Indonesiandaily.com – Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) antara dosen Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dengan dosen Universitas Negeri Malang (UM) beserta beberapa mahasiswanya. Tim ini mengkaji dan meneliti mengenai dampak paparan Mikroplastik terhadap kesehatan masyarakat pesisir di kawasan pantai Jembatan Panjang, Malang Selatan.
Adalah Dr. Lilis Sulistyorini, Ir., M.Kes. dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair selaku ketua dan bertindak sebagai peneliti utama dalam tim penelitian ini. Dengan mitra peneliti dari UM, yaitu Nurnaningsih Herya Ulfah, S.KM., M.Kes., Ph.D., bersama tim mahasiswa yang terdiri dari Tasyania Rahmadi, Adiska Rahma Maulida, Yusnita Rachmania, Bilqis Rojwa, Anisa Fitria, Esya Nafisah, dan Qonita Qotrunnada.
Penelitian ini berjudul Kajian dan Pemetaan Dampak Paparan Mikroplastik terhadap Kesehatan Masyarakat Pesisir di Kawasan Pantai Jembatan Panjang, Malang Selatan.
Penelitian ini berfokus pada kajian dan pemetaan potensi paparan mikroplastik dari biota laut seperti ikan, kerang, dan rumput laut yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat pesisir. Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil yang kini banyak ditemukan di lingkungan laut dan berpotensi masuk ke tubuh manusia melalui rantai makanan.
Sebagai bagian dari kegiatan penelitian, tim melakukan observasi lapangan pada 7-8 Desember 2025 di kawasan Pantai Jembatan Panjang untuk melihat kondisi lingkungan pesisir serta melakukan koordinasi dan perizinan penelitian dengan perangkat Desa Sumberbening sebagai mitra penelitian.
Selanjutnya, pada 17 Desember, tim melakukan pengumpulan data melalui wawancara dengan masyarakat Desa Sumberbening dengan total 65 responden. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik masyarakat serta pola konsumsi biota laut.
Dalam kegiatan yang sama, tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana kepada masyarakat. Diantaranya dengan pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, pemeriksaan gula darah. Serta skrining anemia sebagai bagian dari upaya pendukung pengumpulan data penelitian.
Kegiatan penelitian kemudian dilanjutkan pada 22 Januari melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama perangkat desa dan perwakilan masyarakat. Diskusi ini membahas pola konsumsi hasil laut masyarakat serta kondisi lingkungan pesisir yang berpotensi berkaitan dengan paparan mikroplastik.
Melalui penelitian ini, tim berharap dapat memperoleh gambaran mengenai potensi paparan mikroplastik dari konsumsi biota laut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat pesisir. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah bagi upaya pengelolaan limbah plastik dan peningkatan keamanan pangan laut di wilayah pesisir.
