Indonesiandaily.com – Prosesi Wisuda ke-93 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi momentum bagi Rektor Prof. Dr. Ilfi Nur Diana untuk menitipkan pesan penting kepada para lulusan. Bukan sekadar soal ilmu dan gelar akademik, tetapi bagaimana mereka mampu bertahan dan menentukan arah hidup setelah meninggalkan kampus.
Usai memimpin prosesi wisuda pada Sabtu (5/9/2026), Ilfi menekankan pentingnya penguatan iman, mental, dan spiritualitas. Menurutnya, bekal akademik yang tinggi tidak akan cukup jika tidak diimbangi ketahanan mental dan nilai keagamaan.
“Sebagus apa pun pendidikannya, kalau mentalnya tidak kuat dan tidak diperkuat dengan keagamaan serta spiritualitas, mereka akan rapuh,” ujar Ilfi.
Pesan tersebut disampaikan karena lulusan perguruan tinggi menghadapi lingkungan yang jauh lebih kompleks setelah memasuki kehidupan profesional. Tekanan pekerjaan, persaingan, hingga berbagai persoalan sosial membutuhkan fondasi mental yang kuat.
Namun, ketahanan mental saja tidak cukup. Ilfi meminta para lulusan tidak memilih sikap pasif setelah menyandang gelar sarjana.
“Tidak boleh mager. Tidak boleh mengandalkan orang tua, dosen, atau siapa pun. Mereka harus mengandalkan dirinya sendiri dan menjadi pelaku sejarah bagi masa depannya,” tegasnya.
Sertifikasi Jadi Modal Tambahan
UIN Malang, kata Ilfi, berupaya memberikan bekal yang lebih konkret sebelum mahasiswa menyelesaikan studinya. Salah satunya melalui penguatan sertifikasi profesi.
Kampus saat ini telah memiliki enam skema sertifikasi yang dapat diakses mahasiswa dari berbagai bidang. Program tersebut tidak hanya diarahkan kepada satu fakultas, tetapi dibuka bagi mahasiswa yang membutuhkan dan berminat.
Bahkan, pada tahap awal, UIN Malang memberikan sertifikasi secara gratis kepada mahasiswa. Langkah tersebut sekaligus menjadi cara kampus memperkenalkan pentingnya sertifikasi dalam persaingan kerja.
“Kalau berbayar, biasanya mahasiswa tidak terlalu berminat. Kita gratiskan dulu. Sekaligus sosialisasi bahwa sertifikasi itu penting,” katanya.
Ilfi menargetkan pengembangan skema sertifikasi terus diperluas. Tahun ini, setiap program studi didorong mengajukan skema sertifikasi yang relevan untuk kemudian diproses sesuai ketentuan lembaga sertifikasi.
Menurutnya, sertifikasi dapat menjadi nilai tambah ketika lulusan bersaing mendapatkan pekerjaan. Terlebih, banyak lulusan memiliki latar belakang pendidikan yang serupa, sehingga kompetensi yang telah dibuktikan melalui sertifikasi dapat menjadi pembeda.
Bahasa dan Komunikasi Tak Kalah Penting
Selain sertifikasi, Ilfi menyebut kemampuan bahasa dan komunikasi sebagai dua bekal penting bagi lulusan.
Pengetahuan akademik dan keterampilan teknis tetap menjadi fondasi. Namun, kemampuan menyampaikan gagasan, berkomunikasi, dan mengaktualisasikan diri juga menentukan daya saing seseorang di dunia kerja.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa baru maupun mahasiswa yang masih menempuh pendidikan untuk mulai membangun kemampuan komunikasi sejak dini.
“Skill berkomunikasi penting karena itu menjadi bagian dari aktualisasi diri,” ujarnya.
Kampus juga terus mendorong mahasiswa memiliki pengalaman yang lebih dekat dengan dunia industri. Kerja sama dengan perusahaan tidak diarahkan sebatas kegiatan akademik, tetapi juga membuka ruang untuk riset, magang, hingga peluang pekerjaan.
Membuka Jalan ke Dunia Kerja Global
Upaya memperluas jejaring tersebut bahkan mulai diarahkan ke perusahaan multinasional dan peluang kerja di luar negeri.
Ilfi mengungkapkan, UIN Malang telah menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang. Kerja sama tersebut mencakup proses rekrutmen dan seleksi bagi mahasiswa atau lulusan yang berminat bekerja di Negeri Sakura.
Menurutnya, minat mahasiswa terhadap peluang kerja internasional cukup besar. Karena itu, peluang serupa tidak menutup kemungkinan diperluas ke negara lain.
“Dari Jepang sudah ada. Mungkin nanti dari beberapa negara yang lain,” katanya.
Sementara itu, data mengenai jumlah peserta, lulusan yang diterima, serta tingkat keterserapan tenaga kerja di luar negeri masih dalam proses pengumpulan dan evaluasi.
Bagi Ilfi, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya UIN Malang memastikan lulusan tidak berhenti pada seremoni wisuda. Gelar akademik harus menjadi titik awal untuk memasuki dunia nyata dengan bekal ilmu, karakter, keterampilan, sertifikasi, dan keberanian mengambil peluang.
Pesan itu pula yang menjadi penutup penting bagi para wisudawan ke-93: jangan hanya menunggu kesempatan, tetapi bergerak untuk menciptakannya.



