Indonesiandaily.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengajak orang tua untuk terlibat aktif mengawal perjalanan akademik mahasiswa baru. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman sosial yang membayangi generasi muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga krisis kesehatan mental.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Silaturahmi Pimpinan bersama Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar di Kampus Putih UMM, Sabtu (25/7). Ribuan orang tua dari berbagai daerah hadir mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari penguatan sinergi antara keluarga dan perguruan tinggi.
Sinergi Kampus dan Keluarga Jadi Kunci
Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM yang juga Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mengatakan tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga persoalan sosial yang semakin kompleks.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data nasional, sekitar 4,9 juta penduduk terpapar narkotika, sementara 500 ribu pelajar terjerat praktik judi online. Kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk memperkuat pengawasan terhadap mahasiswa.
“Karena itu UMM berharap pihak kampus dan para orang tua bersama-sama membangun kedisiplinan, literasi digital, dan karakter. Hal ini sangat penting agar teknologi menjadi sarana belajar yang produktif, bukan justru merusak masa depan generasi bangsa,” ujar Fauzan.
Bekal Karakter dan Kompetensi Mahasiswa
Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa UMM telah menyiapkan ekosistem pembelajaran. Dimana yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi tantangan global.
Menurutnya, tradisi silaturahmi bersama orang tua yang telah berlangsung selama tiga dekade. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi sejak awal masa perkuliahan.
Mahasiswa baru akan mengikuti Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK), penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, literasi teknologi. Hingga berbagai program Center of Excellence yang dirancang untuk meningkatkan daya saing lulusan.
“Kampus Putih ingin meneguhkan misi perjuangan mengantarkan putra-putri Bapak dan Ibu selamat dan sukses. UMM berkomitmen agar mahasiswa lulus tepat waktu, mandiri, terampil, cepat memperoleh pekerjaan yang disukai, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Nazaruddin.
MyUMM for Parents Perkuat Pendampingan
Pada kesempatan tersebut, UMM juga memperkenalkan aplikasi MyUMM for Parents sebagai platform digital yang memungkinkan orang tua memantau perkembangan studi anak secara real-time.
Melalui aplikasi ini, orang tua dapat mengetahui kehadiran mahasiswa di kelas, hasil studi, hingga jadwal kegiatan akademik. Kehadiran platform tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antara kampus dan keluarga selama proses pendidikan berlangsung.
Salah seorang wali mahasiswa baru, Sri Sunarti, mengaku semakin yakin mempercayakan pendidikan anaknya kepada UMM. Setelah melihat sistem pendampingan yang diterapkan kampus.
“Kami sangat percaya menitipkan anak-anak kepada UMM. Program-program yang dipaparkan hari ini membuktikan bahwa Kampus Putih tidak hanya mengejar keunggulan akademik. Tetapi juga mencetak lulusan berintegritas tinggi. Kami berharap anak-anak mampu berprestasi dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat,” tuturnya.
Melalui kolaborasi yang terjalin sejak hari pertama perkuliahan. UMM optimistis mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan kondusif.
Sinergi antara kampus dan orang tua diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak lulusan yang adaptif, berkarakter, serta siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
