Indonesiandaily.com – Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum bagi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi lulusan pondok pesantren. Melalui beragam skema beasiswa mahasiswa baru tahun akademik 2027, UMM membuka peluang bagi santri untuk menempuh pendidikan di bidang kedokteran, teknik, ekonomi, hingga teknologi informasi.
Langkah ini sekaligus mendorong lahirnya generasi Santri Teknokrat, yakni lulusan pesantren yang tidak hanya memiliki fondasi spiritual kuat, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan kompetensi profesional.
Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menegaskan bahwa latar belakang pendidikan pesantren bukanlah batasan bagi santri untuk mengembangkan karier di berbagai bidang.
“Lulusan pesantren memiliki karakter, kemandirian, dan disiplin yang kuat. Modal itu bisa menjadi bekal untuk berkiprah di berbagai sektor profesional,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Menurut Juanda, santri perlu mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi akademik sesuai minat dan kemampuannya. Karena itu, UMM berupaya membuka akses pendidikan yang memungkinkan lulusan pesantren melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan identitas keislamannya.
“Kami ingin meruntuhkan stigma bahwa lulusan pesantren hanya bisa masuk ke jurusan keagamaan,” katanya.
Beasiswa Buka Akses Pendidikan bagi Santri
Untuk mendukung langkah tersebut, UMM menyediakan sejumlah skema keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa. Salah satunya melalui Jalur Prestasi Keagamaan dan Tahfidz Al-Qur’an.
Jalur ini memberikan kesempatan kepada penghafal Al-Qur’an serta peraih prestasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) untuk memperoleh pembebasan tes masuk hingga potongan Biaya Studi Semester (BSS), sesuai ketentuan yang berlaku.
UMM juga menawarkan Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT) dengan fasilitas pembebasan biaya kuliah dan asrama. Sementara itu, lulusan sekolah atau pesantren Muhammadiyah dapat memanfaatkan Beasiswa Alumni Sekolah Muhammadiyah dan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KATAMM).
Beragam jalur tersebut diharapkan membantu calon mahasiswa dari lingkungan pesantren memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Pendaftaran mahasiswa baru UMM tahun akademik 2027 telah dibuka sejak 1 Oktober 2026 melalui laman admisi.umm.ac.id.
Menjaga Identitas Santri, Memperkuat Kompetensi Profesional
Selain dukungan finansial, UMM menyiapkan lingkungan akademik yang diharapkan dapat membantu mahasiswa berlatar belakang pesantren beradaptasi dengan kehidupan kampus.
Melalui Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK), serta dukungan pusat studi bahasa dan keislaman, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengembangkan karakter, kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan.
UMM juga menghadirkan kelas profesional melalui Center of Excellence (CoE) untuk memperkuat kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri.
Juanda menegaskan, pengembangan kemampuan profesional tidak harus membuat santri kehilangan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren.
“Identitas kesantrian mereka tidak akan luntur di sini. Justru kami akselerasi dengan kompetensi global melalui berbagai kelas profesional,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, UMM berharap lulusan pesantren dapat mengambil peran lebih luas, baik sebagai tenaga profesional, akademisi, maupun wirausahawan. Bekal keagamaan yang dimiliki diharapkan berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis.
Upaya ini menjadi bagian dari dorongan untuk menghadirkan generasi muda yang berkarakter, kompeten, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan Indonesia menuju 2045.



