Mahasiswa Sains Data UB Raih Juara 1 National Youth Preneur Festival, Lewat Platform Investasi Digital untuk UMKM

Mahasiswa Sains Data UB Raih Juara 1 National Youth Preneur Festival, Lewat Platform Investasi Digital untuk UMKM

Indonesiandaily.com – Empat mahasiswa Program Studi Sains Data Fakultas Sains Teknologi dan Matematika (STeM) Universitas Brawijaya (UB) berhasil meraih Juara 1 National Youth Preneur Festival 2026 yang digelar di Jember, Minggu (28/6/2026). Prestasi tersebut diraih melalui inovasi platform investasi digital bernama “Urunan”, yang dirancang untuk mempertemukan pelaku UMKM dan inovator muda dengan investor.

Tim yang terdiri dari Aini Tusamma Salsabila, Hasrip Widianto, Gesya Nur Azizah, dan Muhammad Fairo Yans Azfaro unggul pada kategori rancangan Business Model Canvas (BMC). Gagasan mereka dinilai mampu menjawab persoalan klasik yang selama ini dihadapi UMKM, yakni keterbatasan akses permodalan.

Platform “Urunan” dirancang sebagai fasilitator investasi digital yang menghubungkan pemilik ide dan pelaku usaha dengan calon investor. Konsep tersebut menawarkan pendekatan berbasis data untuk meningkatkan transparansi dan keamanan dalam proses pendanaan.

“Fokus kami adalah menciptakan jembatan penghubung yang aman sekaligus inklusif. Melalui pengelolaan data relasional yang akurat, sistem dapat memberikan rekomendasi investasi yang tepat sasaran, menumbuhkan kepercayaan investor, sekaligus menghidupkan ide-ide brilian yang selama ini terganjal dana,” ujar perwakilan tim.

Solusi Permodalan Berbasis Data

Berbeda dengan platform investasi digital pada umumnya, “Urunan” lahir dari pendekatan analitik yang menjadi ciri khas mahasiswa Sains Data. Dalam rancangan tersebut, data dimanfaatkan untuk memvalidasi rekam jejak pelaku UMKM sekaligus mengurangi risiko investasi.

Tim memaparkan bahwa sistem akan mengintegrasikan berbagai data usaha untuk membantu investor memperoleh informasi yang lebih akurat sebelum mengambil keputusan pendanaan.

“Data bukan hanya alat analisis, tetapi juga instrumen untuk membangun kepercayaan antara UMKM dan investor,” jelas tim saat presentasi di hadapan dewan juri.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat proposal mereka menonjol dibandingkan peserta lain. Selain memiliki potensi bisnis yang kuat, model yang ditawarkan juga dinilai realistis dan siap dikembangkan menjadi produk digital.

Desain Ramah Pengguna untuk UMKM

Tidak hanya mengutamakan aspek teknologi dan bisnis, tim juga memperhatikan pengalaman pengguna. Rancangan aplikasi “Urunan” menggunakan desain vektor yang minimalis dan ringan agar mudah diakses berbagai kalangan.

Konsep UI/UX tersebut sengaja dipilih untuk membantu pelaku UMKM, terutama di daerah, yang baru mengenal teknologi crowdfunding atau pendanaan bersama.

“Kami ingin aplikasi ini mudah digunakan siapa saja, termasuk pelaku usaha yang belum terbiasa dengan platform digital,” ungkap anggota tim.

Dukung SDGs dan Pertumbuhan Ekonomi

Inovasi “Urunan” juga dinilai sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Platform ini mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM.

Selain itu, gagasan tersebut turut mendukung SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan membuka ruang lebih luas bagi lahirnya inovasi dan pengembangan usaha berbasis teknologi.

Di hadapan dewan juri yang terdiri dari praktisi bisnis dan pakar kewirausahaan, tim UB berhasil menunjukkan bahwa keilmuan statistika dan sains data dapat diterapkan secara nyata dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Pemetaan mulai dari Value Proposition hingga Revenue Stream yang mereka susun dinilai paling rasional, aplikatif, dan memiliki peluang besar untuk direalisasikan menjadi perangkat lunak yang siap digunakan masyarakat.

Siap Dikembangkan Menjadi Prototype

Bagi Aini, Hasrip, Gesya, dan Fairo, kemenangan ini bukan akhir dari perjalanan inovasi mereka. Justru, prestasi tersebut menjadi langkah awal untuk membawa “Urunan” ke tahap pengembangan yang lebih konkret.

“Target berikutnya adalah merealisasikan prototype dan mencari peluang inkubasi bisnis agar ide ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata tim.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Sains Data Universitas Brawijaya mampu menghadirkan solusi digital yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM dan masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *