Indonesiandaily.com – Prosesi Wisuda ke-94 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya menjadi seremoni pelepasan lulusan. Bunda Rektor UIN Malang Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si. menitipkan pesan kuat agar para lulusan mampu menjaga diri dan tidak merusak masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Bunda Rektor Prof. Ilfi saat memberikan sambutan pada Wisuda ke-94 Periode IV Tahun 2026, Ahad (6/9/2026).
Di hadapan para wisudawan dan orang tua, Prof Ilfi menegaskan bahwa kehidupan setelah kampus akan menghadirkan tantangan yang jauh lebih besar.
Karena itu, ia meminta lulusan mencintai dirinya sendiri dengan cara menjaga perilaku dan menjauhi tindakan yang dapat menghancurkan masa depan.
“Cintailah dirimu sendiri dengan tidak merusak masa depanmu dengan hal-hal yang tidak baik,” pesannya.
Menurutnya, pendidikan yang telah ditempuh selama empat tahun akan kehilangan makna jika lulusan justru mengambil keputusan yang merugikan dirinya sendiri.
“Melakukan hal yang tidak terpuji berarti kalian merusak masa depan sendiri,” tegasnya.
Hormati Orang Tua
Selain menjaga diri, Bunda Rektor meminta para lulusan tidak pernah melupakan orang tua.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang anak tidak pernah berdiri sendiri. Ada doa, kasih sayang, pengorbanan, dan perjuangan orang tua yang mengiringi perjalanan hingga seorang anak mampu berdiri di panggung wisuda.
“Cintailah orang tuamu. Bapak, ibu, ayah, bunda yang sudah membesarkan kalian. Maka cintailah sepenuh hati,” ujar Prof Ilfi.
Ia menyebut kasih sayang orang tua diberikan tanpa pamrih. Harapan mereka sederhana, yakni melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan berhasil.
Karena itu, Bunda Rektor mengajak lulusan membalas kasih sayang tersebut dengan menghormati dan membahagiakan orang tua.
Tak Semua Wisudawan Masih Didampingi Orang Tua
Pesan Rektor semakin kuat ketika ia mengingatkan bahwa tidak semua wisudawan dapat merasakan kehadiran orang tua di momen wisuda.
Sebagian orang tua mungkin berada jauh di luar Jawa. Ada pula yang terkendala biaya atau kesibukan sehingga tidak dapat hadir.
Sebagian lainnya bahkan telah lebih dulu berpulang.
“Tidak semua wisudawan didampingi oleh orang tua,” kata Prof Ilfi.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kasih sayang dan doa orang tua tidak berhenti hanya karena mereka tidak berada di samping anaknya.
Bunda Rektor meminta para lulusan tetap bersyukur atas segala perjuangan orang tua yang telah mengantarkan mereka hingga menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, ucapan terima kasih saja tidak cukup untuk membalas pengorbanan tersebut.
Empat Tahun UIN Malang Membekali Lulusan
Prof Ilfi mengatakan, selama empat tahun berada di UIN Malang, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan bekal akademik.
Kampus juga berupaya membangun keimanan, spiritualitas, karakter, dan akhlak para mahasiswa.
UIN Malang memberikan pembelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris selama satu tahun sebagai bekal menghadapi dunia kerja.
Mahasiswa juga diwajibkan mengikuti program Ma’had selama satu tahun. Program tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter dan penguatan kehidupan keagamaan mahasiswa.
Menurut Prof Ilfi, berbagai bekal tersebut diberikan agar lulusan mampu bersaing di dunia kerja, sekaligus tetap memiliki karakter dan akhlak yang baik.
Kini Saatnya Membuktikan Diri
Setelah empat tahun menempuh pendidikan, Bunda Rektor menyebut UIN Malang kini mengembalikan para lulusan kepada keluarga.
Ia menggambarkan orang tua telah menitipkan anaknya kepada kampus sejak lulus SMA hingga tumbuh menjadi pribadi dewasa.
“Kami menyerahkan kembali putra-putri Bapak Ibu semuanya,” tuturnya.
Namun, pengembalian itu bukan berarti tugas lulusan selesai. Justru, menurut Prof. Ilfi, perjalanan sebenarnya baru dimulai.
Para lulusan diminta terus mengembangkan kemampuan, mempersiapkan masa depan, serta menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater.
“Rasanya kami sudah memberikan yang terbaik di kampus ini selama kalian empat tahun di sini. Namun masih terasa kurang,” ujarnya.
Ia berharap para wisudawan mampu membuktikan hasil pendidikan melalui karya dan kehidupan yang bermanfaat.
Di penghujung pesannya, Bunda Rektor kembali menekankan dua hal sederhana yang harus dipegang para lulusan: menjaga diri agar tidak menghancurkan masa depan dan mencintai orang tua yang telah berjuang mengantarkan mereka sampai ke titik ini.
Wisuda, bagi Rektor UIN Malang ini, bukan sekadar tanda berakhirnya masa kuliah. Momen tersebut menjadi awal bagi para lulusan untuk membuktikan bahwa ilmu, karakter, dan akhlak yang diperoleh di kampus benar-benar menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.



