Cegah Pernikahan Dini, Tim Dosen UMM Gencarkan Edukasi “Remaja Sakti” di SMP Muhammadiyah Dau

Cegah Pernikahan Dini, Tim Dosen UMM Gencarkan Edukasi "Remaja Sakti" di SMP Muhammadiyah Dau

Indonesiandaily.com – Maraknya kasus pernikahan di usia anak-anak menjadi perhatian serius bagi akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Menyikapi hal tersebut, tim dosen dari Fakultas Psikologi dan Keperawatan UMM menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk “Selamatkan Anak dari Kawin Tidak Layak Usia” atau yang disingkat Remaja Sakti. Kegiatan ini berlangsung di SMP Muhammadiyah 6 Dau, Kabupaten Malang, dan diikuti oleh puluhan siswa dengan antusiasme tinggi.

Ketua tim pengabdi, Ratih Eka Pertiwi, M.Psi, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai benteng pertahanan pertama bagi remaja agar tidak terjebak dalam pernikahan dini. Edukasi yang diberikan tidak hanya sebatas teori, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan sosial.

“Kami memberikan pemahaman mendalam mengenai risiko perkawinan dini, mulai dari dampak kesehatan reproduksi, putus sekolah, hingga kerentanan ekonomi. Selain itu, kami juga menyosialisasikan hak-hak anak yang wajib dipenuhi, serta pentingnya perencanaan pendidikan dan karier sejak dini,” ujar Ratih.

Ratih menambahkan, pendekatan yang digunakan dalam program ini bersifat interaktif dan partisipatif. Para siswa diajak untuk mengembangkan keterampilan komunikasi asertif dan kemampuan pengambilan keputusan yang sehat.

“Lewat edukasi ini, kami berupaya membekali remaja agar mampu menolak tekanan sosial atau ajakan untuk menikah muda. Mereka harus tahu bahwa masa depan masih panjang dan bisa diraih dengan pendidikan,” tegasnya.

Program “Remaja Sakti” ini diharapkan mampu menjadi strategi efektif dalam menekan angka pernikahan anak di Kabupaten Malang. Dengan meningkatnya kesadaran remaja akan hak dan masa depan mereka, diharapkan angka putus sekolah akibat pernikahan dini dapat diminimalisir.

Greeting Lebaran Rddy Wahyono

Tim dosen pengabdian masyarakat ini tidak hanya terdiri dari Ratih Eka Pertiwi, M.Psi, tetapi juga diperkuat oleh Dr. Siti Maimunah, S.Psi., MM., MA serta Ika Rizki Anggraini, S.Kep., Ns., M.Kep. Kolaborasi lintas disiplin ilmu antara psikologi dan keperawatan ini memastikan bahwa materi yang disampaikan komprehensif, mencakup kesehatan mental hingga kesehatan reproduksi remaja.

Salah satu siswa peserta kegiatan, Naufal Ibrahim (15), mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru. “Saya jadi tahu kalau nikah muda itu banyak risikonya. Lebih baik fokus sekolah dulu dan punya cita-cita,” ujarnya polos.

Dengan adanya program seperti “Remaja Sakti”, UMM terus berkomitmen untuk menjadi agen perubahan dalam melindungi generasi muda dari jerat pernikahan dini, sekaligus mendorong tercapainya generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *