POLINEMA Dipercaya Ditjen Dikti Tingkatkan Kompetensi Dosen Nasional

POLINEMA Dipercaya Ditjen Dikti Tingkatkan Kompetensi Dosen Nasional

Indonesiandaily.com – Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) mendapat kepercayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) sebagai penyelenggara pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA). Penetapan ini membuka peluang bagi POLINEMA untuk berkontribusi lebih luas dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 114/B/KPT/2026. Melalui program ini, POLINEMA menyiapkan pelatihan yang tidak hanya berfokus pada teori mengajar, tetapi juga kemampuan merancang pembelajaran, menyusun asesmen, dan menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan tinggi modern.

Direktur POLINEMA, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T., mengatakan penetapan tersebut menjadi tanggung jawab institusi untuk ikut mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui penguatan kapasitas tenaga pengajar.

“Kepercayaan ini menjadi mandat penting bagi POLINEMA untuk berkontribusi langsung pada peningkatan mutu pendidik tinggi nasional,” ujar Supriatna.

Perkuat Keterampilan Mengajar Dosen

Pelatihan PEKERTI dan AA dirancang dengan total 90 jam pembelajaran melalui skema blended learning. Peserta mengikuti 41 jam pembelajaran daring selama tiga bulan melalui Learning Management System (LMS) SPADA POLINEMA, dilanjutkan 49 jam pembimbingan tugas mandiri dan praktik secara luring selama satu pekan di kampus utama.

Skema tersebut dirancang untuk menggabungkan fleksibilitas pembelajaran daring dengan pendalaman keterampilan melalui praktik langsung. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami konsep pembelajaran, tetapi juga berlatih menerapkannya dalam kegiatan perkuliahan.

POLINEMA menyiapkan 16 instruktur bersertifikasi yang berpengalaman di bidang pedagogi dan pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Materi pelatihan mencakup analisis kompetensi, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE), desain tugas autentik, produksi media pembelajaran interaktif, hingga penyusunan instrumen penilaian.

Peserta juga menjalani praktik mengajar atau microteaching serta refleksi untuk mengevaluasi efektivitas proses pembelajaran.

Integrasikan OBE dan Tantangan Era AI

Salah satu fokus pelatihan adalah pengembangan pembelajaran yang menyesuaikan capaian pembelajaran dengan kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa. Pendekatan OBE digunakan untuk membantu dosen merancang kegiatan belajar dan penilaian berdasarkan hasil pembelajaran yang ditargetkan.

Program ini juga memasukkan penyelarasan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), serta perancangan tugas autentik berbasis pendekatan Anti-AI. Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan dosen merancang tugas yang mengukur pemahaman, penalaran, dan hasil kerja mahasiswa secara lebih autentik di tengah perkembangan kecerdasan buatan.

Supriatna menyebut kesiapan infrastruktur, kurikulum, dan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan program tersebut. POLINEMA juga membuka kesempatan bagi dosen dari perguruan tinggi lain untuk mengikuti pelatihan dengan skema pembiayaan yang disebut kompetitif.

Informasi lebih lanjut mengenai sistem pembelajaran daring dapat diakses melalui SPADA POLINEMA di https://slc.polinema.ac.id/spada/.

Dukung Pendidikan Tinggi dan Vokasi

Penyelenggaraan pelatihan PEKERTI dan AA sejalan dengan upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi, termasuk pendidikan vokasi yang menuntut keterkaitan antara pembelajaran di kelas dan kebutuhan dunia kerja.

Dosen vokasi dituntut tidak hanya menguasai materi akademik, tetapi juga mampu mentransfer keterampilan terapan yang relevan dengan perkembangan industri. Karena itu, kemampuan merancang pembelajaran, mengukur kompetensi, dan mengevaluasi hasil belajar menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

Melalui pelatihan ini, POLINEMA diharapkan dapat memperluas kontribusi dalam pengembangan profesionalisme dosen lintas perguruan tinggi. Upaya tersebut juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDG 4, yakni pendidikan berkualitas, melalui penguatan kapasitas pendidik dan peningkatan mutu proses pembelajaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *