UNISMA Malang Hadirkan Wakil Rais Aam PBNU, KH Afifuddin Muhajir Bahas Relasi Islam dan Negara

UNISMA Malang Hadirkan Wakil Rais Aam PBNU, KH Afifuddin Muhajir Bahas Relasi Islam dan Negara

Indonesiandaily.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) menghadirkan Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Afifuddin Muhajir, dalam forum kajian akademik bertema Islam, Negara, dan Syariah. Kehadiran ulama yang juga mengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Forum tersebut tidak hanya menyasar mahasiswa magister dan doktoral, tetapi juga melibatkan masyarakat umum. UNISMA memanfaatkan momentum ini untuk memperluas ruang dialog keislaman sekaligus mempertemukan perspektif keagamaan dan kebangsaan.

Direktur Pascasarjana UNISMA, Prof. Dr. Mas’ud Said, MM., Ph.D., mengatakan pemilihan tema tersebut berangkat dari pentingnya memahami hubungan Islam, negara, dan penerapan syariah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pemikiran KH Afifuddin Muhajir relevan untuk memperkaya pemahaman akademik karena dikenal memiliki keahlian dalam bidang fikih dan usul fikih.

“Kami mengangkat tema ini karena persoalan negara, Islam, dan syariah perlu terus didiskusikan secara mendalam,” ujarnya.

Pascasarjana UNISMA Perluas Ruang Pembelajaran

Mas’ud menjelaskan, Pascasarjana UNISMA saat ini menaungi 12 program studi yang mencakup bidang pendidikan, hukum, bahasa, manajemen, administrasi publik, peternakan, serta pertanian berkelanjutan.

Ia menegaskan, proses pendidikan di Pascasarjana tidak berhenti pada pembelajaran di ruang kelas. Mahasiswa juga didorong mengikuti seminar dan forum akademik internasional untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kapasitas keilmuan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya UNISMA memperkuat reputasi internasional dan mewujudkan target sebagai World Class University pada 2027.

Mas’ud berharap kehadiran ulama dan akademisi dalam forum ilmiah dapat memperkaya pengetahuan sekaligus membangun spiritualitas sivitas akademika.

Perkuat Pemahaman Islam dan Kebangsaan

Sementara itu, Wakil Rektor UNISMA, Dr. Muhammad Yunus, yang mewakili Rektor, menekankan pentingnya membangun kesadaran beragama, bermasyarakat, dan bernegara secara seimbang.

Ia menyebut nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah menjadi landasan UNISMA dalam mengembangkan cara berpikir moderat, tawasuth, tasamuh, dan i’tidal.

Menurut Yunus, kehadiran KH Afifuddin Muhajir memberikan kesempatan bagi sivitas akademika untuk mendalami bagaimana nilai-nilai keislaman dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Negara berkewajiban menjaga rakyat dan kesejahteraannya. Agama juga memiliki tujuan menjaga umat agar memperoleh keselamatan dunia dan akhirat,” ungkapnya.

Ia berharap pemikiran yang disampaikan dalam forum tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hari Santri Jadi Momentum Penguatan Intelektual

Bagi UNISMA, peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi agenda seremonial. Kampus berupaya mengisinya melalui kegiatan akademik yang menghadirkan tokoh-tokoh keilmuan Islam.

Mas’ud menyebut kegiatan serupa sebelumnya juga menghadirkan ulama dari Baghdad pada April 2025. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengetahuan dan spiritualitas sivitas akademika.

Melalui kehadiran KH Afifuddin Muhajir, UNISMA kembali membuka ruang perjumpaan antara tradisi keilmuan pesantren dan lingkungan perguruan tinggi.

Forum ini diharapkan memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami hubungan agama dan negara, sekaligus mendorong lahirnya pemikiran Islam yang moderat, kontekstual, dan relevan dengan dinamika masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *