Indonesiandaily.com – Belum menyandang gelar sarjana tak menghalangi Serli Viviani Patrisia untuk memasuki dunia kerja. Mahasiswa Program Studi Manajemen dan Teknologi Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu justru dipercaya menjadi laboran di perusahaan tambak udang sebelum menyelesaikan kuliahnya.
Mahasiswa angkatan 2023 tersebut mendapat tawaran bergabung dengan CV Rejo Royal Vannamei, Banyuwangi, setelah menjalani tiga bulan magang. Kinerjanya selama berada di lapangan membuat Kepala Laboratorium perusahaan melihat kemampuan Serli layak untuk dikembangkan lebih jauh.
Tawaran itu datang ketika Serli masih duduk di semester tujuh. Sebelum menerimanya, ia terlebih dahulu berkonsultasi dengan dosen wali dan dosen dalam program Center of Excellence (CoE) Kelas Profesional Udang UMM.
“Sebelum menerima tawaran, saya berkonsultasi dengan dosen wali dan dosen CoE. Mereka sangat mendukung,” ujar Serli, dikutip dari Humas UMM, 7 Oktober 2026.
Terbiasa dengan Laboratorium Sejak Kuliah
Kepercayaan perusahaan tersebut tidak datang secara tiba-tiba. Serli telah memiliki pengalaman sebagai asisten praktikum sejak semester tiga hingga semester enam.
Aktivitas itu membuatnya terbiasa mengoperasikan peralatan laboratorium sekaligus melakukan pengujian secara mandiri. Rasa takut menggunakan alat yang mahal perlahan berubah menjadi kepercayaan diri karena mendapat kesempatan berlatih secara rutin.
“Awalnya saya takut menggunakan alat-alat laboratorium karena mahal. Namun, berkat fasilitas prodi yang memadai, saya jadi lebih percaya diri dan enjoy,” tuturnya.
Pengalaman tersebut kemudian diperkuat melalui CoE Kelas Profesional Udang. Program ini mempertemukan mahasiswa dengan kebutuhan nyata industri, mulai dari pembenihan dan pembesaran udang hingga penanganan penyakit, kualitas air, serta manajemen pakan.
Kehadiran praktisi dari dunia usaha dan dunia industri membuat Serli tidak hanya memahami materi secara teoritis. Ia juga mendapat gambaran mengenai standar keterampilan yang dibutuhkan ketika terjun langsung ke perusahaan.
Setiap Hari Menguji Kualitas Air Tambak
Sebagai laboran, pekerjaan Serli kini bersentuhan langsung dengan operasional tambak. Setiap pagi, ia berkeliling ke 13 petak tambak udang untuk mengambil sampel air.
Sampel tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis. Sejumlah parameter diperiksa, antara lain pH, salinitas, amonia, nitrat, alkalinitas, dan redox.
Serli juga menangani pemeriksaan biologis, termasuk penanaman kultur bakteri dan plankton. Ketelitian menjadi bagian penting karena hasil pengujian dapat menjadi salah satu dasar dalam memantau kondisi lingkungan budidaya udang.
Pengalaman di bangku kuliah membuat transisi menuju pekerjaan tersebut terasa lebih siap. Ia tidak hanya membawa pengetahuan tentang perikanan, tetapi juga kebiasaan bekerja dengan prosedur laboratorium.
Kerja dan Riset Berjalan Bersamaan
Di tengah pengalaman profesionalnya, Serli tetap mencatat prestasi di bidang akademik. Risetnya dalam Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) tingkat nasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) mengantarkannya memperoleh konversi bebas skripsi.
Penelitian tersebut bahkan berhasil dipublikasikan dalam jurnal yang terindeks Scopus Q3 pada awal 2026.
Bagi Serli, pengalaman bekerja sebelum lulus bukan alasan untuk mengesampingkan kuliah. Justru pengalaman di lapangan menjadi ruang untuk menguji pengetahuan yang selama ini diperoleh di kampus.
Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengejar pengalaman dan relasi, tetapi tetap menjaga tanggung jawab akademik.
“Mencari pengalaman di lapangan penting agar ilmu kita tidak hanya mandek di teori kampus. Tapi harus balance, jangan sampai sibuk mencari relasi tapi sering bolos kuliah,” pungkasnya.



