Indonesiandaily.com – Enam mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Islam Malang (UNISMA) mengajak anak-anak Panti Asuhan Al Husna, Landungsari, Dau, Kabupaten Malang, memahami bahaya perundungan sekaligus mengenal peluang kewirausahaan.
Edukasi tersebut dikemas melalui program Pendidik Menginspirasi (PINSPIRASI) bertema “Berkarya, Berdaya, Bersama: Tanpa Bullying”, Minggu (20/9/2026).
Sebanyak 20 peserta dari jenjang SMP dan SMA mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan edukasi anti-bullying, kewirausahaan dasar, hingga praktik membuat produk kreatif.

Program ini dirancang dengan menggabungkan SDG 4 tentang pendidikan bermutu dan SDG 8 tentang pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi.
Belajar Membedakan Bercanda dan Bullying
Materi pertama berfokus pada pencegahan bullying. Peserta diajak memahami pengertian, bentuk, dampak, serta cara menghadapi perundungan di lingkungan sehari-hari.
Sebelum materi dimulai, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal. Mahasiswa kemudian menggunakan contoh sederhana untuk menunjukkan perbedaan antara bercanda dan tindakan bullying.
Fadhilah Nur Istiqomah, salah satu anggota tim, mengenalkan empat bentuk perundungan, yakni verbal, fisik, sosial, dan perundungan melalui dunia maya.

Peserta juga diajak memahami bahwa korban bukan satu-satunya pihak yang terdampak. Pelaku maupun orang yang menyaksikan perundungan juga memiliki peran dalam mencegah kejadian tersebut berulang.
Peserta diberi sejumlah langkah praktis, mulai dari tidak ikut melakukan perundungan, membantu korban, mencari saksi, hingga melaporkan kejadian kepada orang dewasa yang bertanggung jawab.
Dari Ide Sederhana Menjadi Peluang Usaha
PINSPIRASI kemudian mengarahkan peserta pada materi kewirausahaan dasar. Anita, selaku ketua program, mengenalkan pola pikir seorang wirausahawan dan cara melihat persoalan di sekitar sebagai peluang.
Peserta diajak menggali ide produk, menentukan target pasar, memperhatikan daya tarik produk, menetapkan harga, hingga mengenal dasar pemasaran.
Pesan tersebut kemudian dipraktikkan melalui pembuatan gantungan kunci bertema anti-bullying.
Kegiatan kreatif ini menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta. Mereka tidak hanya membuat produk, tetapi juga menyisipkan pesan positif tentang pentingnya menghentikan perundungan.
“Kegagalan bukan berarti akhir dari perjuangan kita, melainkan seberapa kuat kita berjuang ke depannya,” kata Nuri, salah satu peserta.
Peserta lainnya, Zahra, mengaku kegiatan praktik membuat gantungan kunci menjadi pengalaman yang paling berkesan.
“Kegiatan hari ini seru banget. Bikin suasana hati saya jadi naik. Yang paling seru ketika membuat gantungan kunci,” ujarnya.
Produk Kreatif Tak Berhenti di Panti
Menariknya, hasil karya peserta tidak hanya menjadi kenang-kenangan. Mahasiswa PPG UNISMA berencana membantu memasarkan gantungan kunci tersebut.
Langkah ini membuat kegiatan PINSPIRASI memiliki kesinambungan. Peserta tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga mendapat gambaran bahwa kreativitas dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi.
Pembina Panti Asuhan Al Husna, Darso, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman baru bagi anak-anak panti.
“Terima kasih sudah berkegiatan di panti ini. Kami dan adik-adik panti senang sekali,” ungkap Darso.
Setelah praktik, peserta mengikuti permainan interaktif dan makan bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test untuk melihat pemahaman peserta setelah mengikuti materi, sebelum diakhiri dengan foto bersama.
Program PINSPIRASI digagas oleh enam mahasiswa PPG UNISMA. Mereka diantaranya ; Alfiatur Rosida, Alfina Lutfi Rahmawati, Anggi Adelia Putri, Anita Zahroh, Annisa Putri Rahmawati, dan Fadhilah Nur Istiqomah.
Melalui program tersebut, mahasiswa PPG UNISMA tidak hanya membawa materi ke lingkungan panti. Mereka juga mendorong anak-anak untuk berani bersikap terhadap bullying, mengembangkan kreativitas, dan mulai melihat keterampilan sebagai peluang yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.



