Indonesiandaily.com – Menjaga kesehatan di lingkungan kampus tidak cukup hanya dengan menjaga kebersihan. Mahasiswa juga perlu memahami pola konsumsi sehat, aktif bergerak, mengenali kondisi tubuh, hingga mampu memberikan pertolongan awal ketika orang di sekitarnya mengalami tekanan psikologis.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Penggerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Institusi Pendidikan Tinggi yang digelar Dinas Kesehatan Kota Malang di Politeknik Negeri Malang (Polinema), Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 8 Gedung Teknik Sipil Polinema itu menjadi ruang edukasi kesehatan bagi mahasiswa sekaligus sivitas akademika. Tidak hanya berbicara soal kebersihan, kegiatan juga mengajak peserta lebih peduli terhadap kondisi kesehatan fisik dan psikologis.
Wakil Direktur II Polinema, Jaswadi, mengatakan mahasiswa memiliki posisi penting dalam membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan kampus. Menurutnya, perubahan perilaku dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Kebiasaan hidup sehat perlu dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.
Membaca Label Makanan hingga Aktif Bergerak
Edukasi PHBS memberikan penekanan bahwa kesehatan mahasiswa sangat berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari. Materi yang diberikan mencakup kebersihan diri, cuci tangan menggunakan sabun, penggunaan jamban sehat, pemberantasan jentik nyamuk, hingga pengelolaan sampah.
Peserta juga diajak memperhatikan aktivitas fisik, status gizi, serta pola konsumsi makanan dan minuman. Salah satu hal yang ditekankan adalah kemampuan membaca informasi nilai gizi pada produk kemasan.
Kebiasaan tersebut penting karena pilihan makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari turut menentukan kondisi kesehatan seseorang. Dengan memahami kandungan gizi, mahasiswa diharapkan tidak sekadar memilih makanan berdasarkan rasa atau tren, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan tubuh.
PHBS pun diarahkan agar tidak berhenti sebagai materi sosialisasi. Kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, bergerak aktif, mengonsumsi makanan sehat, serta menjaga keseimbangan gizi diharapkan menjadi bagian dari rutinitas mahasiswa.
Kesehatan Mental Juga Jadi Perhatian
Aspek kesehatan dalam kegiatan tersebut tidak hanya menyentuh persoalan fisik. Mahasiswa juga memperoleh materi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP).
Materi ini memberikan pemahaman mengenai langkah awal ketika menghadapi seseorang yang sedang mengalami masalah atau tekanan psikologis. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa karena lingkungan kampus juga menjadi ruang interaksi sosial dengan beragam persoalan.
Melalui edukasi tersebut, mahasiswa diharapkan lebih peka terhadap kondisi orang di sekitarnya. Mereka juga memiliki pemahaman awal mengenai bagaimana bersikap ketika menemukan teman yang sedang menghadapi tekanan psikologis.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Interaksi semakin hidup dengan pemberian doorprize bagi peserta.
Cek Kesehatan Jadi Kesempatan Deteksi Dini
Kesadaran menjaga kesehatan juga diperkuat melalui layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Peserta mendapatkan pemeriksaan tinggi dan berat badan, skrining kesehatan, tekanan darah, serta gula darah.
Layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa. Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Polinema juga turut memanfaatkan pemeriksaan kesehatan tersebut.
Bagi sivitas akademika, pemeriksaan sederhana ini menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan lebih awal. Hasil pemeriksaan dapat menjadi pengingat agar seseorang lebih memperhatikan pola hidup sebelum muncul gangguan kesehatan yang lebih serius.
Kegiatan ini sekaligus memperluas makna PHBS di lingkungan perguruan tinggi. Hidup sehat bukan hanya persoalan lingkungan yang bersih, tetapi juga bagaimana setiap individu mengenali dan merawat kondisi tubuhnya.
Kampus sebagai Ruang Membangun Kebiasaan Sehat
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Malang, drg. Muhammad Zamroni, bersama tim turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi Dinkes Kota Malang dan Polinema menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi ruang strategis untuk membangun kesadaran kesehatan. Mahasiswa yang terbiasa menerapkan perilaku sehat di kampus berpeluang membawa kebiasaan tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Pada akhirnya, PHBS tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Tantangannya adalah bagaimana pengetahuan yang diperoleh mahasiswa berubah menjadi kebiasaan sehari-hari.
Dari mencuci tangan, memilih makanan, aktif bergerak, menjaga kebersihan lingkungan, hingga peduli terhadap kesehatan mental orang lain, kebiasaan sederhana tersebut menjadi bagian dari investasi kesehatan jangka panjang.
Polinema pun tidak hanya menjadi tempat mahasiswa menuntut ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun generasi yang lebih sadar, peduli, dan bertanggung jawab terhadap kesehatan diri maupun lingkungannya.



