UMM Resmikan Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora, Dorong Transformasi Akademik dan Lulusan Adaptif

UMM Resmikan Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora, Dorong Transformasi Akademik dan Lulusan Adaptif

Indonesiandaily.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meresmikan Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora (FPSH). Hal ini sebagai langkah strategis memperkuat integrasi pendidikan, sains, dan humaniora dalam menjawab tantangan zaman.

Dekan FPSH Prof Dr Mahfud Effendi MM menegaskan, pembentukan fakultas baru tersebut bukan sekadar pergantian nama kelembagaan, melainkan arah baru pengembangan akademik di UMM.

“Pendidikan sains dan humaniora bukan sekadar kebutuhan administrasi atau identitas kelembagaan, tetapi merupakan pernyataan tentang arah, tekad, dan cita-cita,” ungkap Prof Mahfud, Senin (06/07).

Hadirkan Ruang Akademik Lebih Terbuka

Dekan satu ini menyampaikan pula, lahirnya FPSH adalah ikhtiar menghadirkan ruang akademik yang lebih terbuka, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, pendidikan, sains, dan humaniora merupakan tiga pilar yang saling melengkapi. Sains mendorong inovasi, pendidikan membentuk karakter, sementara humaniora memastikan kemajuan teknologi tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Pemajuan teknologi tanpa nilai kemanusiaan dapat kehilangan arah. Sebaliknya, nilai kemanusiaan tanpa dukungan ilmu pengetahuan akan sulit menjawab kompleksitas tantangan zaman,” katanya.

Rektor Tekankan Perubahan Harus Diikuti Transformasi

Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM Prof Dr Nazarudin Malik SE MSi mengingatkan bahwa perubahan nama fakultas harus diikuti transformasi budaya akademik, sistem pembelajaran, dan pola pikir sivitas akademika.

“Jangan sekadar mengubah papan nama. Secara substantif harus terjadi perubahan yang gradual dan memberikan dampak yang signifikan,” tegasnya.

Prof Nazarudin, mencontohkan pengalamannya saat mengubah Fakultas Ekonomi menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada 2009–2010 sebagai respons terhadap perubahan global pascakrisis ekonomi 2008. Menurutnya, tujuan utama perubahan tersebut adalah membangun ekosistem yang melahirkan sumber daya manusia yang agile dan adaptif.

Ia juga mendorong seluruh fakultas di UMM memperkuat kolaborasi lintas disiplin sertaa menyelenggarakan mata kuliah dasar Kemuhammadiyahan, pendidikan bahasa, pemrograman Python, kewirausahaan, dan penguatan karakter.

“Semua mahasiswa UMM harus mendapatkan pendidikan bahasa, dasar programming Python, entrepreneur, dan pembentukan kepribadian secara serius sebagai bagian dari kaderisasi universitas,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *