Mahasiswa FH UB Tampil Dominan, Borong Gelar Terbaik di NMCC TRD IX 2026

Mahasiswa FH UB Tampil Dominan, Borong Gelar Terbaik di NMCC TRD IX 2026

Indonesiandaily.com – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) tampil dominan dalam National Moot Court Competition (NMCC) Piala Tjokorda Raka Dherana (TRD) IX 2026. Delegasi yang bernaung di bawah Brawijaya Moot Court Community itu meraih Juara I sekaligus memborong tujuh penghargaan individu dan tim dalam kompetisi peradilan semu tingkat nasional di Fakultas Hukum Universitas Udayana, Bali.

Tujuh penghargaan tersebut meliputi Berkas Terbaik, Panitera Pengganti Terbaik, Penuntut Umum Terbaik, Advokat Terbaik, Majelis Hakim Terbaik, Saksi/Ahli Terbaik, dan Terdakwa Terbaik. Capaian ini mengantarkan UB mempertahankan Piala Bergilir Saraswati setelah sebelumnya meraih Juara I pada NMCC TRD VIII tahun 2024.

Hadapi Tantangan KUHP dan KUHAP Baru

Prestasi tersebut diraih dalam kompetisi yang mengangkat tema tindak pidana narkotika, terorisme, dan kejahatan transnasional. NMCC TRD IX 2026 juga menjadi ajang peradilan semu perdana yang mengimplementasikan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru.

Ketua Delegasi UB, Rizka Shalma Asmara, mengatakan penerapan aturan hukum baru menjadi tantangan terbesar bagi tim. Delegasi tidak bisa hanya mengandalkan berkas kompetisi sebelumnya sehingga harus menyusun pendekatan kasus dengan merujuk pada pandangan akademisi dan praktisi hukum.

“Penerapan KUHP dan KUHAP baru menjadi tantangan terbesar bagi delegasi,” ujar Shalma.

Persiapan Intensif Selama Tujuh Bulan 

Untuk menghadapi kompetisi, tim yang terdiri dari 16 mahasiswa dan dua pelatih menjalani persiapan intensif selama tujuh bulan sejak 1 April 2026. Prosesnya mencakup pembedahan kasus, pengembangan skema persidangan, konsultasi dengan akademisi dan praktisi, hingga penyusunan berkas perkara.

Penyusunan berkas berlangsung selama tiga bulan di rumah karantina delegasi. Tim juga mempelajari sejumlah penyesuaian dalam simulasi persidangan, termasuk opening statement, closing statement, dan rebuttal, sesuai kaidah KUHAP baru.

Setelah melewati babak penyisihan di Pengadilan Negeri Denpasar dan persidangan final, delegasi UB akhirnya memastikan gelar juara. Pengumuman hasil pada upacara penutupan disambut haru oleh para anggota tim setelah melewati rangkaian persiapan panjang.

Harapkan Prestasi Berlanjut 

Shalma berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai prestasi kompetisi, tetapi juga menjadi bekal bagi mahasiswa lain yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang hukum dan peradilan semu.

“Kami terharu karena berhasil meraih apa yang sudah kami perjuangkan dan korbankan selama tujuh bulan ke belakang,” kata Shalma.

Ia berharap delegasi berikutnya dapat meneruskan capaian tersebut sekaligus membagikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kompetisi.

Prestasi ini memperlihatkan pentingnya penguasaan materi hukum, ketelitian menyusun berkas perkara, dan kemampuan berargumentasi di ruang sidang. Tantangan penerapan KUHP dan KUHAP baru juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami dinamika praktik hukum yang terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *