Indonesiandaily.com – Pascasarjana Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang (UNISMA) Malang berupaya mengatasi kelangkaan guru Matematika yang saat ini mulai terasa. Kelangkaan tersebut nampak pada sekolah-sekolah bonafit yang berebut mencari guru Matematika yang memiliki skill mengajar tinggi dan profesional.
Hal tersebut seperti yang disampaikan Surya Sari Faradiba, Kaprodi Pendidikan Matematika Pascasarjana UNISMA Malang. Bahwa pihaknya terus berupaya mengatasi kelangkaan guru Matematika, terutama yang profesional. Yakni dengan membekali lulusannya lewat pengalaman magang di luar negeri.
”Kami bekerjasama dengan beberapa kampus ternama di Malaysia dan Thailand untuk membuka peluang pertukaran pelajar serta program magang (mengajar dan penelitian) di luar negeri,” ungkap Faradiba, Senin (06/04).
Pengalaman Magang di Luar Negeri
Dengan pengalaman magang di luar negeri tersebut, diharapkan lulusan Pascasarjana Pendidikan Matematika UNISMA Malang terasah kemampuan mengajarnya. Khususnya mengajar dengan menggunakan bahasa Inggris. Serta kemampuan mengembangkan keterampilan problem solving siswa dalam pembelajaran Matematika.
Selain itu, pengalaman magang juga mencakup aktivitas penelitian (research) di bidang pendidikan Matematika. Sehingga mahasiswa tidak hanya terampil mengajar tetapi juga mampu mengkaji, dan mengevaluasi. Termasuk pula mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis riset.
Ia mengakui perminatan terhadap ilmu pendidikan relatif menurun, hal ini terkait maraknya isu di ranah pendidikan yang mengarah ke sisi negatif. Ia mengambil contoh beberapa kasus mencuatnya gaji guru yang dinilai belum ideal, juga termasuk kebijakan Pemerintah yang dianggap belum sepenuhnya berpihak pada dunia pendidikan.
Namun secara khusus, di pendidikan ilmu Matematika dinilai masih sustainable dibutuhkan. Ini lantaran Matematika tidak akan pernah hilang dari pendidikan pada jenjang manapun, baik di tingkat dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi.
Fenomena Sulitnya Cari Guru Matematika Profesional
Kaprodi ini membeberkan fenomena semakin susah mencari guru Matematika yang profesional. Maksud profesional di sini bukan hanya menguasai keilmuan secara konseptual, tetapi juga memiliki kemampuan penelitian yang kuat, keterampilan berpikir kritis. Serta kemampuan problem solving dalam menghadapi berbagai dinamika pembelajaran di kelas.
Apalagi di sekolah yang menerapkan kurikulum internasional, boarding school, serta lembaga pendidikan modern lainnya yang mematok standar kompetensi tinggi bagi tenaga pengajar.
Kompetensi tersebut tidak lagi cukup hanya dengan gelar Sarjana Pendidikan Matematika, tetapi juga menuntut kualifikasi Magister (S2) yang didukung kemampuan pedagogik, riset, dan penguasaan bahasa asing.
Dimana peminatannya menurun, namun permintaan di lapangan justru meningkat, seiring tumbuhnya sekolah dan pondok pesantren modern yang membutuhkan guru Matematika handal.
Sayangnya, kondisi saat ini Gen Z terkesan enggan menempuh kuliah di jurusan pendidikan, padahal kebutuhan pengajar Matematika profesional semakin meningkat.
Bekali Kemampuan Penguasaan IT
Lulusan S2 Pendidikan Matematika UNISMA Malang sendiri dibekali dengan kemampuan penguasaan IT, dan kemampuan riset pendidikan Matematika, dan dapat mengintegrasikan pendidikan Matematika dengan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Integrasi ini diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran Matematika yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga membentuk karakter dan nilai spiritual siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu upaya mendongkrak peminatan tersebut, yakni dengan gencar melakukan berbagai kerjasama. Salah satunya dengan kampus Malaysia yang terkenal, UiTM. Para mahasiswa Pascasarjana Matematika UNISMA Malang diajar dosen-dosen dari luar negeri, terutama dari UiTM dan Yala Rajabhat University Thailand.
Cetak Guru Matematika Profesional Berdaya Saing Global
Faradiba mengakui, meski Prodi ini baru menginjak usia lima tahun, namun kiprah kerjasama telah difokuskan pada pengembangan di kawasan Asia Tenggara.
Hal ini menjadi bagian dari strategi untuk mencetak guru Matematika profesional yang berdaya saing global, memiliki kemampuan pedagogik, riset, serta integrasi nilai keislaman yang kuat.
