Menteri Agama Ingatkan Mahasiswa Pascasarjana UNISMA: Kuliah Bukan Sekadar Mengejar Gelar Semata

Menteri Agama Ingatkan Mahasiswa Pascasarjana UNISMA: Kuliah Bukan Sekadar Mengejar Gelar Semata

Indonesiandaily.com – Menteri Agama  Nasaruddin Umar menyempatkan hadir dalam pembukaan Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (OSHIKA MABA) Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA), yang tahun ini diikuti 810 mahasiswa.

Kehadiran Menteri Agama memberi pesan khusus bagi mahasiswa baru. Menurut Nasaruddin, keputusan menempuh pendidikan di UNISMA tidak semestinya hanya dipandang sebagai langkah akademik untuk memperoleh gelar, tetapi juga kesempatan memperkaya kehidupan dan kebermanfaatan ilmu.

Ia mengajak mahasiswa meluruskan niat sejak awal memasuki lingkungan kampus. Pendidikan tinggi, kata dia, seharusnya tidak berhenti pada orientasi duniawi, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar membangun kehidupan ukhrawi.

“Patut disyukuri dan dibanggakan bisa kuliah di UNISMA. Luruskan niat, jangan hanya untuk mencari dunia, tetapi juga untuk kepentingan akhirat,” ujar Nasaruddin.

Mencari Ilmu Sekaligus Keberkahan

Nasaruddin juga mengingatkan bahwa UNISMA memiliki akar sejarah keislaman yang kuat. Kampus tersebut, menurutnya, tidak dapat dilepaskan dari tradisi pendidikan yang dibangun para ulama dan tokoh agama.

Maka, mahasiswa didorong tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun hubungan dengan lingkungan akademik, tradisi keilmuan, dan nilai-nilai yang menjadi karakter kampus.

“UNISMA ini salah satu peninggalan para auliyah. Carilah keberkahan di kampus ini,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi 810 mahasiswa baru Pascasarjana UNISMA yang mulai memasuki tahap pendidikan dengan tuntutan akademik lebih tinggi.

Mereka terdiri atas mahasiswa program magister, doktor, serta mahasiswa jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga mancanegara, di antaranya Sierra Leone dan Timor Leste.

Pascasarjana Hadapi Musuh Bernama Menunda

Di balik tuntutan akademik yang semakin kompleks, Direktur Pascasarjana UNISMA Prof. H.M. Mas’ud Said, M.M., Ph.D., mengingatkan mahasiswa mengenai persoalan yang kerap menghambat penyelesaian studi: kebiasaan menunda penelitian.

Bagi mahasiswa magister dan doktor, kemampuan mengelola waktu dan menjaga konsistensi riset menjadi bagian penting untuk menyelesaikan tesis maupun disertasi tepat waktu.

Prof Mas’ud menyebut procrastination atau kebiasaan menunda sebagai salah satu hambatan terbesar mahasiswa pascasarjana.

“Tidak perlu menunggu karya ilmiah sempurna 100 persen baru mulai menulis. Yang penting disiplin dan konsisten,” kata Mas’ud.

Ia bahkan mendorong mahasiswa membangun target kerja harian yang realistis. Dengan target 10 jam kerja, misalnya, mahasiswa dapat membiasakan diri menghasilkan sedikitnya lima halaman draf setiap hari.

Pola tersebut bukan semata-mata mengejar jumlah halaman. Lebih dari itu, mahasiswa dilatih membangun kebiasaan produktif sehingga proses penelitian tidak berhenti pada gagasan.

Membaca, Meneliti dan Membangun Jejaring

Prof Mas’ud menilai keberhasilan studi pascasarjana membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menyelesaikan tugas kuliah.

Mahasiswa perlu membangun kebiasaan membaca literatur bereputasi, aktif melakukan penelitian, berani menguji gagasan, serta membuka jejaring dengan akademisi dan ahli dari berbagai disiplin.

Kebiasaan tersebut diharapkan membuat mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna ilmu, tetapi mampu menghasilkan gagasan dan penelitian yang memberi manfaat lebih luas.

Dengan demikian, OSHIKA MABA tidak berhenti sebagai pintu masuk ke lingkungan kampus. Bagi mahasiswa Pascasarjana UNISMA, orientasi tersebut menjadi momentum untuk membangun cara belajar baru: lebih disiplin, produktif, terbuka terhadap gagasan, dan mampu mengubah penelitian menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan Menteri Agama tentang keberkahan ilmu pun menemukan konteksnya. Studi pascasarjana bukan sekadar perjalanan menuju gelar akademik, melainkan proses membentuk pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus memberi manfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *