UMM Gandeng UKM Malaysia, Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Diterjunkan Tangani Isu Sosial Internasional

UMM Gandeng UKM Malaysia, Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Diterjunkan Tangani Isu Sosial Internasional

Indonesiandaily.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperkuat kiprahnya di level internasional. Kali ini, Prodi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM melepas 40 peserta Praktikum Kelembagaan Internasional.

Program yang dilepas melibatkan 30 mahasiswa UMM dan 10 mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Terlebih untuk memperkuat kompetensi calon pekerja sosial berstandar global.

Pelepasan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dekanat FISIP. Serta sejumlah mitra strategis yang menjadi lokasi praktikum mahasiswa.

Program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan kemampuan akademik dengan praktik lapangan dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesejahteraan sosial. Mulai dari perlindungan kelompok rentan, pendampingan masyarakat, hingga penanganan stigma kesehatan mental.

Dekan FISIP UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., mengatakan kolaborasi internasional ini menjadi salah satu strategi fakultas. Utamanya dalam memperluas jejaring kerja sama sekaligus meningkatkan kualitas lulusan yang siap bersaing di tingkat global.

Menurutnya, interaksi antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia akan memperkaya perspektif. Terutama mengenai praktik pekerjaan sosial di berbagai negara.

“Kolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kaya bagi mahasiswa. Serta memperluas perspektif mengenai praktik pekerjaan sosial, sekaligus memperkuat kompetensi lintas budaya yang sangat dibutuhkan di era global,” ujarnya.

Praktik Langsung di Indonesia dan Malaysia

Kepala Laboratorium Kesejahteraan Sosial UMM, Eko Rizqi Purwo Widodo, menjelaskan mahasiswa akan ditempatkan di berbagai lembaga pelayanan sosial, yang memiliki karakteristik kasus berbeda.

Di Indonesia, lokasi praktikum meliputi UPT RSBN Malang, UPT RSBL Pasuruan, UPT RSBRW Pasuruan. Juga di Lapas Kelas I Malang, LPKA Blitar, serta Muhammadiyah Children Center Lawang.

Sementara di Malaysia, mahasiswa akan menjalani praktik di Hospital Canselor Tuanku Muhriz (HCTM). Yakni Pusat Pemerkasaan Remaja (PERKASA) UKM, dan Adab Youth Garage (AYG).

Selama program berlangsung, peserta akan melakukan asesmen sosial, menyusun rencana intervensi. Termasuk pula mendampingi klien, hingga mengevaluasi pelayanan sosial sesuai standar profesional.

Bekal Menjadi Pekerja Sosial Berkelas Global

Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menunjukkan profesionalisme, integritas, dan kepekaan sosial selama menjalani praktik.

Menurutnya, keberhasilan seorang pekerja sosial tidak hanya diukur dari penguasaan teori. Namun juga kemampuan beradaptasi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang budaya berbeda.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai kompetensi akademik, tetapi juga membangun kepekaan sosial. Juga kemampuan berkolaborasi lintas budaya, serta integritas sebagai calon pekerja sosial profesional,” pesannya.

Kehadiran 10 mahasiswa Program Kerja Sosial asal Malaysia juga membuka ruang pertukaran pengalaman. Khususnya mengenai sistem pelayanan sosial dan pendekatan pemberdayaan masyarakat di masing-masing negara.

Kolaborasi tersebut semakin mempertegas komitmen UMM sebagai perguruan tinggi yang konsisten menghadirkan pendidikan berwawasan internasional. Sekaligus mencetak lulusan adaptif, inovatif, dan siap menjawab tantangan kesejahteraan sosial di era global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *