Rektor UIN Malang Titipkan Amanah kepada 46 Kontingen, Targetkan Hadiah Terindah HUT ke-65

Rektor UIN Malang Titipkan Amanah kepada 46 Kontingen, Targetkan Hadiah Terindah HUT ke-65

Indonesiandaily.com – Sebanyak 46 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bersiap membawa nama almamater dalam Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia 2026. Mereka mengemban misi meraih prestasi nasional sekaligus menghadirkan hadiah terindah bagi kampus yang tahun ini memasuki usia ke-65.

Misi tersebut mengiringi pelepasan kontingen OASE UIN Malang oleh Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., di halaman depan Rektorat Kampus 1, Jumat (30/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Prof. Ilfi menitipkan amanah besar kepada seluruh mahasiswa yang akan bertanding pada 4–6 November 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia berharap kepercayaan yang diberikan universitas dapat dijawab dengan perjuangan maksimal dan prestasi membanggakan.

“Saya titipkan amanah ini di pundak kalian semua. Bawa almamater serta nama baik UIN Malang dan berikan hadiah terindah untuk usia kampus kita yang ke-65,” ungkapnya.

Prof. Ilfi mengaku bangga karena mahasiswa yang terpilih merupakan peserta terbaik hasil seleksi. Baginya, menjadi bagian dari kontingen bukan sekadar kesempatan mengikuti kompetisi, melainkan juga bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab untuk menjaga kehormatan institusi.

Karena itu, ia meminta para mahasiswa mempersiapkan diri secara menyeluruh. Penguasaan materi akademik, keterampilan, serta kesiapan mental menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan dengan peserta dari berbagai PTKIN di Indonesia.

Jangan Minder, Saatnya Buktikan Daya Saing

Rektor juga mengingatkan agar para kontingen tidak merasa kecil ketika berhadapan dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Ia meminta seluruh peserta percaya terhadap kemampuan diri dan menjadikan OASE sebagai ruang pembuktian kapasitas mahasiswa UIN Malang.

Menurutnya, persaingan nasional harus dihadapi dengan keyakinan dan semangat juang. Mahasiswa tidak perlu terpengaruh oleh keunggulan kompetitor, tetapi harus fokus mengoptimalkan kemampuan masing-masing.

Pesan tersebut kemudian dipertegas melalui analogi pembalap MotoGP. Prof. Ilfi mengajak mahasiswa untuk terus melaju, menjaga konsentrasi, dan tidak kehilangan fokus hanya karena melihat pergerakan peserta lain.

“Jadilah seperti pembalap MotoGP. Lari kencang, tidak usah menoleh ke kanan dan kiri. Fokus ke depan dengan tugas masing-masing,” pesannya.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan menuju kemenangan membutuhkan konsistensi. Bahkan ketika menghadapi situasi sulit atau tekanan kompetisi, mahasiswa harus mampu menjaga kecepatan dan menyelesaikan perjuangan hingga garis finis.

“Jangan sampai karena melihat orang lain, kalian justru kehilangan konsentrasi. Tetap fokus, jaga kecepatan, kuasai lintasan, dan terus melaju sampai garis finis,” tegasnya.

Doa Orang Tua Menjadi Bagian dari Perjuangan

Di balik pesan tentang persiapan dan strategi meraih kemenangan, Prof. Ilfi memberikan perhatian khusus pada dukungan keluarga. Ia meminta mahasiswa tidak melupakan doa dan restu orang tua sebelum berangkat mengikuti kompetisi.

Menurutnya, keberhasilan tidak semata-mata lahir dari kerja keras dan kemampuan individu. Ada doa orang tua yang turut mengiringi setiap langkah perjuangan seorang anak.

“Jangan lupa meminta doa dan restu kepada orang tua. Sebelum berangkat berjuang, sampaikan kepada mereka bahwa kalian membawa amanah dan nama baik kampus,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi yang diraih mahasiswa tidak hanya membawa kebanggaan bagi diri sendiri, tetapi juga keluarga dan institusi yang menaunginya.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Ilfi menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pembina OASE UIN Malang. Ia berterima kasih atas dedikasi mereka dalam mendampingi mahasiswa sejak tahapan seleksi, persiapan, hingga proses pembinaan menghadapi kompetisi nasional.

46 Mahasiswa Bertanding di 18 Cabang Lomba

Berdasarkan hasil seleksi tim pembina OASE, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengirimkan 46 mahasiswa untuk berkompetisi dalam 18 cabang lomba.

Puluhan mahasiswa tersebut merupakan peserta terpilih yang akan berhadapan dengan delegasi PTKIN dari seluruh Indonesia. Keikutsertaan mereka sekaligus menjadi kesempatan bagi UIN Malang untuk menunjukkan kapasitas akademik, kreativitas, dan daya saing mahasiswanya di tingkat nasional.

Dengan persiapan yang telah dijalani, kontingen UIN Malang diharapkan mampu memberikan hasil terbaik dalam kompetisi yang berlangsung di Yogyakarta tersebut.

Lebih dari sekadar mengejar gelar juara, perjuangan 46 mahasiswa ini membawa harapan besar keluarga dan seluruh sivitas akademika. Prestasi di OASE 2026 diharapkan menjadi kado istimewa sekaligus hadiah terindah bagi UIN Malang yang tengah memperingati hari jadi ke-65.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *