali inspirasi-inspirasi Indonesia dan melahirkan generasi yang inspiratif,” kata Ade Laressa.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan visi yang dibangun melalui berbagai platform dan komunitas yang dikelolanya, yakni “Inspirasi Indonesia untuk Global.”

Indonesia Mental Health Summit sendiri bukan kali pertama digelar. Kegiatan tersebut mulai dirintis sejak 2024 dengan mengangkat isu kesehatan mental dan menghadirkan psikolog sekaligus pemerhati anak, Seto Mulyadi atau Kak Seto.

Memasuki 2025, gerakan tersebut berkembang melalui penyelenggaraan Miss Inspirational 2025. Dari ajang itu kemudian dibentuk komunitas Miss Inspirational Indonesia yang diharapkan menjadi ruang pemberdayaan sekaligus penyebaran nilai-nilai inspiratif.

Menjangkau Berbagai Generasi

Ade menegaskan, gerakan inspiratif tersebut tidak ingin berhenti pada pemberdayaan perempuan. Sasaran berikutnya diperluas ke anak-anak, mahasiswa hingga generasi muda secara umum.

Dalam rangkaian Indonesia Mental Health Summit 2026, agenda dimulai dengan pemilihan Mas dan Miss Inspirational Kids, kemudian berlanjut pada pemilihan Mas dan Miss Inspirational Campus 2026.

Selain ajang pemilihan figur inspiratif, rangkaian kegiatan juga diisi seminar mengenai kesehatan mental dan tantangan generasi di era digital.

Ade menyebut kolaborasi lintas komunitas, akademisi, psikolog, pengusaha dan organisasi media menjadi bagian penting dalam membangun gerakan tersebut.

Salah satunya melalui sinergi dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu. Kolaborasi itu sekaligus menjadi momentum pengenalan Psikoday Bengkulu.

“Ini kita sambungkan dengan berbagai pihak dan elemen, termasuk teman-teman media serta tokoh-tokoh di Bengkulu,” ujarnya.

Hubungkan Malang dan Bengkulu

Ada alasan personal di balik upaya Ade menghubungkan Malang dan Bengkulu dalam gerakan tersebut.

Meski tumbuh dan beraktivitas di Malang, Ade mengaku memiliki akar keluarga dari Bengkulu. Ia bahkan lahir di Malang dari orang tua yang berasal dari Bengkulu.

Karena itu, Indonesia Mental Health Summit 2026 juga diarahkan menjadi jembatan pertukaran inspirasi antara kedua daerah.

Malang dipilih karena memiliki ekosistem kreatif yang kuat. Menurut Ade, berbagai potensi dan pengalaman dari Malang dapat dikenalkan ke daerah lain, termasuk Bengkulu.

Ia berharap model tersebut suatu saat dapat mendorong daerah lain untuk mengembangkan potensi kreatifnya hingga mampu menembus pengakuan internasional.

“Kalau inspirasi dari Kota Malang dikenalkan ke daerah lain, siapa tahu Bengkulu juga bisa meraih kota kreatif dunia,” tuturnya.

Kesehatan Mental dan Generasi Emas

Lebih jauh, Ade menempatkan isu kesehatan mental sebagai alasan utama di balik pengembangan gerakan generasi inspiratif tersebut.

Menurut dia, prestasi dan talenta generasi muda perlu berjalan beriringan dengan kemampuan menjaga kesehatan mental. Karena itu, para figur yang lahir dari berbagai ajang tersebut diharapkan tidak sekadar memperoleh gelar, tetapi juga ikut menjadi penggerak kampanye kesehatan mental.

“Kesehatan mental sekarang menjadi prioritas. Harapannya kita membangun generasi inspiratif sekaligus mengajak mereka berkampanye tentang kesehatan mental,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan juga akan diwarnai Sikode Awards sebagai bentuk apresiasi kepada sejumlah figur dan daerah yang dinilai memiliki kontribusi inspiratif.

Di antaranya penghargaan kepada desainer Ataya sebagai Designer Inspiratif 2026, Kak Seto sebagai Inspiratif Icon Indonesia 2026, serta Kota Malang sebagai Kota Inspiratif Internasional 2026.

Ade berharap kegiatan tersebut tidak berhenti di Malang. Konsepnya akan dikembangkan secara nasional dengan menggandeng berbagai daerah.

“Harapannya kegiatan ini bisa bergilir dan berkolaborasi dengan berbagai daerah,” katanya.

Ke depan, Ade juga menyiapkan Miss Inspirational 2026 yang akan dipadukan dengan agenda inspiratif lainnya. Lokasi penyelenggaraannya masih dalam tahap pembahasan dengan mempertimbangkan bentuk sinergi yang paling memungkinkan.

Bagi Ade, seluruh rangkaian itu pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki talenta, tetapi juga mampu menjadi sumber inspirasi dan ikut menjaga kesehatan mental masyarakat menuju Generasi Emas 2045.

Dalam kesempatan Wali Kota Malang dijadwalkan menyerahkan Piala Kak Seto kepada pemenang serta Piala Wali Kota Malang kepada Kak Seto sebagai Inspiratif Icon Indonesia 2026. Sementara Ade Laressa akan menyerahkan Psikoday Awards IMHS 2026 kepada Pemkot Malang sebagai Kota Inspiratif Internasional.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *