Indonesiandaily.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali memperluas jejaring internasional. Kampus ini menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Al Kauthar Academy Leeds dan PCINU United Kingdom.
Penandatanganan dilakukan pada 13 Juni 2026 di Leeds, Inggris. Kegiatan tersebut menjadi bagian kunjungan resmi delegasi UNISMA Malang ke sejumlah mitra strategis di Eropa.
Delegasi UNISMA Malang dipimpin Rektor Prof. Junaidi Mistar, Ph.D. Turut mendampingi Ketua Umum Yayasan Universitas Islam Malang, Prof. Dr. Ir. Agus Sugianto, S.T., M.P.
Hadir pula Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, SDM, dan Keuangan, Dr. H. Ronny Malavia Mardani, S.E., M.M., MOS. Delegasi juga didampingi Ketua Office of International Affairs, Asst. Prof. Dr. Imam Wahyudi Karimullah, M.A.
Al Kauthar Academy Jadi Mitra Strategis
Delegasi UNISMA Malang diterima langsung oleh Parviz Hussain. Ia merupakan Principal sekaligus Founder Al Kauthar Academy Leeds.
Al Kauthar Academy dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkembang pesat di Inggris. Institusi ini aktif mengembangkan pendidikan berbasis nilai Islam dan keunggulan akademik.
Lembaga tersebut juga fokus membangun karakter generasi muda Muslim. Programnya berkembang dalam lingkungan masyarakat yang multikultural.
Prof. Junaidi Mistar mengatakan kerja sama ini membuka banyak peluang kolaborasi.
“Kami berharap kerja sama ini memperkuat program pendidikan internasional,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi akan mencakup pengembangan guru dan pertukaran budaya. Program internasional juga melibatkan siswa, mahasiswa, dan tenaga pendidik.
“Kami ingin memperkuat pemahaman lintas budaya Indonesia dan Inggris,” katanya.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan pendidikan dan pelatihan guru. Kedua pihak juga akan menggelar seminar serta workshop internasional.
Program magang dan pertukaran akademik turut menjadi fokus kerja sama. Langkah itu mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.
Gandeng PCINU United Kingdom
Pada kesempatan yang sama, Rektor UNISMA Malang juga menandatangani MoU dengan PCINU United Kingdom.
Organisasi tersebut menaungi warga Nahdlatul Ulama dan diaspora Indonesia di Inggris. Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi kedua pihak.
Melalui kesepakatan tersebut, kedua lembaga akan mengembangkan berbagai program kolaboratif. Fokusnya mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kedua pihak juga mendorong penguatan moderasi beragama. Selain itu, program kepemimpinan generasi muda akan terus dikembangkan.
Seminar, pelatihan, dan forum akademik internasional juga menjadi agenda bersama. Kegiatan itu melibatkan sivitas akademika dan diaspora Indonesia.
Perkuat Peran Diaspora Indonesia
Prof. Junaidi Mistar menegaskan diaspora Indonesia merupakan mitra strategis. Kehadiran mereka mendukung internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia.
“Kolaborasi ini memperkuat hubungan kelembagaan dan jejaring internasional,” tegasnya.
Ia menilai kerja sama tersebut membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa. Dosen UNISMA Malang juga dapat terlibat dalam jejaring global.
“Kami berharap hubungan kampus dan diaspora semakin erat,” katanya.
Dukung Visi World Class University
Kerja sama dengan Al Kauthar Academy dan PCINU United Kingdom mempertegas komitmen UNISMA Malang. Kampus terus memperluas jaringan global melalui berbagai kemitraan internasional.
UNISMA Malang aktif menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan. Kampus juga menggandeng organisasi masyarakat dan komunitas diaspora Indonesia.
Melalui kemitraan tersebut, UNISMA Malang meningkatkan kualitas pendidikan. Kampus juga memperkuat budaya riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Mobilitas akademik terus diperluas untuk mendukung daya saing lulusan. Nilai keislaman dan kebangsaan tetap menjadi fondasi utama.
Dengan jejaring internasional yang semakin luas, UNISMA Malang optimistis mencapai target globalnya. Kampus menargetkan posisi sebagai World Class University dan Entrepreneurial University.
Langkah tersebut diharapkan memberi kontribusi nyata bagi Indonesia. Dampaknya juga diharapkan dirasakan masyarakat dunia.
