UNISMA Malang Kini Miliki Prodi Magister Pertanian Berkelanjutan, Siap Terima Mahasiswa Baru

UNISMA Malang Kini Miliki Prodi Magister Pertanian Berkelanjutan, Siap Terima Mahasiswa Baru

Indonesiandaily.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) resmi membuka Program Studi (Prodi) Magister Pertanian Berkelanjutan. Pembukaan program S2 ini merupakan respons atas kebutuhan sarjana pertanian yang ingin melanjutkan studi di bidang pertanian ramah lingkungan, namun masih terbatasnya pilihan perguruan tinggi yang menyediakannya.

Rektor UNISMA Malang, Prof. Junaidi, Ph.D., mengatakan bahwa pihaknya melihat adanya celah di dunia pendidikan tinggi. Banyak lulusan sarjana pertanian yang bingung mencari program magister yang secara spesifik mengkaji pertanian berkelanjutan.

“Bidang ilmu pertanian berkelanjutan masih belum banyak didirikan di kampus lain. Dengan begitu, UNISMA Malang siap melayani pendidikan di bidang pertanian berkelanjutan,” ujar Prof. Junaidi Rabu (13/5).

Ia menambahkan, pada tahap awal, prodi ini menargetkan dapat menjaring sebanyak 25 mahasiswa. Dimana Magister Pertanian Berkelanjutan hadir di tengah meningkatnya isu krisis pangan, perubahan iklim, dan kebutuhan akan sistem pertanian yang tidak hanya produktif tetapi juga lestari.

Kurikulum yang ditawarkan mencakup agroekologi, ketahanan pangan, teknologi pertanian modern, konservasi sumber daya alam, hingga agribisnis berbasis ekonomi hijau (green economy).

“Mahasiswa dibekali kemampuan riset, analisis kebijakan, serta pemanfaatan teknologi seperti Smart Farming dan pertanian presisi,” katanya.

Greeting Lebaran Rddy Wahyono

Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu menjadi tenaga ahli yang siap menjawab tantangan global, khususnya dalam pembangunan hijau dan ketahanan pangan nasional.

 

Prospek Karier Luas

Pengamat pendidikan menilai, kebutuhan tenaga ahli di bidang pertanian berkelanjutan akan terus meningkat. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dan dunia internasional terhadap pembangunan berkelanjutan.

Lulusan program ini tidak hanya terbatas pada jalur akademisi dan peneliti. Mereka juga memiliki peluang karier sebagai konsultan pertanian dan lingkungan, analis kebijakan pemerintah, tenaga ahli di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), manajer agribisnis, hingga wirausaha di sektor pertanian modern.

Selain itu, tren seperti pertanian organik, urban farming, hidroponik, dan startup agritech, dinilai turut membuka lapangan usaha baru bagi lulusan yang ingin membangun bisnis mandiri berbasis teknologi dan keberlanjutan.

Sejumlah lembaga nasional maupun internasional, seperti kementerian terkait, BRIN, lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan, hingga organisasi global, kini juga membutuhkan sumber daya manusia yang memahami konsep pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan pertanian modern.

 

Tantangan dan Persiapan Mahasiswa

Meskipun prospeknya menjanjikan, bidang ini tetap menuntut kemampuan yang tidak ringan. Mahasiswa dituntut memiliki kemampuan riset yang kuat, penguasaan teknologi, serta pemahaman terhadap isu lingkungan dan analisis data.

“Karena itu, mahasiswa dianjurkan aktif dalam penelitian, publikasi ilmiah, dan proyek lapangan untuk meningkatkan daya saing,” ujarnya.

Dengan prospek yang terus berkembang, Magister Pertanian Berkelanjutan UNISMA Malang dipandang sebagai salah satu program studi masa depan yang mampu melahirkan generasi profesional unggul di bidang pangan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Bagi alumni sarjana pertanian yang tertarik, pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026/2027 telah dibuka. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi UNISMA Malang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *