Brain, Beauty, Behaviour, Brave: Empat Pesan Prof Ilfi untuk Kontingen OASE UIN Malang

Brain, Beauty, Behaviour, Brave: Empat Pesan Prof Ilfi untuk Kontingen OASE UIN Malang

Indonesiandaily.com – Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., membekali kontingen Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026 dengan empat karakter penting. Yakni Brain, Beauty, Behaviour, dan Brave.

Keempat karakter tersebut menjadi pesan khusus Prof. Ilfi kepada mahasiswa yang akan mewakili UIN Malang dalam kompetisi nasional di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 4–6 November 2026.

Menurutnya, keberhasilan dalam kompetisi tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik. Mahasiswa juga perlu membangun kepribadian yang baik, menjaga perilaku, serta memiliki keberanian menghadapi tantangan.

Karakter Brain mencerminkan kecerdasan dan penguasaan ilmu pengetahuan. Sementara Beauty berkaitan dengan keindahan kepribadian, Behaviour menekankan perilaku dan etika, sedangkan Brave menggambarkan keberanian serta ketangguhan dalam menghadapi persaingan.

Pesan tersebut menegaskan bahwa mahasiswa UIN Malang harus mampu menunjukkan kualitas diri secara utuh. Bukan hanya unggul dalam penguasaan materi lomba, tetapi juga membawa identitas sebagai insan akademis yang berkarakter dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

Gagasan Kompetisi Harus Menjawab Persoalan Lingkungan

Selain empat karakter tersebut, Prof. Ilfi menitipkan pesan agar mahasiswa memasukkan kepedulian terhadap lingkungan ke dalam gagasan dan materi yang diperlombakan.

Ia menilai, krisis lingkungan telah menjadi persoalan global yang membutuhkan perhatian serius, termasuk dari kalangan akademisi. Perubahan iklim, kerusakan ekosistem, eksploitasi sumber daya alam, penggunaan energi yang tidak berkelanjutan, hingga deforestasi merupakan persoalan yang perlu dipahami generasi muda.

“Anak-anakku semua, saat ini salah satu isu global yang menjadi perhatian dunia adalah lingkungan. Coba sisipkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan ke dalam materi yang kalian lombakan,” pesan Prof. Ilfi saat pelepasan kontingen, Jumat (30/10/2026).

Ia mendorong mahasiswa menghubungkan isu-isu tersebut dengan bidang kompetisi masing-masing. Dengan begitu, gagasan yang dihasilkan tidak berhenti sebagai karya untuk memenangkan perlombaan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Integrasikan Ilmu, SDGs, dan Ekoteologi 

Prof. Ilfi juga mengingatkan mahasiswa agar memahami 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, gagasan yang dikembangkan perlu memiliki relevansi dengan tujuan pembangunan tersebut.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya nilai ekoteologi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Melalui perpaduan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan kepedulian ekologis, mahasiswa diharapkan mampu melahirkan inovasi yang menjawab tantangan zaman.

Pendekatan ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam menghadirkan solusi atas persoalan sosial dan lingkungan. Prestasi akademik perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap keberlanjutan kehidupan.

Bagi Prof. Ilfi, keikutsertaan dalam OASE bukan semata-mata kesempatan untuk mengukir prestasi. Ajang tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kapasitas intelektual, karakter, dan kontribusi nyata.

Dengan membawa empat karakter Brain, Beauty, Behaviour, dan Brave, kontingen UIN Malang diharapkan mampu tampil percaya diri, menjunjung sportivitas, serta menghadirkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *