Agroteknologi UNISMA Cetak Agropreneur Muda, Mahasiswa Didorong Ciptakan Teknologi Pertanian

Agroteknologi UNISMA Cetak Agropreneur Muda, Mahasiswa Didorong Ciptakan Teknologi Pertanian

Indonesiandaily.com – Di tengah tantangan regenerasi petani dan tuntutan inovasi di sektor pangan, Program Studi Agroteknologi Universitas Islam Malang (UNISMA) memilih mengambil langkah berbeda. Prodi ini tidak sekadar mencetak sarjana pertanian, tetapi menyiapkan lulusan menjadi agropreneur, peneliti, sekaligus inovator teknologi yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Transformasi tersebut menjadi identitas baru Agroteknologi UNISMA Malang sejak berdiri pada 1980. Awalnya bernama Jurusan Budidaya Pertanian, kini program studi tersebut mengusung keunggulan agrotechno-preneurship. Ini sejalan dengan arah pengembangan UNISMA Malang sebagai perguruan tinggi berdaya saing internasional.

Ketua Program Studi Agroteknologi UNISMA Malang, Anita Qur’ania, SP., M.Ling, mengatakan konsep agrotechno-preneurship tidak hanya mengajarkan mahasiswa menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menciptakan inovasi teknologi yang memiliki nilai ekonomi.

“Mahasiswa kami didorong menjadi pencipta teknologi. Misalnya mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik, mengembangkan biofertilizer berbasis mikroba. Sampai menghasilkan inovasi yang bisa dipasarkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Diperkuat Enam Guru Besar

Komitmen tersebut didukung kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Agroteknologi UNISMA Malang. Program studi ini diperkuat oleh enam guru besar, lima doktor, serta dosen-dosen dengan kepakaran. Terutama di bidang budidaya tanaman, teknologi pertanian, dan pengelolaan limbah organik.

Keunggulan akademik itu diterjemahkan dalam proses pembelajaran yang menitikberatkan praktik. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Anita, sekitar 52 persen mahasiswa aktif mengikuti riset dosen. Pengalaman tersebut membuat mahasiswa terbiasa melakukan penelitian sekaligus memahami penerapan teknologi di lapangan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori. Tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Agroteknologi UNISMA Cetak Agropreneur Muda, Mahasiswa Didorong Ciptakan Teknologi Pertanian
Budidaya Melon Premium yang dikelolah mahasiswa Agroteknologi Universitas Islam Malang.

Mahasiswa Bangun Bisnis Melon Premium

Budaya kewirausahaan menjadi salah satu kekuatan Agroteknologi UNISMA Malang. Berbagai mata kuliah bisnis, praktik usaha, hingga bazar kewirausahaan rutin digelar sebagai bagian dari pembelajaran.

Hasilnya mulai terlihat. Banyak mahasiswa dan alumni memilih membangun usaha sendiri dibanding hanya mencari pekerjaan setelah lulus.

Salah satu yang berkembang adalah budidaya melon hidroponik premium. Dengan konsep petik buah langsung di kebun. Mahasiswa mampu menjual melon hingga sekitar Rp30 ribu per kilogram, lebih tinggi dibanding harga pasar.

Model usaha tersebut menunjukkan bahwa inovasi teknologi mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda.

Kesempatan Belajar di Thailand

Tak hanya mengembangkan jiwa kewirausahaan, Agroteknologi UNISMA Malang juga membuka pengalaman internasional bagi mahasiswanya.

Selama tiga tahun terakhir, program studi ini secara rutin mengirim mahasiswa mengikuti summer course di Thailand melalui kerja sama dengan perguruan tinggi mitra. Program yang berlangsung sekitar dua minggu itu diikuti mahasiswa dari berbagai negara, seperti Thailand, China, dan Taiwan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mempelajari teknologi pertanian modern, pengolahan hasil pertanian. Hingga sistem pertanian berkelanjutan sekaligus memperluas jejaring internasional.

“Pengalaman internasional menjadi bekal penting agar lulusan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Anita.

Agroteknologi UNISMA Cetak Agropreneur Muda, Mahasiswa Didorong Ciptakan Teknologi Pertanian
Mahasiswa Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNISMA Malang memberikan edukasi kepada masyarakat.

Menjawab Tantangan Ketahanan Pangan

Selain mengembangkan kemampuan teknologi dan bisnis, mahasiswa juga dibekali konsep pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Menurut Anita, regenerasi petani dan ketahanan pangan menjadi tantangan besar yang harus dijawab melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.

“Kami ingin lulusan menjadi bagian dari solusi bagi pertanian Indonesia melalui teknologi, inovasi, dan pendekatan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Prospek Karier Kian Terbuka

Lulusan Agroteknologi UNISMA Malang memiliki prospek karier yang luas. Selain menjadi wirausahawan di sektor pertanian. Alumni juga banyak bekerja di perusahaan benih, perkebunan, industri pestisida, lembaga penelitian, hingga instansi pemerintah.

Sebagian lainnya melanjutkan studi magister dan berkarier sebagai peneliti. Termasuk di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dengan dukungan dosen berpengalaman, budaya riset yang kuat, semangat kewirausahaan, serta jejaring internasional. Agroteknologi UNISMA Malang terus menegaskan posisinya sebagai program studi yang tidak hanya mencetak lulusan siap kerja. Tetapi juga melahirkan inovator dan pencipta lapangan kerja di sektor pertanian modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *