Departemen Kesehatan Masyarakat UM Gelar Penelitian Cyber Sexual Harassment pada Siswi SMA

Departemen Kesehatan Masyarakat UM Gelar Penelitian Cyber Sexual Harassment pada Siswi SMA

Indonesiandaily.com – Tingginya frekuensi penggunaan media sosial mendorong tim peneliti dari Departemen Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Malang (UM) untuk melakukan penelitian mengenai Cyber Sexual Harassment (CSH) pada siswi SMA di Kota Malang.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui prevalensi kejadian serta tingkat pengetahuan remaja terkait bentuk kekerasan berbasis digital yang semakin marak terjadi di ruang digital. Disamping itu juga mendukung upaya pembangunan berkelanjutan SDGs nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan nomor 4 (Pendidikan Berkualitas).

Kegiatan pengambilan data penelitian dilaksanakan dengan membagikan kuesioner kepada para siswi SMA negeri dan swasta di Kota Malang sebagai responden penelitian.

Proses ini dilakukan oleh tim peneliti bersama mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan penelitian sebagai bagian dari upaya memperoleh gambaran mengenai pengalaman serta pemahaman remaja terkait cyber sexual harassment.

Tim peneliti terdiri dari Nurnaningsh Herya Ulfah, S.K.M., M.Kes., Ph.D, Lucky Radita Alma, S.K.M., M.P.H, Tika Dwi Tama, S.K.M., M. Epid. Selain itu juga melibatkan mahasiswa diantaranya Tasyania Rahmadi, Adiska Rahma, Esya Nafisah, Zahra Nuriyatul, Fitri Ani. Serta peneliti kolaborator Siriporn Santre, Ph.D (Mahidol University), Dr. Teejay D Panganiban (Batangas State University).

Dalam kesempatan tersebut ia menjelaskan  penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan remaja. Berbagai platform digital saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para remaja baik untuk sarana komunikasi, hiburan, maupun mengakses berbagi informasi.

Greeting Lebaran Rddy Wahyono

Namun di sisi lain, tingginya aktivitas tersebut juga membuka peluang terjadinya berbagai bentuk kekerasan di dunia maya. Melalui penelitian ini, peneliti memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi yang terjadi di kalangan remaja. Khususnya terkait pengetahuan mereka terhadap kekerasan berbasis digital sebesar 60.71%.

Termasuk pula gambaran terkait pengalaman CSH yang pernah dialami. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan program edukasi serta peningkatan literasi digital di kalangan pelajar. Sehingga para remaja dapat menggunakan media sosial secara lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *