Ketua Kelompok Pemeringkatan UB: Jumlah Ilmuwan Masuk Top Dunia Bertambah 40 Persen

Ketua Kelompok Pemeringkatan UB: Jumlah Ilmuwan Masuk Top Dunia Bertambah 40 Persen

Indonesiandaily.com – Universitas Brawijaya (UB) mencatat peningkatan jumlah ilmuwan dalam daftar Top 2% Researchers tahun 2026. Sebanyak tujuh peneliti UB masuk daftar tersebut, bertambah 40 persen dibandingkan lima peneliti pada 2025.

Ketua Kelompok Jabatan Fungsional Data Pemeringkatan Berbasis Web UB, Mahdin Rohmatillah, S.T., M.Sc., M.T., Ph.D., mengatakan peningkatan itu tidak hanya terlihat dari jumlah peneliti, tetapi juga dari semakin beragamnya bidang keilmuan yang terwakili.

“Keterwakilan bidang keilmuan juga meluas dari tiga subbidang pada 2025 menjadi lima subbidang pada 2026,” ujar Mahdin.

Lima subbidang tersebut meliputi General & Internal Medicine, Food Science, Fisheries, Materials, serta Dairy & Animal Science. Perluasan ini menunjukkan bahwa peneliti UB yang masuk daftar tersebut berasal dari bidang kesehatan, pangan, perikanan, material, hingga peternakan.

Tujuh Peneliti dari Lima Bidang Keilmuan

Ketujuh ilmuwan UB yang masuk daftar Top 2% Researchers 2026 adalah dr. Jonny Karunia Fajar, Sp.PD.; Ir. Nurul Huda, M.Sc., Ph.D.; Raden Adharyan Islamy, S.Pi., M.P.; Dr. dr. Nur Samsu, Sp.PD., KGH.; Prof. Dr. Ir. Femiana Gapsari Madhi Fitri, S.T., M.T.; Prof. Sujarwoto, S.IP., M.Si., Ph.D.; serta Danung Nur Adli, S.Pt., M.Sc., M.Pt.

Jonny Karunia Fajar, Nur Samsu, dan Sujarwoto tercatat dalam subbidang General & Internal Medicine. Nurul Huda mewakili Food Science, sedangkan Femiana Gapsari Madhi Fitri masuk bidang Materials.

Dua nama yang melengkapi daftar tahun ini adalah Raden Adharyan Islamy dari bidang Fisheries dan Danung Nur Adli dari Dairy & Animal Science.

Dari sisi peringkat, Jonny Karunia Fajar menempati posisi teratas di lingkungan UB dengan peringkat dunia ke-77.639. Femiana Gapsari Madhi Fitri memperbaiki posisinya dari peringkat ke-273.515 pada 2025 menjadi ke-161.679 pada 2026. Nur Samsu juga naik dari peringkat ke-139.228 menjadi ke-116.295.

Penelitian Tak Berhenti pada Publikasi

Salah satu peneliti yang masuk daftar tersebut, Raden Adharyan Islamy, dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB, menekankan bahwa pemeringkatan bukan tujuan utama dalam menjalankan penelitian.

Baginya, publikasi ilmiah merupakan bentuk pertanggungjawaban atas penelitian sekaligus sarana untuk memperluas pemanfaatan hasil riset.

Fokus penelitiannya mencakup nutrisi ikan dan lingkungan perairan, termasuk pemanfaatan bahan baku alternatif serta teknologi fermentasi untuk meningkatkan kualitas nutrisi dan kecernaan pakan.

Ia juga mengkaji pengelolaan kualitas air dan lingkungan budi daya, serta potensi tanaman introduksi, termasuk tanaman invasif, sebagai bahan alternatif pakan ikan.

“Harapan saya ke depan penelitian-penelitian tersebut tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memiliki manfaat praktis dan dapat dikembangkan menjadi inovasi yang relevan untuk budi daya ikan,” ujar Adharyan.

Riset Peternakan dengan Dukungan AI

Sementara itu, Danung Nur Adli, dosen Fakultas Animal Science and Technology (FAST) UB, mengembangkan penelitian peternakan dengan memanfaatkan meta-analysis, machine learning, deep learning, dan explainable artificial intelligence.

Ia menggunakan perangkat lunak RStudio dan Python untuk menganalisis serta mengolah temuan dari berbagai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

Pengembangan risetnya juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan teknologi sensor suhu dan kelembapan bagi masyarakat di Bojonegoro.

Danung mengapresiasi dukungan UB terhadap pengembangan penelitian yang dijalankannya.

“Saya apresiasi, terima kasih, karena salah satu saya bisa seperti ini karena disupport oleh UB,” ujarnya.

Peningkatan jumlah peneliti yang masuk daftar Top 2% Researchers 2026 menjadi capaian UB dalam pemeringkatan berbasis riset. Namun, sebagaimana ditekankan para peneliti, nilai penting penelitian juga terletak pada kemampuannya menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *