Indonesiandaily.com – Hari pertama mahasiswa baru di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tidak hanya diisi dengan rangkaian penyambutan. Beragam karya mahasiswa turut mengambil perhatian melalui parade 11 program studi dalam pembukaan PKKMB Gigantik 2026, Selasa (1/9/2026).
Maket jembatan hingga prototype teknologi dipamerkan di hadapan mahasiswa baru angkatan Abhyasa 57. Karya-karya tersebut menjadi gambaran awal mengenai aktivitas akademik dan kreativitas yang akan mereka temui selama menjalani perkuliahan.
Parade tersebut melibatkan Ketua Program Studi (Kaprodi), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), serta mahasiswa dari masing-masing prodi. Mereka memperkenalkan karya sekaligus menunjukkan sejumlah capaian yang telah dihasilkan mahasiswa.
Konsep tersebut membuat suasana PKKMB berlangsung lebih dinamis. Mahasiswa baru tidak hanya mendengarkan penjelasan mengenai program studi, tetapi juga dapat melihat langsung bentuk karya yang lahir dari proses pembelajaran dan kegiatan mahasiswa.
Ketua Pelaksana PKKMB Gigantik, Ida Soewarni, mengatakan parade karya sengaja dihadirkan agar mahasiswa baru memperoleh gambaran lebih nyata mengenai pilihan program studi yang mereka ambil.
Menurut dia, karya yang ditampilkan merupakan bagian dari kreativitas mahasiswa yang dapat menjadi pemantik kepercayaan diri mahasiswa baru dalam menjalani perkuliahan.
“Ini bukti nyata kreativitas kakak tingkat yang ditunjukkan langsung di depan adik-adiknya. Jadi mahasiswa baru tidak perlu ragu dengan pilihan prodinya,” kata Ida.
Bagi mahasiswa baru, parade tersebut sekaligus menjadi perkenalan pertama terhadap ekosistem akademik di ITN Malang. Mereka dapat melihat bahwa proses belajar di kampus tidak berhenti pada materi di ruang kelas.
Berbagai karya yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana pengetahuan di masing-masing bidang dapat diterjemahkan menjadi produk, rancangan, maupun teknologi.
Pembukaan PKKMB Gigantik 2026 sendiri digelar dengan konsep outdoor. Ratusan mahasiswa baru mengikuti kegiatan di tengah suasana yang dibuat lebih terbuka, lengkap dengan panggung dan pertunjukan seni Nusantara.
Mahasiswa baru ITN Malang tahun ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah mahasiswa juga datang dari luar negeri, termasuk Malaysia dan Timor Leste.
Di tengah kemeriahan penyambutan, keberadaan parade karya menjadi salah satu bagian yang memperlihatkan wajah kampus dari perspektif mahasiswa. Bukan sekadar mengenalkan nama prodi, tetapi menunjukkan apa yang bisa dihasilkan dari proses belajar di dalamnya.
Dengan pendekatan tersebut, hari pertama mahasiswa baru di ITN Malang tidak hanya menjadi pintu masuk menuju kehidupan kampus. Mereka juga langsung diperlihatkan karya yang dapat menjadi gambaran tentang perjalanan akademik yang akan mereka jalani.
