Mahasiswa Magister Keperawatan UMM Belajar Manajemen Rumah Sakit Internasional di Malaysia

Mahasiswa Magister Keperawatan UMM Belajar Manajemen Rumah Sakit Internasional di Malaysia

Indonesiandaily.com – Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperluas wawasan tentang tata kelola rumah sakit melalui hospital management exposure di Hospital Al-Sultan Abdullah, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Inbound Academic Mobility Postgraduate Nursing Education hasil kolaborasi UMM dan UiTM.

Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami sistem manajemen rumah sakit bertaraf internasional. Tidak hanya mempelajari teori, peserta diajak mengamati praktik terbaik dalam pengelolaan layanan kesehatan yang berorientasi pada mutu, keselamatan pasien, dan efisiensi pelayanan.

Belajar Tata Kelola Rumah Sakit Modern

Selama kunjungan akademik, mahasiswa mengikuti observasi lapangan, diskusi bersama jajaran manajemen rumah sakit. Serta sesi berbagi pengalaman mengenai pengelolaan pelayanan kesehatan modern.

Mereka mempelajari berbagai aspek penting, mulai dari struktur organisasi, koordinasi antarprofesi, pengelolaan sumber daya manusia, penerapan standar mutu. Termasuk juga sistem patient safety, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pelayanan klinis maupun administrasi.

Mahasiswa juga melihat bagaimana budaya kerja kolaboratif dibangun agar pelayanan kepada pasien berlangsung cepat, tepat, aman, dan berpusat pada kebutuhan pasien.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata tentang implementasi konsep kepemimpinan dan manajemen keperawatan yang selama ini dipelajari di ruang kuliah.

Siapkan Perawat Menjadi Pemimpin

Ketua Prodi Magister Keperawatan UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, menegaskan bahwa penguasaan manajemen rumah sakit merupakan kompetensi penting bagi lulusan magister keperawatan.

Menurutnya, perawat masa kini tidak hanya bertugas memberikan pelayanan klinis, tetapi juga dituntut mampu memimpin tim, mengelola sumber daya. Juga mengambil keputusan, dan berkontribusi dalam penyusunan kebijakan pelayanan kesehatan.

“Perawat saat ini memiliki peran yang jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya. Pengalaman belajar langsung mengenai manajemen rumah sakit menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mahasiswa Magister Keperawatan,” ujar Prof Yoyok.

Ia menambahkan, kunjungan akademik internasional membuka perspektif mahasiswa mengenai budaya mutu yang diterapkan secara konsisten di rumah sakit luar negeri.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mengetahui teori mengenai hospital management, tetapi juga melihat implementasinya secara langsung,” ucapnya.

Mahasiswa Keperawatan UMM tersebut belajar bagaimana proses pengambilan keputusan dilakukan, bagaimana mutu pelayanan dipantau, bagaimana keselamatan pasien menjadi prioritas utama, hingga bagaimana teknologi informasi dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan.

Transformasi Digital dan Kolaborasi Jadi Kunci

Salah satu hal yang menarik perhatian mahasiswa adalah penggunaan pendekatan berbasis data dalam pengambilan keputusan. Rumah sakit secara rutin menganalisis indikator mutu, keselamatan pasien, kepuasan pengguna layanan, hingga efisiensi operasional sebagai dasar evaluasi dan perbaikan layanan.

Selain itu, mahasiswa juga mempelajari pentingnya kolaborasi interprofesional antara dokter, perawat, apoteker, fisioterapis, ahli gizi, dan tenaga kesehatan lainnya untuk menghadirkan pelayanan yang komprehensif sekaligus meminimalkan risiko kesalahan medis.

Transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan rumah sakit. Pemanfaatan rekam medis elektronik, sistem informasi rumah sakit, dashboard pemantauan mutu, hingga teknologi komunikasi internal mampu meningkatkan kecepatan pelayanan dan akurasi dokumentasi klinis.

Perkuat Internasionalisasi Pendidikan UMM

Prof Yoyok menilai pengalaman belajar lintas negara menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia keperawatan Indonesia.

Ia berharap mahasiswa membawa pulang pengalaman sekaligus inovasi yang dapat diterapkan di rumah sakit tempat mereka bekerja.

“Kami berharap mahasiswa membawa pulang bukan hanya pengalaman, tetapi juga ide-ide baru yang dapat diterapkan di tempat kerja masing-masing. Dengan melihat praktik terbaik di rumah sakit internasional, mereka dapat menjadi agen perubahan yang mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia,” katanya.

Kolaborasi antara Magister Keperawatan UMM dan UiTM Puncak Alam juga menjadi bagian dari komitmen kedua institusi. Terutama dalam memperkuat pendidikan pascasarjana berstandar internasional.

Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pertukaran mahasiswa, tetapi juga pengembangan riset kolaboratif. Juga publikasi ilmiah bersama, pertukaran dosen, serta penguatan jejaring akademik internasional.

Melalui hospital management exposure ini, UMM berharap mampu melahirkan lulusan Magister Keperawatan yang tidak hanya unggul secara akademik. Namun juga siap menjadi pemimpin yang membawa inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia maupun tingkat global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *