Indonesiandaily.com – Sebanyak 94 artikel hasil pengabdian kepada masyarakat dihimpun dalam Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) ke-7 yang digelar Universitas Islam Malang (UNISMA) pada 2026.
Konferensi tersebut diikuti 32 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta masih didominasi perguruan tinggi dari Jawa Timur.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISMA Malang, Prof. Dr. Ir. Mahayu Woro Lestari, MP, mengatakan puluhan artikel yang masuk. Hal ini menjadi gambaran beragam praktik pengabdian yang dilakukan perguruan tinggi di masyarakat.
“Sebanyak 94 artikel ini kami kelompokkan dalam 10 tema besar pengabdian masyarakat,” kata Mahayu saat menyampaikan laporan panitia KOPEMAS 7.
Dari jumlah tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menjadi perguruan tinggi dengan kiriman artikel terbanyak, yakni 12 artikel. Disusul Universitas Brawijaya (UB) dengan sembilan artikel dan Universitas PGRI lainnya dengan enam artikel.
KOPEMAS 7 mengusung tema “Strategi Mengembangkan Ekosistem Pengabdian Masyarakat Terintegrasi untuk Membangun Perguruan Tinggi Lebih Berdampak.”
Menurut Mahayu, tema tersebut tidak hanya menempatkan pengabdian masyarakat sebagai kewajiban akademik dosen. Namun juga sebagai aktivitas yang hasilnya perlu disebarluaskan dan memberi manfaat lebih luas.
“Tujuannya untuk mendiseminasikan hasil kegiatan PKM yang telah dilakukan para dosen agar hasilnya dapat dinikmati masyarakat. Tidak terbatas di lokasi tempat pengabdian dilakukan,” ujarnya.
Dari kesehatan hingga penguatan UMKM
Sebanyak 94 artikel yang dipresentasikan dalam KOPEMAS 7 terbagi dalam 10 tema. Bahasannya mencakup pembangunan wilayah berbasis kearifan lokal, pemberdayaan kelembagaan, pendampingan kesehatan masyarakat. Termasuk pula pendidikan karakter dan budaya, hingga pengembangan sekolah unggul dan pesantren produktif.
Tema lainnya meliputi ekonomi kreatif dan kewirausahaan, pengembangan pariwisata, teknologi tepat guna dan produktivitas. Juga penguatan UMKM, IKM, BUMDes dan koperasi, serta persoalan sosial masyarakat.
Ragam tema tersebut memperlihatkan bahwa pengabdian perguruan tinggi bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Mahayu menegaskan, pengabdian merupakan bagian dari kewajiban dosen dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
KOPEMAS kemudian menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pengalaman tersebut. Sekaligus membuka peluang pertukaran gagasan antarkampus.
Pelaksanaan KOPEMAS 7 turut didukung tiga perguruan tinggi sebagai co-host. Yakni Institut Agama Islam Badrussoleh Kediri, Presiden University, dan UNUSIDA.
Didorong naik kelas ke level internasional
Wakil Rektor Bidang Akademik UNISMA Malang, dr. Erna Sulistyowaty, M.Kes., Ph.D., menyebut KOPEMAS memiliki posisi penting bagi dosen. Pasalnya menjadi ruang diseminasi hasil pengabdian sekaligus menghasilkan luaran akademik berupa prosiding.
Ia menilai penyelenggaraan KOPEMAS dari tahun ke tahun menunjukkan semakin kuatnya kebutuhan dosen. Khususnya terhadap forum khusus pengabdian masyarakat.
“KOPEMAS dari tahun ke tahun banyak dinanti dosen karena menjadi ajang diseminasi kegiatan pengabdian masyarakat,” ujar Erna.
Namun, Erna berharap KOPEMAS tidak berhenti sebagai konferensi nasional. Forum tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi konferensi berskala internasional.
Pengembangan itu, menurut dia, dapat dibarengi dengan kolaborasi bersama mitra dan donor internasional. Sehingga program pengabdian tidak semata berorientasi pada pendanaan, publikasi, dan luaran akademik.
“Lebih dari itu, memang benar-benar berdampak untuk masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Pengabdian menjadi bagian dari agenda world class university
Erna mengatakan penguatan pengabdian masyarakat juga sejalan dengan target UNISMA Malang menuju world class university.
Jejaring internasional yang telah dibangun UNISMA, termasuk kerja sama dengan mitra dari Belanda dan sejumlah negara lain. Diharapkan tidak hanya diarahkan untuk penelitian dan publikasi.
Jejaring tersebut juga dapat diintegrasikan dengan program pengabdian masyarakat. Bersama perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta mitra lainnya.
“Harapannya masuk di kegiatan pengabdian masyarakat yang berdampak,” ujarnya.
Melalui KOPEMAS 7, UNISMA Malang ingin memperluas ruang berbagi pengalaman pengabdian. Sekaligus mendorong lahirnya model kolaborasi yang lebih terintegrasi.
Dengan 32 perguruan tinggi dan 94 artikel yang dihimpun, konferensi ini menjadi titik temu berbagai praktik pengabdian dari sejumlah daerah di Indonesia.
Ke depan, penyelenggaraan KOPEMAS diharapkan tidak hanya semakin luas dari sisi peserta dan publikasi. Namun juga mampu memperkuat jejaring hingga tingkat internasional. Serta memastikan hasil pengabdian benar-benar dirasakan masyarakat.



