Indonesiandaily.com – Politeknik Negeri Malang (Polinema) mempertegas komitmennya menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Komitmen itu diwujudkan melalui Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) serta Deklarasi PKKMB Tanpa Kekerasan.
Kegiatan yang digelar Jumat (7/8/2026) tersebut menyasar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Polinema 2026.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan PKKMB tidak sekadar menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru. Lebih dari itu, PKKMB diarahkan menjadi ruang edukasi yang humanis, aman, dan menjunjung tinggi martabat setiap mahasiswa.
Wakil Direktur III Polinema, Ir. Pipit Wahyu Nugroho, M.T., selaku penanggung jawab kegiatan, menegaskan pencegahan kekerasan merupakan tanggung jawab seluruh pihak di lingkungan kampus.
“Pencegahan kekerasan harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama. Dapat dipastikan seluruh rangkaian PKKMB berlangsung secara edukatif, humanis,” ujarnya.
Menurut Pipit, pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan harus dimiliki seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan kemahasiswaan. Prinsip etika, penghormatan, keselamatan, dan keberagaman harus menjadi landasan setiap aktivitas.
Panitia Jadi Garda Depan
Sosialisasi PPKPT sekaligus memperkuat posisi BEM dan panitia PKKMB sebagai garda depan. Khususnya dalam menciptakan suasana kegiatan yang kondusif.
Panitia merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan mahasiswa baru. Karena itu, mereka memiliki peran strategis memastikan seluruh rangkaian PKKMB berjalan dalam koridor. Terutama dalam hal pendidikan dan pembinaan yang positif.
Polinema tidak ingin tradisi pengenalan kampus justru melahirkan praktik kekerasan. Maupun perundungan, intimidasi, maupun tindakan lain yang merendahkan mahasiswa baru.
Komitmen tersebut kemudian ditegaskan melalui Deklarasi PKKMB Tanpa Kekerasan. Deklarasi menjadi simbol sekaligus pernyataan bersama. Terutama untuk mencegah segala bentuk kekerasan selama pelaksanaan PKKMB Polinema 2026.
Seluruh pihak yang terlibat didorong tidak melakukan, membiarkan, maupun menoleransi. Terutama tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Polinema membangun budaya akademik yang menjunjung rasa aman. Juga saling menghormati, serta menghargai keberagaman.
Kampus menilai budaya tersebut tidak dapat dibangun oleh institusi semata. Keterlibatan sivitas akademika, mahasiswa, BEM, dan organisasi kemahasiswaan menjadi kunci. Agar nilai-nilai tersebut benar-benar hadir dalam kehidupan kampus.
Dengan Sosialisasi PPKPT dan Deklarasi PKKMB Tanpa Kekerasan. Polinema berharap mahasiswa baru 2026 dapat memulai perjalanan akademiknya dalam suasana positif.
PKKMB diharapkan menjadi pintu masuk untuk mengenal lingkungan kampus, membangun relasi sehat. Serta menumbuhkan rasa percaya diri tanpa harus melalui praktik kekerasan.
Polinema ingin memastikan satu pesan kuat mengiringi PKKMB 2026: mengenalkan kampus boleh tegas. Tetapi harus tetap edukatif, humanis, dan tanpa kekerasan.
