Anak Ojol dan ART Jadi Lulusan Terbaik Teknik Kimia ITN Malang, Sebelum Wisuda Eka Sudah Diterima Kerja

Anak Ojol dan ART Jadi Lulusan Terbaik Teknik Kimia ITN Malang, Sebelum Wisuda Eka Sudah Diterima Kerja

Indonesiandaily.com – Wisuda bagi Eka Maretyaningsih Agung Purwanti bukan sekadar seremoni mengenakan toga dan menerima ijazah. Ada perjalanan panjang yang membuat hari bahagianya memiliki arti jauh lebih dalam.

Di balik prestasinya sebagai lulusan terbaik Program Studi Teknik Kimia S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Eka tumbuh dari keluarga sederhana.

Ayahnya, Agung Wahyudi, sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online. Sementara sang ibu, Suparti, bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).

Kondisi ekonomi keluarga tidak membuat Eka berhenti mengejar pendidikan. Justru dari keterbatasan itulah ia membangun tekad untuk membuktikan bahwa kesempatan tidak harus selalu datang dari keluarga berada.

Tekad tersebut berbuah manis. Eka berhasil menyelesaikan studinya dengan IPK 3,73 dan meraih predikat cumlaude.

Namanya kemudian tercatat sebagai lulusan terbaik Teknik Kimia pada Wisuda ke-76 Periode II Tahun 2026 yang akan digelar 19 September 2026.

Namun, ada cerita lain yang hampir membuat Eka tidak hadir dalam wisudanya sendiri.

Hampir Tak Hadir di Hari Bahagia

Bukan karena kecewa dengan hasil studinya. Bukan pula karena tidak bangga dengan pencapaiannya.

Eka sempat berencana melewatkan prosesi wisuda karena harus memikirkan kebutuhan hidup setelah lulus.

Uang yang seharusnya dialokasikan untuk keperluan wisuda ingin digunakannya membayar sewa kamar kos. Saat itu, ia tengah menjalani masa internship di Jakarta.

“Rencananya, alokasi uang wisuda ingin saya alihkan untuk biaya sewa kamar kos di Jakarta karena awal magang internship di Jakarta,” kata Eka.

Rencana tersebut akhirnya berubah setelah Program Studi Teknik Kimia ITN Malang memberikan bantuan. Perusahaan tempatnya bekerja juga memberikan izin sehingga Eka dapat pulang dan mengikuti prosesi wisuda.

“Alhamdulillah, pihak Prodi memberikan bantuan. Perusahaan juga sudah memberi izin penuh agar saya bisa hadir di hari bahagia nanti,” ujarnya.

Bagi Eka, kesempatan hadir di wisuda menjadi sesuatu yang jauh lebih berharga karena ia tahu betul bagaimana perjuangan keluarganya membiayai dan mendukung pendidikannya.

Tinggal di Rumah Saudara, Tetap Berprestasi

Selama kuliah, Eka merupakan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Ia tidak tinggal di tempat kos mewah. Untuk menekan biaya hidup, alumnus SMA Widya Darma Surabaya kelahiran Sidoarjo itu menumpang di rumah saudaranya di kawasan Sawojajar, Malang.

Keterbatasan tersebut tidak membuatnya merasa rendah diri. Eka justru menjadikannya alasan untuk bekerja lebih keras di kampus.

Ia aktif dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK), dipercaya menjadi asisten Laboratorium Mikrobiologi, hingga terlibat dalam penelitian yang mendapatkan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2023.

Dalam program tersebut, Eka bersama tim meneliti pemanfaatan ekstrak daun salam (Eugenia polyantha) sebagai biokatalis dalam pembuatan biodiesel.

Aktivitas akademik dan organisasi itu sekaligus menjadi modal yang kemudian membawanya lebih percaya diri memasuki dunia profesional.

Belum Wisuda, Sudah Diterima Kerja

Menariknya, keberhasilan Eka tidak berhenti pada predikat lulusan terbaik.

Sebelum toga dikenakan, ia sudah mendapatkan pekerjaan di Synergy Risk Management Consultant, perusahaan konsultan rekayasa yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina dan berlokasi di Balikpapan.

Eka kini menjalankan tugas sebagai Assistant Project Quantitative Risk Assessment (QRA).

Kesempatan tersebut bermula dari rekomendasi dosen Teknik Kimia ITN Malang.

Dalam proses seleksi yang dilakukan secara daring, Eka harus menunjukkan kemampuan teknis yang selama ini dipelajarinya di bangku kuliah, terutama dalam memahami process flow diagram dan membaca Piping and Instrumentation Diagram (P&ID).

“Saya bertugas membaca P&ID. Setelah dievaluasi dan di-cross check, hasilnya dikirim ke tim. Pihak perusahaan senang karena itu saya bisa langsung masuk dan bekerja,” tuturnya.

Bagi Eka, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa keterampilan yang dipelajarinya selama kuliah benar-benar memiliki nilai ketika dibawa ke dunia kerja.

Lentera Air Garam untuk Masyarakat Pesisir

Jejak kreativitas Eka juga terlihat dalam tugas akhirnya.

Ia mengembangkan lentera berbasis air garam melalui skripsi berjudul Pengaruh Variasi Elektroda Karbon terhadap Kinerja Baterai Air Garam Berbasis Elektroda Magnesium-Karbon.

Gagasannya sederhana, tetapi berangkat dari persoalan yang dekat dengan masyarakat.

“Ide dasarnya ingin membuat alat penerangan yang ekonomis dan mudah dijangkau untuk masyarakat daerah pesisir, karena kalau beli alat komersial harganya cukup mahal,” jelasnya.

Penelitian tersebut dikerjakan melalui kolaborasi lintas disiplin antara Program Studi Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro ITN Malang.

Di bawah bimbingan Dr. Ir. Jimmy, ST., MT., MM. dan F. Endah Kusumaratini, S.Si., M.Kes., serta bimbingan teknis elektro dari Dr. Michael Ardita, ST., MT., Eka dan tim merancang sistem yang memanfaatkan larutan garam (NaCl) 3,5 persen serta sejumlah variasi elektroda karbon.

Komponen seperti current collector berbahan kawat tembaga hingga stainless steel mesh digunakan untuk mendapatkan energi listrik yang lebih stabil.

Penelitian tersebut sekaligus menjadi penutup perjalanan Eka sebagai mahasiswa.

Kini, ia menghadapi babak baru sebagai seorang sarjana sekaligus pekerja muda.

Dari rumah sederhana, dukungan orang tua yang bekerja keras, beasiswa KIP Kuliah, hingga kesempatan menumpang di rumah saudara, Eka akhirnya sampai pada satu titik yang mungkin dulu terasa jauh: menjadi lulusan terbaik sekaligus mendapatkan pekerjaan sebelum wisuda.

Perjalanan itu menjadi pengingat bahwa keterbatasan ekonomi memang dapat membuat langkah terasa lebih berat, tetapi tidak otomatis menentukan seberapa jauh seseorang bisa melangkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *