Indonesiandaily.com – Sebuah denah wilayah tidak lahir hanya dari gambar di atas kertas. Di Dusun Mindi, data tentang jalan, batas wilayah, pembagian RT dan RW hingga fasilitas umum terlebih dahulu ditelusuri mahasiswa secara langsung sebelum diubah menjadi media informasi.
Proses itu dilakukan KSM-T Kelompok 01 Universitas Islam Malang (UNISMA) melalui program pemetaan dan pembuatan denah wilayah Dusun Mindi selama Agustus-September 2026.
Mahasiswa tidak sekadar menggambar peta. Mereka turun ke lapangan, mengamati kondisi wilayah, mencatat titik-titik penting, sekaligus menggali informasi dari perangkat dusun dan tokoh masyarakat.
Program tersebut dibimbing Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Surya Sari Faradiba, S.Si., M.Pd.
Data Dikumpulkan dari LapanganÂ
Gagasan membuat denah berangkat dari kondisi masyarakat Dusun Mindi yang belum memiliki media informasi wilayah secara memadai.
Selama ini, informasi mengenai pembagian wilayah dan lokasi fasilitas umum lebih banyak disampaikan secara lisan atau berdasarkan pengetahuan warga yang telah lama tinggal di dusun tersebut.
Kondisi itu dapat menjadi kendala bagi warga baru maupun masyarakat dari luar dusun yang hendak mencari lokasi tertentu.
Karena itu, mahasiswa KSM-T Kelompok 01 memilih memulai program dari lapangan. Mereka melakukan survei untuk mengetahui akses jalan, batas wilayah, pembagian kawasan serta titik-titik yang dianggap penting bagi masyarakat.
Tak Sekadar Menggambar DenahÂ
Data hasil survei kemudian tidak langsung dituangkan ke dalam desain. Mahasiswa melakukan koordinasi dengan perangkat dusun dan tokoh masyarakat untuk mencocokkan informasi yang ditemukan di lapangan.
Pembagian RT dan RW menjadi salah satu informasi yang perlu dipastikan. Begitu pula dengan lokasi fasilitas umum agar denah yang dihasilkan tidak sekadar menarik secara visual, tetapi juga relevan dengan kondisi Dusun Mindi.
Setelah data dinilai cukup, mahasiswa mengolahnya menjadi denah dengan tampilan sederhana agar mudah dipahami masyarakat.
Di dalamnya tercantum batas wilayah, akses jalan, pembagian RT dan RW serta sejumlah fasilitas umum.
Dari Data Menjadi Panduan WargaÂ
Fasilitas yang dimasukkan dalam denah antara lain tempat ibadah, TPQ, rumah RT dan RW serta sejumlah titik penting lainnya.
Kehadiran denah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap informasi lisan ketika ingin mengenali wilayah Dusun Mindi.
Bagi warga baru, denah dapat menjadi gambaran awal untuk memahami lingkungan tempat tinggalnya. Sementara bagi masyarakat dari luar dusun, media tersebut dapat membantu menemukan lokasi tertentu dengan lebih mudah.
Belajar Membaca Persoalan dari MasyarakatÂ
Bagi mahasiswa KSM-T Kelompok 01 UNISMA, proses pembuatan denah juga menjadi pengalaman untuk memahami bahwa persoalan masyarakat tidak selalu membutuhkan solusi yang rumit.
Keterbatasan media informasi wilayah dijawab melalui pemetaan sederhana yang dikerjakan secara kolaboratif.
Mahasiswa menangani survei, pemetaan, pengolahan data hingga desain. Perangkat dusun dan masyarakat membantu memberikan informasi sekaligus memverifikasi kondisi wilayah.
Kepala Dusun Mindi beserta perangkat dusun menyambut positif keberadaan denah tersebut. Media informasi itu diharapkan dapat dirawat dan dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
KSM-T Kelompok 01 UNISMA juga mendorong agar denah dapat diperbarui apabila terjadi perubahan pembagian wilayah maupun penambahan fasilitas umum.
Dengan demikian, data yang dikumpulkan mahasiswa selama masa pengabdian tidak berhenti menjadi catatan kegiatan. Data tersebut diubah menjadi informasi visual yang dapat digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.



