UNITRI Malang Wisuda 400 Lulusan, Rektor Tekankan Pentingnya Kompetensi di Dunia Kerja

UNITRI Malang Wisuda 400 Lulusan, Rektor Tekankan Pentingnya Kompetensi di Dunia Kerja

Indonesiandaily.com – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang mengukuhkan 400 wisudawan melalui Wisuda Periode ke-52, Sabtu (22/8/2026).

Momentum tersebut tidak hanya menjadi seremoni kelulusan. UNITRI menegaskan komitmennya menyiapkan lulusan dengan kompetensi yang relevan agar mampu menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., mengatakan ijazah saja tidak cukup menjadi bekal lulusan untuk memasuki dunia profesional.

Slider Ucapan HUT RI

Menurutnya, lulusan membutuhkan kompetensi tambahan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Karena itu, UNITRI terus memperkuat program sertifikasi dan pelatihan bagi mahasiswa.

“Kami selalu update dengan kebutuhan industri,” ujar Prof. Dodi kepada wartawan seusai prosesi wisuda.

Ia mencontohkan penguatan kompetensi di Fakultas Teknik melalui kerja sama dengan lembaga PTUK yang menaungi sertifikasi BNSP. Salah satu bidang yang dikembangkan adalah sertifikasi supervisi manajemen proyek.

Sementara di Fakultas Ekonomi, UNITRI telah menginisiasi pelatihan keterampilan perpajakan. Materi pelatihan tersebut disesuaikan dengan penerapan sistem Coretax terbaru di Indonesia.

Sertifikasi Tingkatkan Daya Saing Alumni

Prof. Dodi menjelaskan, berbagai program sertifikasi tersebut menjadi bagian dari strategi UNITRI meningkatkan daya tawar alumni.

Kompetensi tambahan itu juga dicantumkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Dengan demikian, lulusan memiliki bukti kompetensi yang dapat menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja.

“Ini menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan daya tawar dan nilai kompetitif alumni di tengah persaingan kerja yang semakin dinamis,” katanya.

Penguatan kompetensi di UNITRI tidak hanya menyasar kemampuan teknis atau hard skill. Kampus juga memberikan perhatian terhadap kemampuan komunikasi, kepemimpinan, karakter, dan soft skill mahasiswa.

Sebagai kampus yang mengusung semangat kerakyatan, UNITRI ingin lulusan memiliki kemampuan yang lebih utuh. Mereka diharapkan mampu beradaptasi di lingkungan profesional sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat.

UNITRI Tingkatkan Frekuensi Wisuda

Selain memperkuat kompetensi lulusan, UNITRI terus melakukan pembenahan dari sisi akademik.

Kampus menjaga ketepatan waktu studi dan rasio kelulusan mahasiswa. Dalam dua tahun terakhir, UNITRI bahkan meningkatkan pelaksanaan wisuda dari sebelumnya dua kali menjadi tiga kali dalam setahun.

Peningkatan frekuensi tersebut menjadi salah satu indikator konsistensi kampus dalam menjaga mutu proses akademik.

Langkah itu juga diarahkan untuk mendukung pemenuhan berbagai standar yang diperlukan UNITRI menuju akreditasi unggul.

Perkuat Budaya Kerja Lewat I-PROGRES

Penguatan kualitas lulusan juga berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola perguruan tinggi.

Di bawah kepemimpinan Prof. Dodi, UNITRI mendorong transformasi budaya kerja melalui penerapan nilai I-PROGRES.

Nilai tersebut mencakup Integritas, Pelayanan, Profesionalisme, Gotong Royong, dan Respiritualitas.

Nilai I-PROGRES diterapkan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Berdasarkan evaluasi internal, capaian tata kelola UNITRI saat ini telah mencapai 76 persen.

Capaian tersebut meningkat sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.

Prof. Dodi menegaskan, membangun budaya kerja membutuhkan proses yang berkelanjutan. Karena itu, evaluasi terus dilakukan agar nilai tersebut benar-benar menjadi bagian dari keseharian sivitas akademika.

“Penanaman nilai budaya dan penguatan tata kelola memang membutuhkan proses yang berkelanjutan. Kami tidak boleh teledor dan terus melakukan evaluasi agar spirit I-PROGRES ini benar-benar membudaya dalam melayani seluruh stakeholder,” tegasnya.

Lulusan Diminta Tidak Sekadar Mencari Kerja

Di hadapan para wisudawan, Prof. Dodi juga menekankan pentingnya memanfaatkan kompetensi yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UNITRI.

Ia berharap lulusan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Para alumni justru didorong menjadi penggerak dan pencipta nilai di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, kompetensi akademik, sertifikasi, soft skill, serta nilai-nilai kerakyatan yang diperoleh selama kuliah harus menjadi modal untuk menghadapi dunia profesional.

“Jadilah penggerak di mana pun berada. Bawa nilai-nilai yang sudah diperoleh selama belajar di UNITRI dan berikan nilai tambah bagi masyarakat,” pesannya.

Melalui Wisuda Periode ke-52, UNITRI berharap 400 lulusan yang dikukuhkan mampu membawa kompetensi dan karakter yang telah dibangun selama masa pendidikan.

Para alumni juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *