UNISMA Malang Gelar International CEO Talks, Perkuat Startup Tembus Pasar Eropa

UNISMA Malang Gelar International CEO Talks, Perkuat Startup Tembus Pasar Eropa

Indonesiandaily.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) terus memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis inovasi. Melalui International CEO Talks dan Forum Inovasi Startup, kampus ini menghadirkan akademisi, CEO, dan pelaku industri internasional untuk mendorong lahirnya startup berdaya saing global sekaligus membuka peluang ekspor bagi UMKM Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi UNISMA Malang dalam membangun kewirausahaan di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU). Forum ini juga diharapkan memperkuat kolaborasi internasional demi mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui inovasi, hilirisasi riset, dan penguatan ekonomi berbasis pengetahuan.

Rektor UNISMA Malang, Prof. Junaidi Mistar, Ph.D., menegaskan kampus tidak ingin hasil penelitian dosen berhenti sebagai karya ilmiah semata. Inovasi yang memiliki nilai ekonomi harus didorong hingga mampu memasuki dunia usaha.

Riset Kampus Diarahkan Menjadi Startup Bisnis

Menurut Prof. Junaidi, UNISMA Malang telah memiliki Lembaga Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (LPKIB) yang menjadi penghubung antara hasil riset, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga pengembangan bisnis.

“Di UNISMA ada LPKIB yang bertugas menangkap peluang bisnis. Penelitian dosen tidak berhenti pada laporan ilmiah atau artikel. Jika memiliki potensi paten, kami dampingi melalui Sentra HKI. Setelah itu, apabila berpotensi menjadi bisnis, LPKIB akan mengembangkan hingga siap dipasarkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan proses pendampingan dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari penyempurnaan ide usaha, penyusunan model bisnis, business plan, hingga mempertemukan peneliti dengan calon investor maupun mitra industri.

“Kami mendampingi sejak pengembangan ide bisnis, penyusunan business plan, sampai mencarikan mitra. Bahkan saya sendiri menjalin komunikasi dengan berbagai mitra di Eropa untuk membuka akses pasar,” katanya.

Kolaborasi Internasional Buka Jalan Produk Indonesia ke Eropa

Melalui jejaring internasional yang dibangun UNISMA Malang, sejumlah perusahaan di Eropa mulai melirik produk-produk asal Indonesia. Salah satunya adalah produk berbahan dasar beras singkong yang mendapat perhatian serius dari calon mitra di Belanda.

“Baru mengenal produk Indonesia, mereka langsung menghubungi kami. Bahkan sebelum kami kembali ke Indonesia, mereka sudah bertanya apakah bisa memasok 100 ton beras singkong setiap bulan. Ini peluang yang sangat besar,” ungkap Prof. Junaidi.

Menurutnya, permintaan tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi untuk meningkatkan kapasitas produksi UMKM lokal agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

UNISMA Siapkan UMKM Malang Raya Menembus Pasar Global

Prof. Junaidi menegaskan manfaat International CEO Talks tidak hanya dirasakan sivitas akademika. Setelah penguatan startup internal kampus selesai dilakukan, UNISMA akan memperluas kolaborasi bersama pemerintah daerah dan pelaku UMKM.

“Kami ingin mengundang dinas yang membidangi pengembangan UMKM di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Kami berharap UMKM Malang Raya dapat memanfaatkan jaringan internasional yang telah kami bangun,” katanya.

Ia optimistis kolaborasi tersebut mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus membuka akses ekspor yang selama ini sulit dijangkau pelaku UMKM.

Dosen dan Mahasiswa Dapat Dukungan dari Mitra Internasional

Kerja sama internasional juga menghasilkan dukungan nyata bagi pengembangan riset di lingkungan UNISMA Malang. Salah satu mitra dari Eropa akan memberikan bantuan peralatan penelitian senilai 11.500 euro atau sekitar Rp240 juta.

“Itu merupakan bantuan untuk mendukung riset dosen UNISMA. Dokumennya sudah kami tandatangani dan kini tinggal menyelesaikan proses administrasi di kementerian,” jelasnya.

Tidak hanya dosen, startup mahasiswa juga memperoleh manfaat langsung. Beberapa usaha rintisan mahasiswa akan mendapatkan pendampingan bisnis, transfer teknologi, hingga bantuan peralatan produksi.

“Bahkan salah satu startup mahasiswa yang bergerak di bidang telur telah dijanjikan bantuan enam unit mesin produksi agar usahanya dapat berkembang lebih cepat,” tutur Prof. Junaidi.

Hadirkan CEO dan Akademisi Kelas Dunia

International CEO Talks menghadirkan sejumlah tokoh internasional yang memiliki pengalaman dalam pengembangan inovasi, bisnis, dan kewirausahaan global.

Mereka adalah Prof. Dr.-Ing. Hendro Wicaksono, Ketua Umum Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) sekaligus akademisi Constructor University Bremen, Jerman; Dorotheus Wisman, Founder dan CEO Wise Use International B.V. Belanda; Guido Lassally, CEO Tauros Media Nederland B.V. Belanda; serta Jeroen Rijnenberg, Presiden Direktur Sustainable Business Development and Innovation Center.

Melalui forum tersebut, para peserta memperoleh wawasan mengenai pengembangan startup, hilirisasi hasil riset, strategi memasuki pasar global, hingga pentingnya membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah.

Perkuat Posisi UNISMA sebagai Kampus Entrepreneur

International CEO Talks menjadi bukti keseriusan UNISMA Malang dalam membangun budaya kewirausahaan berbasis inovasi. Kampus tidak hanya mendorong lahirnya penelitian berkualitas, tetapi juga memastikan hasil riset mampu memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *